• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 8 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Bung Karno Pernah Tinggal di Cimahi

Editor
Selasa, 03 Oktober 2023 - 01:08
umah Mbah Wongso di Cimahi yang Dulu Pernah Disinggahi Bung Karno Muda (cimahikota.go.id)

umah Mbah Wongso di Cimahi yang Dulu Pernah Disinggahi Bung Karno Muda (cimahikota.go.id)

Pemandangan rumah dengan arsitektur neo klasik ala Belanda terdapat di Jalan Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat. Rumah itu milik saudagar dan dan teman Bung Karno bernama Wongso Abuchaer.

Rumah megah bergaya Barat itu masih berdiri kokoh meskipun usianya sudah lebih dari satu abad. Kini dihuni cucu Mbah Wongso, Dewi Indraprasti (71 tahun) bersama suaminya Tiswara (78 tahun). Mereka sudah puluhan tahun menjaga peninggalan saudagar kaya zaman Belanda itu.

RelatedPosts

Pahlawan Wanita: Segudang Pelajaran di Museum RA Kartini

Saat Menteri Ekraf Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien

Big Bad Wolf, Mendorong Literasi Lewat Event

Melihat langsung rumah Mbah Wongso belum lama ini, bagian depan rumah, gaya rumah dinas tentara KNIL ala Belanda sudah terlihat jelas dengan halaman yang luas. Memasuki ke dalamnya, di ruang depan terdapat beranda san kamar tidur di sampingnya.

Di ruang tengah tempat keluarga berkumpul ada tiga kamar tidur. Uniknya, langit-langit tiap ruangan berbeda-beda. Ada yang memakai pelat eser (seng tebal), ada juga yang murni pakai papan kayu jati.
Sementara di bagian belakang terdapat, kamar untuk pembantu, dapur, dan kamar mandi.

Bangunan itu dihubungkan dengan bangunan utama melalui koridor. Komposisi ruangan seperti ini tak beda dengan rumah-rumah dinas tentara di Garnizun. Di samping sebelah kanan bangunan utama, ada paviliun.

Sementara di belakang masih menyisakan lahan untuk kebun. Kondisi itu masih dipertahankan hingga kini. Hanya saja keberadaan sebuah pendopo di depan rumah atau halaman depan yang dulunya dipakai untuk menggelar wayang kulit setiap muludan atau momen lain sudah dirobohkan.

Rumah megah itu dibangun Mbah Wongso sekitar tahun 1918 dan diperkirakan selesai tahun 1921 di atas lahan sekitar 2.190 meter persegi. Ia membangun rumah dari hasil keringatnya dari berjualan dan memilih Baros yang ketika itu masih yang ketika itu masih berupa daerah persawahan dan kebun kelapa yang sepi.

“Bangun rumah di sini sekitar tahun 1918 dan selesai itu tahun 1921 pas mertua saya (S Kartono Abuchaer) lahir,” ujar Dewi, belum lama ini.

PEDAGANG

Pria asal Yogyakarta itu datang ke Cimahi sekitar tahun 1980-an. Ia berjualan bakul, sandal kayu Jawa hingga klompen alias bakiak di Pasar Antri yang ketika itu bangunannya belum permanen. Ia tinggal di daerah Gang Rangsom, Cimahi saat itu.

Kemudian Wongso menambah barang jualannya dengan batik yang dibawa dari Yogyakarta, hingga menjadikannya saudagar sugih. Usahanya terus berkembang hingga bisa menyuplai bahan-bahan makanan seperti beras, tepung, gula ke tangsi-tangsi tentara. Lalu lahan yang sudah dibelinya di seberang rumah di Baros dijadikan Mbah Wongso pasar yang masih berdiri hingga kini.

“Usahanya maju di sini kemudian keluarga bahkan sodara dibawa ke sini. Beliau termasuk yang mendirikan Pasar Antri,” kata Dewi.

Kehidupan Mbah Wongso tidak hanya soal berdagang, di jug ternyata dalam kegiatan Sarekat Islam yang didirikan HOS Tjokroaminoto yang sering datang ke Cimahi dan menginap di rumah Mbah Wongso yang berada di Jalan Bapa Ampi.

Aktivitas itulah yang membuat Mbah Wongso mengenal Soekarno atau Bung Karno yang saat itu belum menjadi Presiden Republik Indonesia. Bahkan, Bung Karno disebut pernah bertandang ke rumah Mbah Wongso yang berada di Baros.

