BANDUNG – Ekspor Jawa Barat Januari-Agustus 2026 mencapai USD 27,35 miliar atau naik 6,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai USD 27,13 miliar juga naik 6,66 persen. Demikian juga ekspor migas yang mencapai USD 220,37 juta atau naik 19,97 persen.
Menurut data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Kamis 1 Oktober 2026, nilai ekspor Jawa Barat Agustus 2026 mencapai USD 3,77 miliar atau naik 8,89 persen dibanding ekspor Agustus 2025. Ekspor nonmigas Agustus 2026 mencapai USD 3,73 miliar atau naik 8,65 persen dibanding Agustus 2025.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-Agustus 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Mesin dan Peralatan Mekanis sebesar USD 497,49 juta (24,14 persen). Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Karet dan Barang dari Karet sebesar USD 146,20 juta (14,06 persen).
Ekspor nonmigas Januari-Agustus 2026 terbesar adalah ke Amerika Serikat yaitu USD 4,64 miliar, disusul Filipina sebesar USD 2,37 miliar dan ke Jepang sebesar USD 1,95 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,01 persen. Sementara ekspor ke ASEAN sebesar USD 7,23 miliar dan ekspor ke Amerika dan Eropa sebesar USD 10,23 miliar.
Kinerja ekspor sektoral Januari-Agustus 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 mengalami peningkatan di semua sektor. Sektor Migas naik 19,97 persen; Sektor Pertanian naik 20,49 persen dan sektor Industri Pengolahan naik 6,59 persen dan Sektor Pertambangan naik 7,58 persen.







