• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 29 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Gunung Galunggung – Dari Amarah Alam ke Pelukan Keindahan

Editor
Selasa, 27 Mei 2025 - 05:44
Gunung Galunggung

Wisata kawah Gunung Galunggung (Trip Advisor)

Bayangkan sebuah pagi yang hening di Tasikmalaya. Kabut masih menggantung, dan aroma tanah basah menyambut langkah pertama menuju sebuah gunung yang menyimpan cerita panjang tentang letusan, kehancuran, sekaligus kehidupan baru. Gunung itu bernama—Galunggung.

Gunung Galunggung bukan gunung biasa. Ia adalah simbol kekuatan alam yang pernah menunjukkan amarahnya. Letusan dahsyat tahun 1982 tak hanya mengguncang tanah Sunda, tapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah letusan gunung berapi paling dahsyat di Indonesia. Awan panas menyapu permukiman, lahar menuruni lereng, dan langit selama berminggu-minggu gelap oleh abu.

RelatedPosts

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Namun waktu berjalan. Luka itu perlahan sembuh. Galunggung kini bukan lagi tempat yang menakutkan, melainkan pelukan alam yang menenangkan. Kawahnya, yang dulu memuntahkan lahar, kini berubah menjadi danau tenang berwarna hijau toska. Airnya memantulkan langit dan hutan di sekeliling, seolah ingin berkata: “Aku sudah tenang, datanglah, nikmati keindahanku.”

Jalur tangga menuju kawah—sebanyak lebih dari 600 anak tangga—menjadi bagian dari perjalanan spiritual bagi banyak orang. Setiap langkah bukan sekadar mendekat ke puncak, tapi juga menjauh dari hiruk-pikuk dunia. Dari atas, hamparan Tasikmalaya terlihat kecil, dan suara hanya berasal dari angin dan desir daun.

Di Gunung Galunggung, kita belajar bahwa alam bisa murka, tapi juga bisa memberi. Ia menghancurkan, tapi juga menumbuhkan. Lereng-lerengnya kini ditumbuhi kembali, subur oleh abu yang dulu dianggap kutukan. Para petani kembali bercocok tanam, dan para pendaki kembali berdatangan.

Gunung Galunggung bukan hanya gunung—ia adalah guru yang diam. Ia mengajarkan kita tentang kehancuran dan harapan, tentang respek kepada alam, dan tentang bagaimana luka bisa menjadi keindahan jika kita cukup sabar untuk menunggunya sembuh.

Tags: Gunung Galunggung

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama anggota MPR di Gedung Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Gedung Merdeka, Kota Bandung, menjadi lokasi Peluncuran Buku Sejarah MPR dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat serta Risalah Tematik Perubahan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima Piagam Penghargaan dari Keraton Sumedang Larang yang diserahkan Sri Radya Keraton Sumedang Larang Lukman Soemadisoeria di Museum Srimanganti, Kamis (24/9/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Editor
25 September 2026

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta perhatian dalam memberikan perlindungan hukum kepada Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang  Dony...

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.