• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 16 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Gunung Galunggung – Dari Amarah Alam ke Pelukan Keindahan

Editor
Selasa, 27 Mei 2025 - 05:44
Gunung Galunggung

Wisata kawah Gunung Galunggung (Trip Advisor)

Bayangkan sebuah pagi yang hening di Tasikmalaya. Kabut masih menggantung, dan aroma tanah basah menyambut langkah pertama menuju sebuah gunung yang menyimpan cerita panjang tentang letusan, kehancuran, sekaligus kehidupan baru. Gunung itu bernama—Galunggung.

Gunung Galunggung bukan gunung biasa. Ia adalah simbol kekuatan alam yang pernah menunjukkan amarahnya. Letusan dahsyat tahun 1982 tak hanya mengguncang tanah Sunda, tapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah letusan gunung berapi paling dahsyat di Indonesia. Awan panas menyapu permukiman, lahar menuruni lereng, dan langit selama berminggu-minggu gelap oleh abu.

RelatedPosts

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Kampung Kusta Jongaya, Menkes: Kusta Bukan Kutukan

Namun waktu berjalan. Luka itu perlahan sembuh. Galunggung kini bukan lagi tempat yang menakutkan, melainkan pelukan alam yang menenangkan. Kawahnya, yang dulu memuntahkan lahar, kini berubah menjadi danau tenang berwarna hijau toska. Airnya memantulkan langit dan hutan di sekeliling, seolah ingin berkata: “Aku sudah tenang, datanglah, nikmati keindahanku.”

Jalur tangga menuju kawah—sebanyak lebih dari 600 anak tangga—menjadi bagian dari perjalanan spiritual bagi banyak orang. Setiap langkah bukan sekadar mendekat ke puncak, tapi juga menjauh dari hiruk-pikuk dunia. Dari atas, hamparan Tasikmalaya terlihat kecil, dan suara hanya berasal dari angin dan desir daun.

Di Gunung Galunggung, kita belajar bahwa alam bisa murka, tapi juga bisa memberi. Ia menghancurkan, tapi juga menumbuhkan. Lereng-lerengnya kini ditumbuhi kembali, subur oleh abu yang dulu dianggap kutukan. Para petani kembali bercocok tanam, dan para pendaki kembali berdatangan.

Gunung Galunggung bukan hanya gunung—ia adalah guru yang diam. Ia mengajarkan kita tentang kehancuran dan harapan, tentang respek kepada alam, dan tentang bagaimana luka bisa menjadi keindahan jika kita cukup sabar untuk menunggunya sembuh.

Tags: Gunung Galunggung

Related Posts

Museum Musik rencananya akan menempati aset Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika Bandung.(Foto: Dok. Jiwasraya)

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Editor
15 Juli 2026

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang akan menggunakan aset Jasa Raharja dan Jiwasraya dibawah...

Kereta api melintasi jembatan.(FOTO: Humas KAI). penumpang KAI 2024,ka parahyangan.layanan baru KAI, KA Cut Meutia.KA Pasundan

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Editor
14 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Rute terpanjang kereta api di Indonesian tercatat beberapa di antaranya ada yang menembus 1.000 KM, menurut data...

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Chairman The Nippon Foundation Yohei Sasakawa mengunjungi Kompleks Kusta Jongaya, RW 04, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sabtu (11/7/2026).(Foto: Humas Kemenkes)

Kampung Kusta Jongaya, Menkes: Kusta Bukan Kutukan

Editor
12 Juli 2026

Kampung Kusta Jongaya dikunjungi menjadi wujud komitmen pemerintah bersama mitra internasional untuk mempercepat eliminasi kusta sekaligus menghapus stigma yang masih...

Asia Africa Festival 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Asia Africa Festival 2026: Dari Bandung untuk Kolaborasi Global dan Keberlanjutan

Editor
11 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Asia Africa Festival 2026 resmi dibuka di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Sabtu 11...

Toko Buku Dahlan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Toko Buku Dahlan, Toko Buku Legenda di Kota Bandung

Editor
8 Juli 2026

64 Tahun adalah waktu yang sangat panjang bagi Toko Buku Dahlan dalam melayani masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan belanja daring...

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan Surat Keputusan kepada Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Pusat, Naen Suryono, di Sasana Adirasa Pangeran Sambernyawa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. (Foto: Dok. Kemenbud)

Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Ditetapkan 13 Juli

Editor
7 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 135 Tahun 2026 tentang Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat