• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 11 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN Ungkap Potensi Besar Spesies Baru Indonesia

Editor
Selasa, 26 Mei 2026 - 09:23
Indukan bunga bangkai mekar di Kebun Raya Cibodas

Indukan bunga bangkai mekar di Kebun Raya Cibodas. (FOTO: Humas BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Indonesia masih menyimpan potensi besar penemuan spesies baru yang belum teridentifikasi. Hal tersebut mengemuka dalam Talkshow para taksonom Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertajuk “Exposing New Plant Species & Flora Expedition”, yang diselenggarakan di Auditorium Gd. BJ. Habibie, Jakarta, Senin (25/5).

Dalam diskusi tersebut, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Deden Girmansyah, mengungkapkan bahwa hingga kini baru sekitar 243 spesies begonia yang tercatat di Indonesia, sementara secara global jumlahnya mencapai sekitar 2.000 spesies.

RelatedPosts

Wali Kota Bandung Masuk Rumah Sakit

5 Bendungan yang Diresmikan Presiden Prabowo

1000 Lebih ASN di Jabar Terlibat Judi Online, Paling Besar Rp.800 Juta

“Potensi penemuan spesies baru masih sangat besar. Di Papua misalnya, dari data yang ada baru tercatat dua spesies begonia, padahal Papua Nugini memiliki sekitar 69 spesies. Jadi kemungkinan masih banyak sekali yang belum ditemukan,” jelas Deden seperti dikabarkan Humas BRIN.

Menurutnya, Indonesia, khususnya Kalimantan dan Papua, masih menyimpan banyak kawasan yang belum tereksplorasi secara optimal. Ia bahkan memperkirakan jumlah begonia di Kalimantan saja bisa mencapai ratusan spesies. Deden juga menyoroti minimnya jumlah ahli taksonomi di Indonesia. Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik menjadi taksonom untuk mempercepat identifikasi kekayaan biodiversitas nasional.

Selain potensi ilmiah, begonia liar juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat praktis. Tanaman ini dikenal memiliki bentuk dan warna daun yang menarik sebagai tanaman hias, mengandung banyak air pada batangnya, serta berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional.

Namun demikian, Deden mengingatkan bahwa degradasi habitat menjadi ancaman utama bagi kelestarian begonia liar. “Kita berpacu dengan waktu, apakah spesies itu ditemukan lebih dulu atau justru hilang lebih dulu akibat kerusakan habitat,” ujarnya.

Diskusi juga menghadirkan peneliti anggrek BRIN, Destario Metusala, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Botani Terapan BRIN yang memaparkan temuan tiga spesies anggrek baru, termasuk anggrek unik dari Aceh bernama Chiloschista tjiasmantoi. Anggrek tersebut dikenal sebagai “anggrek akar” karena hampir tidak memiliki daun dan melakukan fotosintesis melalui akarnya.

“Fotosintesisnya lebih dominan dilakukan oleh akar yang mengandung klorofil,” jelas Rio.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki sekitar 4.000 spesies anggrek, menjadikannya salah satu negara dengan keragaman anggrek tertinggi di dunia. Sebagian besar di antaranya bersifat endemik dan memiliki potensi besar untuk pengembangan obat, kosmetik, tanaman hias, hingga bahan aromatik.

Namun, Rio menilai ancaman terhadap anggrek juga sangat serius, mulai dari kehilangan habitat akibat alih fungsi lahan hingga pemanenan berlebih dari alam untuk kebutuhan kolektor dan industri obat. “Sebagian besar bahan baku obat masih diambil langsung dari alam. Karena itu, budidaya dan penangkaran menjadi solusi penting untuk menjaga keberlanjutannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Ridha Mahyuni, memaparkan penemuan spesies baru Rafflesia harjatiae di kawasan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, wilayah yang kini masuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut Ridha, spesies tersebut memiliki karakteristik unik berupa warna jingga tanpa totol khas seperti pada Rafflesia lainnya. Identifikasi dilakukan melalui kajian morfologi dan analisis molekuler. “Penemuan ini sangat signifikan karena jumlah Rafflesia di dunia hanya sekitar 40 spesies dan hanya ditemukan di Asia Tenggara,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia kini memiliki sekitar 18 spesies Rafflesia, tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Penemuan spesies baru tersebut semakin mengukuhkan Indonesia sebagai pusat keragaman Rafflesia dunia.

Melalui diskusi ini, BRIN menegaskan pentingnya eksplorasi, dokumentasi, dan konservasi biodiversitas Indonesia secara berkelanjutan. Kekayaan hayati Nusantara dinilai bukan hanya penting bagi ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan ekonomi berbasis biodiversitas di masa depan.

Tags: BRINSpesies Baru Indonesia

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di DPRD Kota Bandung. Wali Kota mengemukakan Pendapatan daerah Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2025 realisasinya mencapai sekitar 95,11 persen dari target.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung Masuk Rumah Sakit

Editor
11 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat ini sedang menjalani pemeriksaan dan perawatan...

Bendungan.(Foto: Setneg)

5 Bendungan yang Diresmikan Presiden Prabowo

Editor
10 Juli 2026

5 Bendungan yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum menelan dana Rp9,79 triliun yang tersebesar di sejumlah wilayah. SATUJABAR, LOMBOK -...

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.(Foto:Istimewa).

1000 Lebih ASN di Jabar Terlibat Judi Online, Paling Besar Rp.800 Juta

Editor
10 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Miris! Lebih dari seribu orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Barat, dilaporkan terlibat judi online. Dari ribuan ASN...

Ilustrasi pelaku pencurian.(Foto:Istimewa).

Maling Satroni Rumah Warga di Bogor Curi HP dan Kamera, Polisi Usut Pelaku

Editor
10 Juli 2026

SATUJABAR, BOGOR--Aksi pencurian di rumah warga yang berasa di komplek perumahan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial....

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Jakarta World Cinema (JWC) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (9/7/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.)

Jakarta World Cinema Akan Gelar Festival Film Internasional

Editor
10 Juli 2026

Jakarta World Cinema akan dikembangkan menjadi festival film internasional yang berkontribusi terhadap pertumbuhan industri film sekaligus penguatan ekonomi kreatif nasional....

SPBU Pertamina.(Foto: Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat)

Pertamina Pastikan Pasokan BBM ke Seluruh SPBU di Bogor

Editor
10 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan penyaluran BBM ke seluruh SPBU di Bogor tetap berjalan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat