• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 20 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

El NiNo 2026 Diperkirakan Moderat, Ungkap BRIN

Editor
Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:49
Mata air yang tak pernah surut di Sumedang meski kemarau tersebar di wilayah Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua. Desa yang ada di kaki Gunung Tampomas Sumedang.El Nino,kekeringan

Mata air yang tak pernah surut di Sumedang meski kemarau tersebar di wilayah Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua. Desa yang ada di kaki Gunung Tampomas Sumedang. (FOTO: Humas Kabupaten Sumedang)

El Nino yang dinilai akan moderat, namun BRIN tetap mewaspadai kemarau panjang

SATUJABAR, JAKARTA – Masyarakat tidak perlu panik menghadapi isu kemunculan El Niño ekstrem pada tahun 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan peluang terjadinya fenomena Godzilla El Niño, yaitu El Niño dengan intensitas sangat kuat yang dapat memicu kekeringan ekstrem, sangat kecil pada tahun ini. Meski demikian, masyarakat dan pemerintah tetap perlu mewaspadai musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Albertus Sulaiman, dalam laporan perkembangan El Niño 2026.

RelatedPosts

Mengapa Bintang Tampak Berputar? Begini Penjelasan BRIN

Kemenkes Luruskan Tuduhan Mark Up Pengadaan HD RSUD Muhammad Thohir

Produk Halal Unggulan Indonesia Unjuk Gigi di Halal Expo Canada 2026

Menurut Albertus, hasil analisis berbagai model iklim dunia menunjukkan bahwa kondisi iklim global saat ini lebih mengarah pada El Niño kategori moderat dengan peluang sekitar 27 persen. Kondisi tersebut berbeda dengan El Niño super kuat atau Godzilla El Niño yang pernah terjadi pada tahun 1997 dan 2015.

“El Niño 2026 diperkirakan tidak akan mencapai tingkat ekstrem. Namun, musim kemarau diprediksi berlangsung lebih lama dengan curah hujan yang berada di bawah rata-rata klimatologis,” jelas Albertus, Sabtu (20/06) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Ia menjelaskan bahwa El Niño merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang mengganggu pola pembentukan awan hujan di Indonesia. Dalam kondisi normal, perairan Indonesia yang hangat menjadi pusat pembentukan awan dan hujan. Namun saat El Niño terjadi, pusat pembentukan awan bergeser ke arah Pasifik Tengah sehingga curah hujan di Indonesia berkurang secara signifikan.

Berdasarkan prediksi BRIN lanjut Albertus, puncak musim kemarau tahun 2026 diperkirakan terjadi pada Agustus. Sejumlah wilayah di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat seperti Bekasi, Cirebon, Kuningan, dan Kota Bandung, berpotensi mengalami kondisi sangat kering. “Secara keseluruhan, peluang terjadinya kemarau yang lebih panjang mencapai sekitar 81 persen,” jelasnya.

Albertus menegaskan bahwa peluang munculnya Godzilla El Niño tahun ini sangat kecil karena beberapa faktor ilmiah. Salah satunya adalah kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini berada pada fase posisi normal (neutral), diprediksi hingga April 2027.

Selain itu, Indonesia dan kawasan Pasifik baru saja mengalami El Niño kuat pada periode 2023–2024, sehingga secara fisik lautan belum memiliki cukup energi untuk kembali membentuk El Niño super ekstrem dalam waktu yang berdekatan.

Meski demikian lanjut Albertus, BRIN menemukan adanya sinyal peningkatan risiko El Niño ekstrem pada periode akhir 2027 hingga pertengahan 2028. Melalui pendekatan analisis stokastik menggunakan Persamaan Fokker-Planck, peluang kemunculan Godzilla El Niño pada periode tersebut diperkirakan meningkat hingga mendekati 40 persen. “Temuan ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah untuk mulai menyiapkan strategi mitigasi jangka menengah,” tegasnya.

Untuk menghadapi dampak kemarau panjang, BRIN telah mengembangkan berbagai teknologi mitigasi berbasis riset. Salah satunya adalah sistem pemantauan lahan gambut secara real time melalui platform Ina-Carbon, yang mampu memonitor tinggi muka air tanah, kelembapan tanah, curah hujan, dan kualitas udara. Sistem ini dapat mendeteksi kondisi kritis lahan gambut satu hingga dua minggu sebelum kebakaran hutan dan lahan terjadi.

Selain itu kata Albertus, BRIN juga mengembangkan teknologi drone pemadam kebakaran yang dapat menjangkau lokasi-lokasi terpencil yang sulit diakses petugas lapangan. Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang umumnya meningkat saat musim kemarau panjang akibat El Niño.

Di sektor pangan, BRIN menyiapkan berbagai teknologi adaptasi untuk mengurangi risiko gagal panen. “Teknologi tersebut mencakup sistem irigasi hemat air, pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien, hingga pemanfaatan lahan suboptimal seperti rawa lebak yang dapat menjadi alternatif produksi pangan saat lahan pertanian konvensional mengalami kekurangan air,” ungkapnya.

Albertus menekankan bahwa keberhasilan menghadapi El Niño tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar anomali iklim yang terjadi, tetapi juga oleh kesiapan teknologi dan strategi adaptasi yang diterapkan sejak dini. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak perlu khawatir berlebihan terhadap isu El Niño ekstrem pada tahun 2026.

“Yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat pengelolaan sumber daya air, mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan, serta memastikan ketahanan pangan tetap terjaga. Dengan mitigasi dan adaptasi yang tepat, dampak El Niño dapat ditekan seminimal mungkin,” pungkas Albertus.

Tags: el nino 2026

Related Posts

Foto jejak bintan di Observatorium Nasional Timau.(Foto: Humas BRIN)

Mengapa Bintang Tampak Berputar? Begini Penjelasan BRIN

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, KUPANG - Hamparan langit malam yang jernih di kawasan Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memperlihatkan pesonanya....

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat memaparkan pembangunan di sektor kesehatan kepada Presiden Prabowo Subianto di Lampung.(Foto: Humas Kemenkes)

Kemenkes Luruskan Tuduhan Mark Up Pengadaan HD RSUD Muhammad Thohir

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kemenkes atau Kementerian Kesehatan meluruskan tuduhan adanya penggelembungan anggaran pengadaan untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD KH...

Paviliun Indonesia hadir dalam Pameran Halal Expo Canada 2026 hadirkan produk halal.(Foto: Kemendag)

Produk Halal Unggulan Indonesia Unjuk Gigi di Halal Expo Canada 2026

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, TORONTO - Paviliun Indonesia hadir dalam Pameran Halal Expo Canada 2026 melalui kerja sama antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor...

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Pemerintah Terapkan B50 Mulai 1 Juli

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah menargetkan implementasi mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat...

rumah sakit, fasilitas kesehatan

Faskes di Kota Bandung Dilarang Tolak Warga Butuh Perawatan

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat perlindungan hak masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan melalui penerbitan Surat Edaran Nomor...

Macau Open 2026,Makau

Macau Open 2026: Tiga Wakil Indonesia ke Semifinal

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Macau Open 2026 berlangsung 16 - 21 Juni 2026 di Dome Pesta Olahraga Asia Timur Macau (Macau...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.