• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 9 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Gunung Anak Krakatau: Kuningan Aman dari Abu Vulkanik

Editor
Selasa, 08 September 2026 - 08:19
Gunung Anak Krakatau.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Gunung Anak Krakatau.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

KUNINGAN – Gunung Anak Krakatau erupsi pada Jum’at 4 September 2026 hingga Minggu 6 dinihari menyemburkan material termasuk abu vulkanik menyebar ke berbagai penjuru wilayah.

Hingga Senin, 7 September 2026, Kabupaten Kuningan masih dalam kondisi aman dari sebaran abu vulkanik tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan memastikan belum menerima laporan adanya wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

RelatedPosts

Aksi Bullying, Siswi MTs di Garut Dikeroyok Kawanan Pelajar SMA

OJK Setujui Ekspansi Usaha PT Gadai Elektronik Jakarta

Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Redaksi Merdeka.com Koordinasi Basarnas

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk kemungkinan pergerakan abu vulkanik ke wilayah Jawa Barat.

“Kabupaten Kuningan sampai saat ini belum terlaporkan adanya wilayah yang terdampak, terutama dengan keberadaan abu vulkanik. Sampai saat ini situasi masih cukup aman,” ujar Indra Bayu Permana, dikutip dari laman Pemkab Kuningan.

Menurut Ibe, BPBD Kuningan juga mengikuti koordinasi secara daring bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat yang membidangi penanganan kebencanaan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk membahas langkah antisipasi dan mitigasi yang perlu disiapkan pemerintah daerah menghadapi kemungkinan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dia mengatakan, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan meskipun sampai saat ini belum ada laporan abu vulkanik mencapai wilayah Kuningan.

Kondisi cuaca dan arah angin menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan abu vulkanik apabila aktivitas erupsi mengalami peningkatan.

“Ini memang patut diantisipasi karena kita ketahui musim kemarau ini masih berlangsung. Kekuatan angin juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran abu vulkanik,” katanya.

Karena itu, BPBD Kuningan mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah dan instansi terkait.

Jika abu vulkanik mulai terdeteksi memasuki wilayah Kuningan, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik.

Selain melindungi saluran pernapasan, masyarakat juga diminta mengamankan sumber air dengan menutup sumur, tempat penampungan, maupun sumber air lainnya apabila mulai terpapar abu vulkanik.

“Kalau memang terjadi, sebisa mungkin menghindari atau membatasi aktivitas di luar ruangan. Kalau harus berkegiatan di luar, gunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik agar tidak terhisap langsung,” jelasnya.

BPBD Kuningan juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi sebaran abu vulkanik maupun dampak lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Laporan masyarakat diperlukan agar kondisi di lapangan dapat segera diverifikasi. Dengan demikian, langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila situasi membutuhkan intervensi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan di media sosial pribadinya turut meminta pemerintah daerah di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik meningkatkan langkah mitigasi.

Dedi juga meminta kepala sekolah di wilayah dengan intensitas sebaran abu yang tinggi mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

“Sehubungan dengan meningkatnya abu vulkanik, kami sampaikan untuk wilayah-wilayah yang intensitas sebaran abunya tinggi, kepala sekolah bisa melakukan pembelajaran di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Kuningan memastikan belum menerima laporan adanya wilayah di Kabupaten Kuningan yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, sembari mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah dan instansi kebencanaan.

Tags: Gunung Anak Krakatau

Related Posts

Ilustrasi wanita korban penganiayaan.(Foto:Istimewa).

Aksi Bullying, Siswi MTs di Garut Dikeroyok Kawanan Pelajar SMA

Editor
9 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Aksi bullying, atau perundungan, viral di media sosial, setelah siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

OJK Setujui Ekspansi Usaha PT Gadai Elektronik Jakarta

Editor
9 September 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri pergadaian yang sehat, inklusif, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas...

Gunung Anak Krakatay di Selat Sunda.(Image: Google)

Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Redaksi Merdeka.com Koordinasi Basarnas

Editor
9 September 2026

JAKARTA - Merdeka.com terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam upaya pencarian jurnalis Merdeka.com yang mengalami hilang...

Menter Komdigi Meutya Hafid menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden hilang kontaknya rombongan jurnalis yang tengah meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. (Foto: Humas Kemkomdigi)

Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Layanan Telekomunikasi Diperkuat

Editor
9 September 2026

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden hilang kontaknya rombongan jurnalis yang tengah meliput aktivitas...

Tenaga kesehatan bersiaga di TPA Galuga.(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Tim Nakes Siaga di Posko TPA Galuga

Editor
9 September 2026

CIBUNGBULANG - Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memberikan dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan petugas yang terdampak...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama warga berolahraga.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Warga Bandung Suka Olahraga 63 Persen

Editor
9 September 2026

Warga Bandung Suka Olahraga sebanyak 63 perse menjadi kabar baik sekaligus menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas olahraga....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.