JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pemutakhiran peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi tektonik kuat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada Senin pagi pukul 06.37.42 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan alat deteksi, gelombang tsunami minor kini telah terdeteksi mendarat di beberapa titik pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,79° LU dan 125,14° BT. Pusat gempa berada di laut pada jarak 244 kilometer arah Barat Laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman hiposenter mencapai 47 kilometer.
Dampak dari guncangan tersebut memicu kenaikan permukaan air laut di sejumlah stasiun monitoring. Kenaikan tertinggi tercatat di Talengan, Sulawesi Utara, dengan tinggi gelombang mencapai 0,75 meter.
Berikut adalah data lengkap waktu kedatangan dan ketinggian gelombang tsunami yang berhasil terdeteksi BMKG:
Tahuna: 03.30 meter (Terdeteksi pukul 06:58 WIB)
Loloda, Halmahera Barat: 0,09 meter (Terdeteksi pukul 07:20 WIB)
Melonguane, Kepulauan Talaud: 0,32 meter (Terdeteksi pukul 07:27 WIB)
Ulusiau, Sitaro: 0,18 meter (Terdeteksi pukul 07:27 WIB)
Paleleh: 0,45 meter (Terdeteksi pukul 07:34 WIB)
Tanjung Sidupa: 0,32 meter (Terdeteksi pukul 07:39 WIB)
Bitung: 0,29 meter (Terdeteksi pukul 07:51 WIB)
Ternate: 0,14 meter (Terdeteksi pukul 07:51 WIB)
Talengan, Sulawesi Utara: 0,75 meter (Terdeteksi pukul 08:20 WIB)
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir dengan status waspada atau siaga, untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tetap memantau instruksi dan arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta hanya memercayai kanal informasi resmi resmi BMKG.








