• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 22 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN Ketemu Dewan Jamu, Ini Yang Dibahas

Editor
Jumat, 10 Januari 2025 - 07:27
BRIN, Minyak kayu putih

BRIN

BANDUNG – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menerima audiensi Dewan Jamu Indonesia di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Rabu (8/1). Pertemuan ini membahas langkah strategis untuk memperkuat riset dan inovasi produk jamu berbasis kearifan lokal, sehingga mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Handoko menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas produk jamu melalui pendekatan riset yang lebih mendalam. “BRIN siap menjadi enabler dalam pengembangan produk jamu, terutama jika produsen ingin meningkatkan kategori produk menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT) atau Fitofarmaka. Hal ini memerlukan uji praklinis dan klinis yang signifikan, dan di sinilah BRIN bisa memberikan kontribusi besar,” ujarnya.

RelatedPosts

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

Lebih lanjut, Handoko menjelaskan bahwa BRIN memiliki infrastruktur lengkap seperti laboratorium berstandar GMP (Good Manufacturing Practice) dan fasilitas produksi terbatas untuk mendukung pengembangan produk. Dengan memanfaatkan fasilitas ini, produsen dapat menghemat biaya dan waktu tanpa mengganggu lini produksi reguler mereka.

Handoko juga mendorong saintifikasi jamu berbasis kearifan lokal. Ia menyebut bahwa riset mendalam untuk membuktikan secara ilmiah manfaat jamu dapat membuka peluang pengembangan produk baru. “Inspirasi dari kearifan lokal bisa menjadi basis inovasi. Dengan dukungan evaluasi genomik dan data lainnya, kita bisa mengembangkan produk yang lebih baik atau meningkatkan kualitas yang sudah ada,” tambahnya melalui keterangan resmi.

Untuk mendukung hal ini, BRIN telah memiliki skema program akuisisi pengetahuan lokal yang melibatkan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa. Program ini bertujuan mendokumentasikan kearifan lokal dalam bentuk buku, video, atau audiovisual lainnya.

Dalam audiensi tersebut, BRIN membuka peluang kolaborasi dengan Dewan Jamu Indonesia untuk memperluas program akuisisi pengetahuan lokal yang spesifik mengenai jamu. Selain itu, BRIN mengusulkan agar produk inovasi jamu dapat ditampilkan dalam pameran tahunan Indonesia Research and Innovation Expo (Inari Expo).

“Pameran ini dapat menjadi platform untuk memperkenalkan produk jamu unggulan dalam skala nasional dan internasional. Dengan pengelompokan berdasarkan klaster, seperti ‘Jamu Nusantara’, produk-produk inovatif akan lebih mudah diterima publik,” kata Handoko.

Sebagai penutup, Handoko mengajak produsen jamu dan Dewan Jamu Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas produk mereka dan menjalin kolaborasi lebih erat dengan BRIN. “Kami ada untuk mendukung langkah strategis ini. Semoga kolaborasi ini mampu mengangkat citra jamu sebagai warisan budaya sekaligus produk inovasi modern yang membanggakan,” katanya.

Dukungan Saintifikasi Jamu untuk Penguatan Jamu Nusantara

Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum Dewan Jamu Indonesia, Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Daniel Tjen, Sp.S., didampingi Sekretaris Umum Dewan Jamu Indonesia, apt. Fajar Prasetya, M.Si., Ph.D., menyampaikan pentingnya mengoptimalkan riset berbasis saintifikasi jamu. Daniel menyoroti regulasi terkait, seperti Permenkes Nomor 3 Tahun 2010 tentang saintifikasi jamu, sebagai landasan untuk memperkuat posisi jamu di Indonesia.

Menurutnya, jamu ini memang memiliki pendekatan riset yang berbeda dibandingkan OHT dan fitofarmaka. Metode yang digunakan dikenal sebagai reverse fitofarmakologi, di mana efek klinisnya dipelajari lebih dahulu dan kemudian diperkuat dari sisi kimia fisikanya. Jadi, ini adalah jalan awal yang penting untuk meningkatkan kualitas jamu secara bertahap.

Ia menekankan pentingnya pengumpulan data ilmiah untuk mendukung perkembangan jamu. “Betul data itu sangat penting. Jamu tidak akan bisa maju tanpa adanya data pendukung, meskipun memang sifatnya berbeda dengan OHT dan fitofarmaka. Ini adalah tantangan yang harus kita jawab bersama,” tambahnya.

Daniel juga mengungkapkan bahwa Dewan Jamu Indonesia telah menyusun program untuk mendukung dokumentasi jamu Nusantara. Ia menyoroti perlunya merangkul kearifan lokal dari seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya Jawa, mengingat sejarah panjang jamu yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

“Jamu sering dianggap Jawa-sentris, padahal kalau kita lihat dari sejarah, jamu itu ada di seluruh Nusantara. Misalnya, di Kalimantan Timur, Kerajaan Kutai juga memiliki tradisi jamu yang menggunakan bahasa lokal mereka. Ini yang akan menjadi fokus kita untuk mendokumentasikan dan melestarikan kearifan lokal ini,” jelasnya.

Fajar Prasetya menambahkan bahwa program ini telah mendapatkan dukungan dari beberapa sponsor. “Alhamdulillah, sudah ada sponsor yang meminta proposal dari Dewan Jamu Indonesia untuk mendukung akuisisi pengetahuan lokal terkait jamu. Dengan dukungan ini, kami akan memulai program pendokumentasian dan penelitian dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Daniel mengapresiasi inisiatif BRIN dalam membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Ia juga berharap program-program seperti pameran Inari dapat menjadi platform untuk memperkenalkan hasil inovasi produk jamu di tingkat nasional dan internasional.

“Kami sepakat dengan pandangan Bapak Kepala BRIN bahwa riset dan inovasi harus menjadi pondasi untuk memajukan jamu. Kami berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan, termasuk program akuisisi pengetahuan lokal yang lebih fokus pada jamu. Dengan sinergi ini, kita bisa mengangkat jamu Nusantara ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Tags: BRINDewan Jamu

Related Posts

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 yang berlangsung pada 21-23 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia memasuki ekosistem hidrogen dengan kehadiran armada bus diesel yang dimodifikasi serta koridor hidrogen sepanjang 194 kilometer....

Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima audiensi manajemen Bridgestone Indonesia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).(Foto: Humas Kemendag)

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Editor
21 Juli 2026

Bridgestone Indonesia menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Oleh karena itu, Bridgestone Indonesia...

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan operasional PT Samwon Busana Indonesia.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi kabar mengenai pemutusan hubungan kerja...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Tim Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Terduga Teroris di Ciamis

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, CIAMIS--Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang pria di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Penangkapan pria tersebut, karena diduga...

Danau Toba. (Foto: Kemlu)

Air Danau Toba Susut? Ini Penjelasan BRIN

Editor
21 Juli 2026

Air Danau Toba susut menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akibat faktor yang berbeda-beda pada setiap periode. SATUJABAR, BANDUNG...

Taufik Hidayat (30), saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Polda Jabar Limpahkan Berkas Perkara Kasus Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat telah melimpahkan berkas perkara kasus penyekapan dan penganiayaan berat YT, wanita berusia 29 tahun oleh kekasihnya,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat