• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 26 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Business Networking Kemendag Koneksikan Ekspor ke Tujuh Pasar Nontradisional

Editor
Sabtu, 11 April 2026 - 04:51
Kementerian Perdagangan memfasilitasi jejaring bisnis (business networking) untuk menggali peluang ekspor ke tujuh pasar nontradisional, yaitu Mozambik, Fiji, Laos, Brasil, Uruguay, Oman, dan Hong Kong.(Foto: Humas Kemendag)

Kementerian Perdagangan memfasilitasi jejaring bisnis (business networking) untuk menggali peluang ekspor ke tujuh pasar nontradisional, yaitu Mozambik, Fiji, Laos, Brasil, Uruguay, Oman, dan Hong Kong.(Foto: Humas Kemendag)

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perdagangan memfasilitasi jejaring bisnis (business networking) untuk menggali peluang ekspor ke tujuh pasar nontradisional, yaitu Mozambik, Fiji, Laos, Brasil, Uruguay, Oman, dan Hong Kong. Pada business networking tersebut, Kemendag mempertemukan empat perusahaan eksportir Indonesia anggota InaExport dengan kedutaan besar enam negara serta Hong Kong Trade Development Council (HKDTC). Kegiatan berlangsung pada Kamis, (9/4) di Ruang Permanent Trade Exhibition, Jakarta Pusat.

“Pertemuan ini menghubungkan eksportir Indonesia dengan tujuh pasar nontradisional untuk semakin memperkuat ekspor. Eksportir kita dapat memaparkan keunggulan produk sekaligus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dagang yang bisa dimaksimalkan ke mitra-mitra ekspor nontradisional Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menanggapi business networking tersebut secara terpisah.

RelatedPosts

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

Kemenhut Jatuhkan Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla

PSO BRT Capai Rp56 Miliar, Tunggu Kesepakan Daerah

Keempat perusahaan eksportir yang hadir pada business networking, yaitu PT Queen Pacific Sukses Abadi dengan produk alas kaki, PT Oneject Indonesia dengan alat kesehatan seperti jarum suntik sekali pakai, PT Allana Maju Berdaya dengan aneka produk kerajinan tangan bernilai seni, serta PT Salaku Cara Enak Makan Salak dengan produk makanan dan minuman inovatif berbahan baku salak. Selain itu, turut hadir Komisioner Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi Komisi Informasi Pusat Samrotunnajah Ismail.

“Seluruh produk yang ditampilkan oleh eksportir merupakan produk unggulan yang kami nilai berpotensi besar untuk menembus pasar ekspor di kawasan Afrika, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah,” kata Puntodewi.

Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Laos, Vonekham Singkhamvongsa, mengapresiasi keragaman dan kualitas produk-produk Indonesia pada business networking tersebut. “Kami sangat senang bisa hadir di sini dan mengetahui lebih banyak tentang produk-produk Indonesia. Kegiatan ini sangat baik, tidak hanya bagi perusahaan-perusahaan Indonesia, tetapi juga bagi kami selaku perwakilan kedutaan untuk lebih mengenal produk-produk Indonesia,” ujar Vonekham.

Sementara itu, Titin Dwi Isnaini, pemilik dari PT Allana Maju Berdaya mengapresiasi fasilitasi yang diberikan Kemendag. Ia melihat ada peluang terbuka untuk berjejaring dengan sesama pengusaha Indonesia sekaligus menggali peluang jangka panjang dengan mitra dagang Indonesia. “Kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering dan mengundang lebih banyak perwakilan kedutaan,” ujar Titin.

Apresiasi juga disampaikan oleh Surianti, Direktur Utama dari PT Queen Pacific Sukses Abadi. Ia mengungkapkan, business networking membuka peluang bagi produknya menjangkau negara-negara baru dan berharap dapat menjangkau pasar-pasar dengan permintaan tinggi. “Kami berharap dapat difasilitasi ekspor ke negara-negara dengan permintaan tinggi terhadap produk kami dan Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dari sisi tarif dibandingkan negara pesaing,” ungkap Surianti.

Kemudian, Marketing Assistant Manager PT Oneject Indonesia, Dimas, berharap kegiatan ini dapat dikembangkan lebih lanjut agar dapat memberikan dampak yang semakin signifikan bagi industri alat kesehatan nasional. “Khusus untuk produk alat kesehatan, akan sangat membantu apabila hadir pula tim regulator dari negara tujuan ekspor sehingga diskusi dapat lebih teknis dan terarah. Kami harap, kegiatan seperti ini semakin sering dilaksanakan untuk mendorong ekspor Indonesia,” ungkap Dimas.

Tags: Business Networking KemendagMenteri Perdagangan

Related Posts

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keterangan kepada awak media di Monuman Pers, Solo, Jawa Tengah, Selasa (25/08/2026) terkait Yogi Starlink.(Foto: Humas Komdigi)

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

Editor
25 Agustus 2026

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menghormati proses hukum yang...

Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Jatuhkan Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla

Editor
25 Agustus 2026

JAKARTA - Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah hasil pengawasan menemukan...

BRT Kota Bandung

PSO BRT Capai Rp56 Miliar, Tunggu Kesepakan Daerah

Editor
25 Agustus 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan anggaran hingga sekitar Rp56 miliar untuk mendukung operasional Bus Rapid Transit (BRT) melalui...

Sidang Isbat Nikah di Kabupaten Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Layanan Isbat Nikah Gratis di Kabupaten Bogor

Editor
25 Agustus 2026

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus...

Bupati Bogor Rudy Susmanto saat peresmian Pasar Hewan Jonggol.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Agribisnis Kabupaten Bogor Menggeliat di Pasar Hewan Jonggol

Editor
25 Agustus 2026

JONGGOL – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dikanak) dan arahan Bupati Bogor, terus memperkuat sektor peternakan melalui...

Ilustrasi minuman keras (miras).(Foto:Istimewa).

Pemkab Bogor Tegas Hentikan Produksi Minuman Beralkohol

Editor
25 Agustus 2026

CITEUREUP - Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait aktivitas...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.