• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 11 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

De Wilde Memberi Nama Wilayah Sejuk itu dengan Nama Sukabumi

Editor
Kamis, 24 November 2022 - 01:34
De Wilde Memberi Nama Wilayah Sejuk itu dengan Nama Sukabumi

BANDUNG – Belanda banyak memberikan kontribusi mendirikan kota-kota di Jawa Barat. Salah satunya adalah Sukabumi.

Pada 13 Januari 1815 seorang pengusaha Belanda, Andries Christoffel Johannes de Wilde, memperkenalkan kota Sukabumi. Ia menjadi penguasa Sukabumi karena tertarik dengan keindahan dan kesejukan wilayah ini dan sangat cocok untuk perkebunan.

RelatedPosts

Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf: Warisan Perjuangan Antikolonialisme dan Penyebaran Islam Lintas Benua

Menelusuri Sejarah di Balik Sumpah Pemuda

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Sukabumi merupakan nama yang muncul dari bahasa sansekerta yang berarti Kesenangan, Kebahagiaan, dan kesukaan serta kata bumi berarti bumi tempat. Sehingga kedua kata itu menjadi bumi kesukaan, atau bumi kebahagiaan.

Andris de Wilde merupakan seorang Preanger Planter kopi dan teh yang rumahnya saat ini menjadi Kantor Pemerintah Kota Bandung. Ia mengirim surat ke kawannya Pieter Engelhard untuk mengajukan permohonan penggantian nama Cikole dengan Soekaboemi. Sejak saat itulah Cikole menjadi Soekaboemi.

Sebelumnya pada tahun 1709, Gubernur VOC Van Riebek mengadakan inspeksi kebun kopi di Cianjur, Bogor, Jogjogan, Pondok Kopo dan Gunung Guruh Sukabumi. Ia pun memerintahkan penanaman kopi di wilayah ini. Sehingga Pemerintah Kolonial Belanda kemudian membangun jalur kereta api yang menghubungkan Soekaboemi dengan Buitenzorg serta Batavia di barat dan Ibukota Priangan dan Bandung di Timur. De Wilde saat itu menjabat sebagai pembantu Gubernur Jenderal Daendels dan sebagai tuan tanah Jasinga Bogor.

De Wilde membeli tanah di Sukabumi pada 25 Januari 1813 dengan harga 58 ringgit Spanyol yang berbatasan dengan Lereng Gunung Gede Pangrango, Sungai Cimandiri di Selatan dan Karesidenan Jakarta dan Banten di sebelah Timur Sungai Cikupa.

Sukabumi dulunya merupakan dusun bernama Goenoeng Parang yang saat ini menjadi Kelurahan Gunung Parang. Sukabumi berkembang menjadi beberapa desa seperti Cikole atau Parungseah. Pada 1 April 1914, Belanda menjadikan Sukabumi sebagai Burgerlijk Bestuur dengan alasan bahwa kota ini merupakan pemukiman orang Belanda dan Eropa. Mereka adalah pemilik perkebunan dan harus mendapat layanan istimewa.

Pada tahun 1926, G.F. Rambonnet diangkat menjadi Burgemeester dan pada masa itulah dibangun Stasiun Kereta Api, Masjid Agung, Gereja Kristen, Pembangkit Listrik, Gardu Induk, Sekolah Polisi, dan lain sebagainya.

 

 

 

Tags: belandade wildesoekaboemisukabumivoc

Related Posts

(Foto: Dok. Kemenbud)

Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf: Warisan Perjuangan Antikolonialisme dan Penyebaran Islam Lintas Benua

Editor
11 Oktober 2026

AMSTERDAM - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa warisan intelektual, spiritual, dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari (1626–1699) merupakan...

Kongres Pemuda II yang menjadi salah satu scene terjadinya Sumpah Pemuda.(Foto: Wikipedia)

Menelusuri Sejarah di Balik Sumpah Pemuda

Editor
7 Oktober 2026

JAKARTA - Apa yang terjadi pada 28 Oktober 1928 hingga tanggal tersebut dikenang sebagai Hari Sumpah Pemuda? Peristiwa itu bermula...

Peresmian Museum Bing Slamet.(Foto/Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji)

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi,...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama anggota MPR di Gedung Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Gedung Merdeka, Kota Bandung, menjadi lokasi Peluncuran Buku Sejarah MPR dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat serta Risalah Tematik Perubahan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima Piagam Penghargaan dari Keraton Sumedang Larang yang diserahkan Sri Radya Keraton Sumedang Larang Lukman Soemadisoeria di Museum Srimanganti, Kamis (24/9/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Editor
25 September 2026

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta perhatian dalam memberikan perlindungan hukum kepada Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang  Dony...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.