• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 16 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dedi Mulyadi: ‘Rombel’ Diprotes, Saya Tanggungjawab Sebagai Kepala Daerah Agar Rakyat Bisa Bersekolah!

Editor
Sabtu, 12 Juli 2025 - 11:10
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.(Foto:Instragram@dedimulyadi71)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.(Foto:Instragram@dedimulyadi71)

SATUJABAR, BANDUNG–Protes keras sekolah swasta kecewa atas program Penambahan Akses Pendidikan Sekolah (PAPS) dengan menambah rombongan belajar (rombel) di sejumlah sekolah negeri, ditanggapi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi menegaskan, sebagai kepala daerah harus bertanggungjawab melindungi rakyatnya agar bisa bersekolah, dan kebijakan tersebut wujud negara hadir.

Sejumlah sekolah swasta di Jawa Barat mengalami kesulitan mendapatkan siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Pengakuan sekolah swasta tersebut, sebagai dampak kebijakan Gubernur Jawa Barat soal program Penambahan Akses Pendidikan Sekolah (PAPS), dengan menambah rombongan belajar (rombel) di sejumlah sekolah negeri, yang menuai reaksi dan diprotes keras.

RelatedPosts

Siswi SMK Asal Tasikmalaya Hilang Ditemukan di Apartemen PIK 2 Tangerang, Korban ‘Pengantin Pesanan’

Kebakaran Kantor BPN Karawang Hanguskan 90 Persen Gedung Utama

Utang Luar Negeri Agustus 2026 Naik 5,6% Y-o-Y

Sekolah swasta banyak yang harus kehilangan calon peserta didik, karena mencabut berkas dan beralih ke sekolah negeri akibat kebijakan rombel. Dedi Mulyadi bergeming atas polemik yang terjadi.

Dedi Mulyadi menegaskan, keputusannya bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala daerah. Tugas Gubernur hadir dalam melindungi rakyatnya agar bisa bersekolah

“Yang pertama, tugas Gubernur itu melindungi rakyatnya agar bisa bersekolah. Saya sebagai Gubernur sudah menunaikan tugas itu dengan mempertimbangkan berbagai resiko,” ujar Dedi Mulyadi kepada wartawan, Jumat (11/07/2025).

Dedi Mulyadi mengatakan, tetap membuka ruang diskusi dengan sekolah swasta agar pendidikan tetap berjalan beriringan. Dedi Mulyadi tidak menutup mata atas tantangan yang harus dihadapi sekolah swasta dampak dari kebijakan menambah rombongan belajar melalui program Penambahan Akses Pendidikan Sekolah (PAPS).

“Kalau ada sekolah-sekolah swasta muridnya mengalami penurunan, bisa kita cari jalan lain. Bisa dibicarakan agar tetap pendidikan (sekolah swasta) bisa berjalan,” kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, alasan keberaniannya menambah rombel secara besar-besaran pada tahun ajaran 2025/2026. Tanpa intervensi tersebut, maka gejolak sosial yang akan terjadi lebih besar, karena tingginya tekanan dari masyarakat.

“Bayangkan, kalau saya tidak mengambil keputusan itu, protes terjadi di mana-mana. Di setiap sekolah, orangtua siswa berteriak, tidak bisa masuk sekolah. Nanti ada orang memboikot mobil masuk ke sekolah, beragam terjadi,” ungkap Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menyebut, kali pertama terjadi dalam sejarah penerimaan siswa baru di Jawa Barat, tahun ini berlangsung tanpa kekacauan berarti. Tidak ada keributan, hiruk-pikuk, dan protes.

“Hari ini bisa dilihat, sepanjang sejarah dulu PPDB, sekarang SPMB. SPMB baru kali ini sejarah, penerimaan siswa baru tidak ada keributan, tidak ada hiruk-pikuk, tidak ada protes-protes,” sebut Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengingatkan pengalaman masa lalu saat terjadi sengketa zonasi, membuat warga harus mengukur jarak dari rumah ke sekolah dengan meteran. Untuk itu, Dedi Mulyadi kembali menegaskan, negara harus hadir memastikan setiap warga Jawa Barat yang dipimpinnya, mendapatkan akses pendidikan hingga jenjang SMA.

“Saya ingat betul, dulu sampai ada di Bogor saat masih menjadi anggota DPR RI, warga sampai harus mengukur jalan dari rumah hingga ke sekolah. Dimeter pake meteran loh, bayangin,” sebut Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi tidak menginginkan itu terjadi lagi, karena negara sudah hadir. Negara hadir melindungi dan memastikan rakyatnya bisa bersekolah hingga SMA.(chd).

Tags: dedi mulyadiDiprotes Sekolah Swastagubernur jawa baratjawa baratPemprov Jawa BaratPenambahan Rombongan Belajar

Related Posts

Ilustrasi korban tindak pidana 'pengantin pesanan'.(Foto:Istimewa)

Siswi SMK Asal Tasikmalaya Hilang Ditemukan di Apartemen PIK 2 Tangerang, Korban ‘Pengantin Pesanan’

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, TASIKMALAYA--Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang dilaporkan hilang, berhasil ditemukan polisi di sebuah apartemen di...

Bangunan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karawang yang terbakar.(Foto:Istimewa).

Kebakaran Kantor BPN Karawang Hanguskan 90 Persen Gedung Utama

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, KARAWANG--Peristiwa kebakaran Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian besar bangunan kantor....

Utang Luar Negeri. Cadangan devisa.(Image Bank Indonesia0

Utang Luar Negeri Agustus 2026 Naik 5,6% Y-o-Y

Editor
15 Oktober 2026

JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2026 tetap terjaga. Posisi ULN Indonesia pada Agustus 2026 tercatat sebesar...

Pelantikan pejabat baru dan mutasi di Istana Negara Kamis 15 Oktober 2026.(Image: YouTube Setpres)

Kepala BNPB Diganti, Maruli Jadi Wakil Panglima TNI

Editor
15 Oktober 2026

JAKARTA – Kepala BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Suharyanto resmi diganti oleh Letjen TNI Kristomei Sianturi. Pergantian...

Pelaku pemalakan dan perusakan mobil di Kabupaten Bandung Barat.(Foto:Istimewa).

‘Bang Jago’ Viral Palak Sopir dan Merusak Mobil di Bandung Barat Diburu Polisi

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi 'Bang Jago' melakukan aksi pemalakan terhadap sopir mobil di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, viral di media sosial. Pelaku...

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Keributan di KM Nelayan Cahaya Mutiara di Sukabumi, 2 Tewas

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Dua orang dilaporkan tewas setelah terlibat keributan di atas Kapal Motor (KM) Cahaya Mutiara di Perairan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.