• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Energi ‘Sunda’ di Hari Jadi Garut Ke-213

Editor
Kamis, 19 Februari 2026 - 09:25
‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

SATUJABAR, GARUT KOTA – Energi ‘Sunda’ itu terasa menyeruak di area Pusat Kota Garut bersamaan dengan Hari Jadi Garut Ke-213.

Bertempat di Lapangan Oto Iskandar Di Nata atau Alun-Alun Garut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 yang digelar di Lapangan Oto Iskandar Di Nata atau Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (18/2/2026).

RelatedPosts

Hadapi El Nino Godzilla, Mentan: Stok Beras Kita Tertinggi Sepanjang Sejarah

Menkeu Purbaya: APBN Tetap Solid dan Tahan Guncangan

Logo Bandung Lautan Api 2026 Diluncurkan, Begini Penjelasannya

Upacara ini menjadi puncak peringatan Hari Jadi Garut ke-213 yang mengusung tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, Bupati Garut ke-26, Rudy Gunawan, dan tamu undangan lainnya.

Upacara tahun ini tampil berbeda dengan balutan kental budaya Sunda. Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat Mapag Papayung Agung yang diiringi Seni Reog dan Angklung Buncis dari Gabungan Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Kemeriahan semakin memuncak dengan penampilan Tari Rampak Rayak-Rayak yang dibawakan secara kolosal oleh 213 penari, melambangkan usia kabupaten yang dijuluki Swiss van Java ini.

Upacara yang dipimpin oleh Komandan Upacara yaitu Inspektur Pembantu IV, Bambang Hernowo ini juga diwarnai dengan penampilan lagu-lagu bertema daerah, di antaranya lagu “Garut Bangkit Garut Berprestasi” ciptaan Asep Kosasih Oleh Bale Seni Megasari, “Garut Jang Dunya” oleh Pleasure Noise, hingga “Garut Hebat” oleh Berliana Nurfadilah Fitri dan Dafa Al Zackie Syahpoetra.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa esensi terdalam dari peringatan HJG ke-213 adalah rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang dirasakan warga Garut.

“Sementara itu kita pun menyadari masih banyak hal yang harus ditingkatkan, Garut terus melakukan upaya untuk mengurangi berbagai disperitas, yaitu kondisi belum seimbangnya atau belum adanya kesetaraan terutama pada aspek perekonomian, pendidikan dan kesehatan, termasuk infrastruktur,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa momentum HJG kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana untuk mengaktualisasikan visi “Garut Hebat dan Berkelanjutan”. Visi ini merupakan representasi cita-cita kepemimpinan Bupati Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati, Putri Karlina untuk membangun daerah yang berdaya saing, berkeadilan wilayah, dan tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi.

‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)
‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

Ada yang istimewa pada peringatan tahun ini. Syakur menerangkan, Pemkab Garut menghadirkan kembali ruh budaya Sunda melalui berbagai ornamen dan prosesi sejarah, seperti “Mapag Hurip Gumiwang Cigarut” yaitu penelusuran jejak sejarah asal-usul Garut hingga “Napak Darma Lingga Buana” yaitu prosesi simbolis di titik nol kilometer Garut sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

“Rangkaian ini, bukan sekedar seremoni melainkan simbol penguatan identitas penghormatan terhadap asal-usul serta pengingat tanggung jawab kita bersama dalam melanjutkan pembangunan Garut ke masa depan,” katanya.

Mengusung tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, Pemkab Garut mengirimkan pesan kuat tentang semangat kolektif untuk membuat Garut kembali bersinar dan gemilang. Bupati Garut mengajak seluruh komponen pemerintah dan masyarakat untuk bersatu padu.

Kami memiliki harapan tinggi kepada jajaran pemerintahan dan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Garut untuk secara bersama-sama untuk menjadikan momentum Peringatan Hari Jadi Garut ke-213 ini sebagai sarana untuk mengembangkan kebersamaan secara komunal rekam rangka membangun daerah yang kita cintai,” tutupnya.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan peninjauan Pameran Sejarah Garut, stand Gelar Pangan Murah dan Gelar Pangan Olahan, Cek Kesehatan Gratis, stan Seniman Cukur Garut, Garut Hebat, dan BJB Cabang Garut.

Tags: Hari jadi Garut

Related Posts

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendampingi Presiden Prabowo Subianto.(Foto: Setneg)

Hadapi El Nino Godzilla, Mentan: Stok Beras Kita Tertinggi Sepanjang Sejarah

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Indonesia dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak El Nino, dengan dukungan...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(Foto: Setneg)

Menkeu Purbaya: APBN Tetap Solid dan Tahan Guncangan

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tetap solid...

Logo Bandung Lautan Api 2026

Logo Bandung Lautan Api 2026 Diluncurkan, Begini Penjelasannya

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Logo Bandung Lautan Api akhirnya diluncurkan oleh Pemerintah Kota Bandung. Pada peringatan ke-80 pada tahun 2026 ini...

Pengurus DKM dan Jamaah Mukhlishiina Lahuddiin.(Foto:Istimewa).

Memperkuat Silaturahmi dan Kebersamaan, DKM Mukhlishiina Lahuddiin Gelar Halalbihalal 1447 H

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan pasca-Idulfitri 1447 Hijriah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mukhlishiina Lahuddiin Komplek Permata Biru, Kabupaten Bandung,...

Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)

“Sukabumi: Dari Soekaboemi ke Kota yang Disukai”

Editor
6 April 2026

Di kaki pegunungan Jawa Barat, di antara udara yang sejuk dan lanskap yang hijau, berdiri sebuah kota yang namanya terdengar...

Hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau, ungkap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).(Image: BMKG)

Sebagian Wilayah Indonesia Sudah Masuki Musim Kemarau

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau, ungkap Badan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.