• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 26 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Diduga Otak Pembunuhan Vina dan Eky, Pegi Ganti Nama Jadi Robi Saat Ditangkap di Bandung

Editor
Kamis, 23 Mei 2024 - 10:54
Wajah Pegi Setiawan alias Perong, satu dari 3 DPO kasus pembunuhan Vina dan Eky. Pegi diduga menjadi otak pembunuhan yang saat ditangkap di Bandung, sengaja ganti nama menjadi Robi.(Foto:Dok.Ditreskrimum Polda Jabar).

Wajah Pegi Setiawan alias Perong, satu dari 3 DPO kasus pembunuhan Vina dan Eky. Pegi diduga menjadi otak pembunuhan yang saat ditangkap di Bandung, sengaja ganti nama menjadi Robi.(Foto:Dok.Ditreskrimum Polda Jabar).

SATUJABAR, BANDUNG – Hasil pemeriksaan sementara penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat (Jabar),  Pegi Setiawan alias Perong diduga menjadi otak pembunuhan Vina Dewi alias Vina dan Muhamad Rizky alias Eky.

Selama pelariannya di wilayah Bandung, Pegi sengaja ganti nama menjadi Robi untuk menutupi jejak.

RelatedPosts

Permohonan Warga Menikah Usai Lebaran Melonjak 3 Tahun Terakhir

Harga Emas Batangan Antam Kamis 26/3/2026 Rp 2.850.000 Per Gram

Menhub: Penumpang Angkutan Umum Naik 11,11% Hingga H+3

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, mengatakan, Pegi Setiawan alias Perong, berhasil ditangkap saat bekerja menjadi kuli bangunan di kawasan Kopo, Kota Bandung, pada Selasa malam (21/05/2024).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara penyidik Ditreskrimum Polda Jabar, Pegi diduga menjadi otak dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, pada 27 Agustus 2016 lalu.

“Tersangka PS (Pegi Setiawan) diduga menjadi otak pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, yang terjadi delapan tahun lalu,” ujar Jules Abraham, kepada wartawan di Markas Polda (Mapolda) Jabar, Rabu (05/2024).

Jules Abraham menambahkan, Pegi yang selalu berpindah-pindah tempat selama buron, menyulitkan polisi untuk melacak keberadaanya.

Bahkan, dari Cirebon kemudian terakhir lama berada di Bandung, Pegi sengaja mengganti nama panggilan menjadi Robi untuk menutupi jejak.

“Di tempat kerjanya (sebagai kuli bangunan), Pegi, dipanggil dengan nama Robi. Nama Robi atas pengakuannya untuk menutupi jejak,” ungkap Jules Abraham.

Berkat kerja Tim Ditreskrim Polda Jabar dipimpin Direskrimum, Kombes Po. Surawan, dibantu Bareskrim Polri, pelarian Pegi akhirnya terlacak juga.

Satu dari tiga DPO (daftar pencarian orang), yang identitas dan ciri-cirinya telah disebarluaskan tersebut, ditangkap tanpa memberikan perlawanan.

2 DPO Terus Diburu

Polda Jabar menegaskan, akan menyampaikan perkembangan dari penangkapan Pegi dan pengungkapan kasus pembunuhan Vina dan Eky secara terang benderang.

Dengan ditangkapnya Pegi, saat ini tinggal menyisakan dua DPO lagi, yang terus diburu tim di lapangan.

Polda Jabar telah menyebarluaskan ciri-ciri kedua DPO yang sudah dirilis, termasuk melalui media sosial (medsos).

Bagi masyarakat yang mengenali nama dan ciri-ciri kedua DPO, dihimbau untuk melaporkannya ke markas kepolisian terdekat.

Polda Jabar mengingatkan pelaku DPO untuk segera menyerahkan diri, karena pengejaran akan terus dilakukan sampai tertangkap.

Selain itu, diingatkan kepada siapa saja, termasuk pihak keluarga yang berusaha menyembunyikan kedua pelaku DPO, dapat diproses hukum.

Polda Jabar juga sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan kepolisian di luar Jawa Barat, karena tidak menutup kemungkinan pelaku (DPO) yang masih buron, saat ini sudah berada di luar wilayah Jawa Barat.

Berikut ciri-ciri dua pelaku DPO yang dirilis dan telah disebarluaskan Polda Jabar:

Andi diperkirakan berusia 31 tahun. Memiliki tinggi badan 165 sentimeter, berperawakan badan kecil, rambut lurus, serta warna kulit hitam.

Dani diperkirakan berusia 28 tahun. Memiliki tinggi badan 170 sentimeter, berperawakan badan sedang, rambut keriting, serta warna kulit sawo matang.

Kronologi Kejadian

Kasus pembunuhan terhadap Vina Dewi dan Muhammad Rizky alias Eki, terjadi pada 27 Agustus 2016, di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kasus Pembunuhan juga disertai tindak pemerkosaan.

Kedua korban dibunuh secara keji oleh anggota geng motor. Setelah membunuh korban, para pelaku sempat merekayasa seolah-olah keduanya tewas karena musibah kecelakaan.

Dari total 11 pelaku, polisi baru berhasil menangkap 8 orang dan sudah berstatus terpidana (menjalani vonis hukuman penjara).

Pada Selasa malam (21/05/2024), satu dari 3 pelaku DPO, atas nama Pegi Setiawan alias Perong berhasil ditangkap Tim Ditreskrimum Polda Jabar dibantu Bareskrim Polri.

Tags: Akhir Pekanpolda jabarVina Cirebon

Related Posts

Ilustrasi pernikahan.(Foto:Istimewa).

Permohonan Warga Menikah Usai Lebaran Melonjak 3 Tahun Terakhir

Editor
26 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Berdasarkan tren selama tiga tahun terakhir, data permohonan pencatatan pernikahan pada bulan Syawal mengalami peningkatan dari bulan...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi

Harga Emas Batangan Antam Kamis 26/3/2026 Rp 2.850.000 Per Gram

Editor
26 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Kamis 26/3/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.850.000 per gram sebelum...

Pemudik angkutan umum.(Foto: Kemenhub)

Menhub: Penumpang Angkutan Umum Naik 11,11% Hingga H+3

Editor
26 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan Kementerian Perhubungan terus memantau pergerakan penumpang angkutan umum selama masa angkutan Lebaran...

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.(Foto: Dok. Korlantas Polri)

Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup Rabu Malam

Editor
26 Maret 2026

SATUJABAR, SEMARANG - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. resmi menutup Operasi Ketupat...

Wali Kota Bandung Muihammad Farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

TPS Dadakan Bermunculan, Farhan: Melanggar Hukum

Editor
26 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui, meski jalur dan jadwal pengangkutan telah kembali normal, peningkatan timbulan sampah...

Kondisi anak harimau di Kebun Binatang Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Anak Harimau Mati di Kebun Binatang Bandung, Kena Virus Bukan Lalai

Editor
26 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, kematian seekor anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung bukan disebabkan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.