Rumah bersejarah itu kemudian didatangi Rahmawati Soekarnoputri, putri Bung Karno yang sedang menelusuri jejak perjuangan ayahnya itu. Keluarga Mbah Wongso diajak untuk ikut napak tilas Soekarno ke Banceuy dan sebagainya.

“Bung Karno pernah ke sini, salat di sini, ngobrol biasa. Kapannya saya kurang tau, tapi sebelum jadi presiden. Kemudian Rahmawati ke sini, napak tilas datang ke sini. Kita diajak ke Banceuy,” ucap dia.

Setelah berdiri 100 tahun lebih, rumah yang sudah dihuni Dewi bersama keluarga besarang berencana akan menjual rumah bersejarah itu. “Berat sebetulnya, tapi ya gimana enggak ada yang mau nerusin ngurus rumah. Saya sama istri kan sudah sepuh. Hasil rembukan keluarga mau dijual,” ujarnya.

Ketua Komunitas Tjimahi Heritage Machmud Mubarok mengatakan, engan segala perjuangan dan kontribusinya, Machmud menilai nama Mbah Wongso pantas untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Seperti disematkan sebagai nama jalan di Kota Cimahi.

“Saya kira pantas beliau untuk diabadikan sebagai nama jalan, seperti pejuang lainnya dari Cimahi,” kata Machmud.

Dia mengatakan, rumah Mbah Wongso yang pernah disinggahi Bung Karno itu sempat jadi sasaran penjarahan ketika Belanda berhasil menguasai kembali Cimahi sebagai garnisun tahu 1948. Ketika itu Divisi Siliwangi harus hijrah, Mbah Wongso pun termasuk warga biasa yang ikut hijra ke daerah asalnya di Yogyakarta. Bak sebuah firasat, saudagar kaya itu meninggal dunia di tanah kelahirannya.

“Mbah Wongso meninggal di Jogja diiperkirakan dalam usia 68 tahun,” tutur Machmud.

Kehidupan keluarga Mbah Wongso tetap berjalan walau sang Mbah sudah tiada. Tanah dan harta kekayaan pun sudah dibagikan kepada sembilan anaknya. Ada yang memperoleh rumah di Jalan Lurah, Gang Rangsom, Gatsu, Kebon sari. Sementara S Kartono Abuchaer, anaknya, memperoleh warisan tanah dan rumah di Baros.

Sumber: Pemkot Cimahi

Tags: bung karno

Related Posts

Pahlawan Nasional Wanita Indonesia - Museum RA Kartini.(Foto: Dok. Humas Kemenpar)

Pahlawan Wanita: Segudang Pelajaran di Museum RA Kartini

Editor
7 Agustus 2026

JAKARTA – Pahlawan wanita di Indonesia tentu sangatlah banyak di antara sederet nama yang ‘diakui’ pemerintah. Salah satunya adalah Raden...

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ziarah ke makam Cut Nyak Dien.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Saat Menteri Ekraf Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien

Editor
5 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Suasa khidmat mewarnai kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya ke Makam Cut Nyak Dien di...

Pemerintah Kota Bandung menghadirkan konsep baru dalam pengembangan literasi dengan menggelar Big Bad Wolf Books 2026 yang dipadukan dengan festival Pages and Plates. Kegiatan yang berlangsung di Bikasoga pada 3–9 Agustus 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Big Bad Wolf, Mendorong Literasi Lewat Event

Editor
4 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Big Bad Wolf (BBW) X-Treme Sale 2026 resmi hadir di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung, Senin, 3...

Helatan Budaya Nyanet Festival 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Kamis (30/7/2026) malam.(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kab. Garut)

Bikin Bangga! Nyanet Festival di Garut Masuk Karisma Event Nusantara

Editor
31 Juli 2026

Nyanet Festival 2026, sebuah gelaran budaya daerah diselenggarakan di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Kamis (30/7/2026) malam....

Logo Hari Jadi Kuningan.(Image: Humas Pemkab Kuningan)

Logo Hari Jadi Kuningan ke-528, Ini Pemenangnya

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, KUNINGAN – Logo Hari Jadi Kuningan ke-528 telah ditetapkan pemenangnya yang akan menjadi Identitas Visual Hari Jadi ke-528 Kuningan....

Peringatan Hari Puisi Indonesia.(Foto: Humas Kemenbud)

Hari Puisi Nasional, Menbud: Pemajuan Kebudayaan Nasional

Editor
28 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Hari Puisi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat