SATUAJABAR. BANDUNG – Como masuk Liga Champions Eropa 2026-2027 setelah pada akhir musim 2025-2026 finish di posisi empat klasemen Serie A. Pada laga akhir, Como kalahkan tuan rumah Cremonese 4-1 pada laga Minggu 24 Mei 2026. Como menyingkirkan Milan (5) dan Juventus (6) pada klasemen akhir.
Siapa sangka, Como yang disebut-sebut ‘Tim Kecil’ mampu memujudkan mimpi indahnya dalam sejarah sepak bola modern Italia. Como 1907, klub yang sempat terpuruk di kasta ketiga dan berada di ambang kebangkrutan, sukses mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub berdiri.
Keberhasilan dramatis ini dipastikan setelah skuad asuhan Cesc Fàbregas menumbangkan tuan rumah Cremonese di Stadion Giovanni Zini dengan skor telak 4-1 pada pekan pamungkas Serie A, Minggu (24/5/2026) malam waktu setempat. Kemenangan ini membawa Como finis di peringkat keempat klasemen akhir dengan koleksi 71 poin, sekaligus memanfaatkan momentum terpelesetnya AC Milan yang kalah 1-2 dari Cagliari di San Siro.
Sentuhan Emas Konglomerat Indonesia
Keberhasilan I Lariani – julukan Como – menembus kompetisi antarklub paling elite di dunia tidak bisa dilepaskan dari peran krusial pemilik saham mayoritas mereka, Grup Djarum. Sejak diakuisisi oleh gurita bisnis asal Indonesia milik Hartono Bersaudara pada tahun 2019, Como 1907 bertransformasi secara radikal melalui manajemen yang sehat, terstruktur, dan visioner di bawah kendali presiden klub, Mirwan Suwarso.
Hanya dalam kurun waktu tujuh tahun, klub dari tepi danau yang indah ini melompat dari kompetisi kasta bawah hingga sejajar dengan raksasa-raksasa Eropa.
Profil Singkat Como 1907
Nama Resmi: Como 1907
Julukan: I Lariani (Orang-orang dari Danau), I Biancoazzurri (Si Biru-Putih)
Tahun Berdiri: 1907
Stadion: Stadio Giuseppe Sinigaglia (Kapasitas: ~10.584 penonton)
Warna Kebangsaan: Biru dan Putih
Pemilik Mayoritas: SENT Entertainment (Grup Djarum / Hartono Bersaudara)
Presiden/Perwakilan Pemilik: Mirwan Suwarso
Daftar Pemaindi pelatih Cesc Fàbregas:
Penjaga Gawang (Goalkeepers)
Emil Audero (Kiper utama, pemain keturunan Indonesia yang didatangkan dari Sampdoria/Inter)
Pepe Reina (Kiper veteran sarat pengalaman, mantan Liverpool dan AC Milan)
Mauro Vigorito
Lini Belakang (Defenders)
Alberto Moreno (Bek kiri, mantan pemain Liverpool dan Villarreal)
Marc-Oliver Kempf (Bek tengah, jangkar pertahanan dari Jerman)
Edoardo Goldaniga (Bek tengah)
Ignace Van der Brempt (Bek kanan, pinjaman dari RB Salzburg)
Alberto Dossena (Bek tengah)
Filippo Terracciano
Lini Tengah (Midfielders)
Maximo Perrone (Gelandang muda potensial, pinjaman dari Manchester City)
Sergi Roberto (Gelandang serbabisa, mantan kapten Barcelona)
Yannik Engelhardt (Gelandang bertahan dari Jerman)
Luca Mazzitelli (Gelandang tengah)
Ben Kone
Matthias Braunöder
Lini Depan / Penyerang (Forwards & Wingers)
Nico Paz (Gelandang serang/playmaker muda jenius, lulusan akademi Real Madrid)
Patrick Cutrone (Striker lokal andalan, kapten tim, dan mantan pemain AC Milan)
Lucas Da Cunha (Winger andalan asal Prancis, motor serangan tim)
Andrea Belotti (Striker veteran Italia, mantan bintang Torino dan AS Roma)
Alieu Fadera (Winger cepat dari Gambia)
Gabriel Strefezza (Winger lincah asal Brasil)
Simone Verdi (Penyerang kreatif veteran)
Anastasios Douvikas / Jesus Rodriguez (Opsi lini serang)
Pemain Kunci:
Emil Audero: Menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang berkat refleks dan pengalamannya di Serie A.
Nico Paz: Menjadi motor kreativitas serangan Como. Visinya di lapangan sering disebut-sebut sebagai salah satu talenta muda terbaik di liga.
Patrick Cutrone: Striker kelahiran asli kota Como yang menemukan ketajamannya kembali dan menjadi mesin gol utama sekaligus pahlawan lokal bagi publik Como.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber








