• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 6 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hanya Perlu Energi Sebesar Telur Ayam Jika Manusia Pakai Nuklir, Jika Pakai Batubara Setara 21 Ekor Gajah

Editor
Selasa, 30 Juli 2024 - 11:02
Rencana penghapusan pelanggan energi,promo diskon listrik,tarif listrik

Energi listrik

BANDUNG – Rata-rata seseorang yang berusia 73 tahun akan mengonsumsi sekitar 235.000 kWh energi listrik selama hidupnya, menurut skala konsumsi energi saat ini.

Jumlah ini setara dengan energi yang dapat dihasilkan dari bahan bakar uranium atau energi nuklir, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi seumur hidup.

RelatedPosts

BMKG: Dentuman di Bandung Bukan dari Gempa Bumi

Harga Emas Sabtu 5/9/2026 Antam Rp 2.640.000 Per Gram

Pemkot Bandung Hadirkan Infrastrurkur Ramah Pesepeda hingga Disabilitas

Pengembang Teknologi Nuklir Ahli Muda di Pusat Riset Teknologi Analisis Berkas Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Haryo Seno, menjelaskan bahwa energi nuklir menawarkan efisiensi tinggi dalam hal konsumsi energi.

“Dengan energi nuklir, masyarakat hanya membutuhkan konsumsi energi sebesar telur ayam sepanjang hidupnya. Sebagai perbandingan, jika menggunakan batu bara, diperlukan sekitar 88 ton atau setara dengan 21 ekor gajah untuk mendapatkan jumlah energi yang sama,” jelas Haryo saat menerima kunjungan puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pranata Indonesia Bekasi di Kawasan Kerja Bersama BRIN Tamansari Bandung pada Kamis (25/7).

CO2 Relatif Kecil

Haryo juga mengungkapkan bahwa meskipun energi nuklir menghasilkan emisi karbondioksida (CO2), jumlahnya relatif kecil jika dibandingkan dengan sumber energi fosil lainnya.

“Penggunaan energi nuklir menghasilkan emisi CO2 mulai dari 0 hingga 3064 kg. Sebaliknya, konsumsi energi dari batu bara akan memproduksi sekitar 253.281 kg CO2, penggunaan gas sekitar 127.218 kg CO2, dan penggunaan minyak sekitar 209.678 kg CO2,” paparnya dikutip dari situs BRIN.

Menurut Haryo, energi dari batu bara, gas, dan minyak menyumbang emisi karbondioksida yang sangat besar, yang berkontribusi pada pemanasan global dan efek rumah kaca.

“Emisi yang tinggi dari sumber energi fosil menyebabkan pemanasan global. Berbeda dengan energi nuklir, yang memerlukan hanya 1,1 kg bahan bakar dengan risiko emisi yang jauh lebih rendah,” tutup Haryo.

Penjelasan ini menegaskan bahwa meskipun energi nuklir tidak sepenuhnya bebas dari emisi, ia tetap menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan sumber energi fosil lainnya.

Dengan penggunaan yang bijaksana, energi nuklir dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Tags: BRINnuklir

Related Posts

BMKG

BMKG: Dentuman di Bandung Bukan dari Gempa Bumi

Editor
5 September 2026

BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Bandung memastikan bahwa fenomena suara dentuman yang terdengar di...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 5/9/2026 Antam Rp 2.640.000 Per Gram

Editor
5 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 5/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.640.000 per gram...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan hadiri kegiatan Gerakan Nyapedah Nyakola di Balai Kota Bandung, Sabtu 5 September 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Hadirkan Infrastrurkur Ramah Pesepeda hingga Disabilitas

Editor
5 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong terciptanya lingkungan jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, termasuk...

Koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.(Foto: Kemenhut)

Karhutla Kalimantan, Peluang Hujan Turun 4-8 September 2026

Editor
5 September 2026

PONTIANAK - Pemerintah memaksimalkan potensi awan hujan pada 4-8 September 2026 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat....

Orangutan di habitat hutan Kalimantan.(Foto: Kemenhut)

Orangutan Terdampak Karhutla, Kemenhut Perkuat Call Center

Editor
5 September 2026

PALANGKA RAYA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat jalur pelaporan penyelamatan satwa liar untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (04/09/2026).(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan Dilakukan Tegas, Transparan, dan Akuntabel

Editor
5 September 2026

BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menerima Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.