• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 28 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal, Obat Diawasi

Editor
Senin, 24 Oktober 2022 - 07:00
Gangguan ginjal akut progresif atipikal

Rumah sakit (ilustrasi/pixabay)

BANDUNG: Gangguan ginjal akut progresif atipikal atau GGAPA ditelusuri pernah mengonsumsi dari daftar 102 obat.

Sebanyak 102 obat itu kini masuk daftar obat terlarang konsumsi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

RelatedPosts

Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Tawarkan Pengalaman Bersantap Penuh Cita Rasa

Masjid Jaza Jalan Trunojoyo Bandung, Semula Tempat Hiburan

Lonjakan Diabetes pada Remaja: Gaya Hidup jadi Faktor Utama

Kemenkes telah memastikan GGAPA disebabkan karena kandungan kimia berupa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

Yang berdasarkan penelusuran ada dalam 102 obat tersebut.

Sehingga dilarang untuk diperjualbelikan dan diresepkan untuk pasien.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan akan turut mengawal peredarannya di seluruh faskes.

Hal itu tentunya untuk mencegah munculnya lagi pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal

“Sebetulnya Dinas Kesehatan Kota Bandung juga sudah mengeluarkan surat edaran,” ungkap Yana, Minggu 23 Oktober 2022.

Surat edaran tersebut berisikan instruksi agar obat-obatan sirup yang masuk dalam daftar bermasalah tidak boleh diresepkan dan harus ditarik dari peredaran.

“Termasuk kita mengawal penarikan obat-obatan yang masuk daftar harus ditarik dari peredaran. Ini salah satu ikhtiar kita mengurangi penambahan kasus ginjal akut di Kota Bandung,” tuturnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian mengungkapkan hal sama.

Pihaknya telah intens melacak ke RSHS dan seluruh rumah sakit untuk menyisir kasus GGAPA di Kota Bandung.

“Kami sudah intens melacak ke RSHS dan seluruh rumah sakit. Dan sampai kemarin kasusnya memang cuma satu. Itu pun sudah sembuh. Kasusnya terjadi bulan Agustus lalu. Anak ini usianya sudah 10 tahun,” jelasnya.

Ia juga terus mengimbau bagi seluruh faskes di Kota Bandung untuk segera melaporkan jika ditemukan kasus terbaru terkait GGAPA ini.

“Kami juga telah mengimbau agar RS melaporkan apabila ada temuan kasus baru di lapangan,” imbuhnya.

GEJALA

Gejala awal gangguan ginjal akut ini sangat sederhana.
Gejala utamanya ada penurunan frekuensi dan volume urin. Kemudian bisa juga disertai demam, mual, diare, dan batuk.
“Tantangan tersendiri bagi orang tua karena tidak semua memerhatikan volume dan frekuensi anak BAK. Kalau bayi kan masih terpantau ya dengan popok. Kalau sudah balita itu agak sulit,” ungkapnya.
Kalau sudah menemukan gejala penyakit ginjal akut, ia mengimbau, agar para orang tua langsung membawa anaknya ke faskes terdekat.
“Prinsipnya lebih cepat lebih baik. Jangan sampai tunggu parah dulu baru dibawa ke IGD,” lanjutnya.
Anhar juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik berlebihan menghadapi kasus ini.
“Lalu, sesuai anjuran, hentikan pemakaian obat-obatan berbentuk sirup. Kalau anak memiliki gejala-gejala tadi, segera akses layanan kesehatan terdekat,” imbuhnya.
Tags: Gangguan ginjal akut progresif atipikal

Related Posts

Promo Swiss-Belresort Dago

Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Tawarkan Pengalaman Bersantap Penuh Cita Rasa

Editor
28 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Swiss-Belresort Dago Heritage dengan bangga memperkenalkan promo Food & Beverage terbaru di Swiss-Kitchen, yang menghadirkan pilihan hidangan...

Masjid Jaza di Jalan Trunojoyo Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Masjid Jaza Jalan Trunojoyo Bandung, Semula Tempat Hiburan

Editor
26 Mei 2026

Masjid Jaza di Jalan Trunojaya Bandung menjadi magnet baru yang menghadirkan ruang positif untuk anak muda Bandung. Seperti diliput Tim...

Diabetes

Lonjakan Diabetes pada Remaja: Gaya Hidup jadi Faktor Utama

Editor
25 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Lonjakan diabetes pada remaja didorong salah satunya akibat gaya hidup. Penyakit diabetes tipe 2 yang dahulu identik...

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oslo kembali menyelenggarakan festival Indonesia melalui kegiatan “Indonesia Spice Up Oslo 2026: Jajan Yuk!” yang berlangsung di Youngstorget, Oslo, pada Sabtu (23/5).(Foto: Kemlu)

KBRI Oslo Gelar Indonesia Spice Up Oslo 2026

Editor
25 Mei 2026

SATUJABAR, OSLO — KBRI di Oslo kembali menyelenggarakan festival Indonesia melalui kegiatan “Indonesia Spice Up Oslo 2026: Jajan Yuk!” yang...

Kit deteksi dini DBD karya BRIN.(Image: Humas BRIN)

Kit Deteksi Dini DBD Karya BRIN, Hasil Keluar 3 Menit

Editor
24 Mei 2026

SATUJABAR, TANGERANG SELATAN – Kit deteksi dini DBD atau Demam Berdarah Dengue karya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mampu...

Pegiat kreatif di Maluku Utara saat menggarap program Aktif Musik Kementerian Ekraf.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf)

Program AKTIF Musik Kementerian Ekraf Menjangkau Ternate & Tidore

Editor
24 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Program Aktif Musik Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) kini mengangkat pegiat kreatif Maluku Utara. Melalui Deputi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.