Berita

Gadis 19 Tahun di Tasikmalaya Disekap dan Diperkosa Pria Kenalan di Medsos

SATUJABAR, TASIKMALAYA – Kasus penyekapan disertai pemerkosaan terhadap gadis berusia 19 tahun di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil diungkap polisi. Korban selama dua hari disekap pelaku di rumahnya, yang dikenalnya melalui media sosial.

Pengungkapan kasus penyekapan disertai pemerkosaan terhadap gadis berusia 19 tahun, setelah Tim Satreskrim Polres Tasikmalaya, berhasil menangkap pelaku. Pelaku pria berinisial LH, berusia 20 tahun, yang dikenal korban melalui media sosial.

Menurut Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya, Iptu Josner Ringgo, korban disekap dan diperkosa berulangkali di rumah pelaku di wilayah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Korban dijemput pelaku di kediamannya di wilayah Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

“Pelaku berinisial LH, berusia 20 tahun. Kami tangkap dan mengakui perbuatannya. Korban yang ditemukan di kamar rumah pelaku, mengaku, disekap dan mengalami dugaan kekerasan seksual berulang kali,” ujar Josner, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (09/07/2027).

Josner menjelaskan, kasus penyekapan disertai pemerkosaan tersebut terungkap, setelah orangtua korban melaporkan kehilang anaknya. Korban yang sudah dua hari dilaporkan hilang, berusaha dihubungi polisi sampai bisa tersambung ke telepon selularnya.

“Kami berusaha menghubungi HP korban, dan akhirnya bisa tersambung. Kami segera ke TKP (tempat kejadian perkara), setelah korban mengatakan berada di rumah pelaku,” jelas Josner.

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban dan pelaku awalnya tidak saling mengenal. Keduanya berkenalan melalui media sosial Facebook, kemudian janjian bertemu.

Dari janjian bertemu, korban dibawa pelaku ke rumahnya hingga disekap dan diperkosa berulang kali. Pelaku mengaku, melakukan tindakan bejatnya di bawah pengaruh minuman keras.

Pelaku sudah dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Tasikmalaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan Pasal 6 huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022, tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta Pasal 473 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, dengan ancaman hukuman pidana hingga 15 tahun kurungan penjara.

Editor

Recent Posts

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital…

7 jam ago

Kemenhut Jatuhkan Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla

JAKARTA - Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan…

7 jam ago

ChocoRun 2026 Dorong Perempuan Aktif di Kota Bogor Jaga Kesehatan

BOGOR - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim…

9 jam ago

PSO BRT Capai Rp56 Miliar, Tunggu Kesepakan Daerah

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan anggaran hingga sekitar Rp56 miliar untuk mendukung operasional…

9 jam ago

Layanan Isbat Nikah Gratis di Kabupaten Bogor

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk,…

10 jam ago

Agribisnis Kabupaten Bogor Menggeliat di Pasar Hewan Jonggol

JONGGOL – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dikanak) dan arahan Bupati Bogor,…

10 jam ago

This website uses cookies.