• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 12 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN Dokumentasikan 10 Rekaman Baru Anggrek Indonesia

Editor
Senin, 11 Mei 2026 - 10:51
Anggrek kuku macan

Anggrek kuku macan.(FOTO: BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama mitra peneliti berhasil mendokumentasikan sepuluh spesies anggrek sebagai rekaman baru di Indonesia. Temuan ini memperluas data sebaran anggrek Nusantara, sekaligus menegaskan pentingnya eksplorasi biodiversitas dan kajian herbarium dalam mendukung konservasi flora Indonesia.

SATUJABAR, YOGYAKARTA – Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah, Universitas Samudra, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melaporkan sepuluh spesies anggrek sebagai rekaman baru (new records) untuk Indonesia. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Lankesteriana volume 26 (1) tahun 2026 melalui artikel berjudul Ten New Orchid Records from the Indonesian Archipelago.

RelatedPosts

Kasus Bullying di Asrama Kampus Telkom University Bandung, Pelaku di ‘DO’ Rektor Minta Maaf

Serangan ke Bandara Arab Saudi, Kemenhaj Imbau WNI Waspada

Menhub Dudy: Aturan Ojol Masuk dalam Revisi UU LLAJ

Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas dunia dengan sekitar 5.000 spesies anggrek. Namun, banyak wilayah di Indonesia yang masih belum tereksplorasi secara optimal. Sehingga, sejumlah spesies anggrek belum terdokumentasikan dengan baik.

Dalam penelitian ini, tim mendokumentasikan sepuluh spesies anggrek yang baru tercatat di Indonesia, yaitu Bulbophyllum nematocaulon, Bulbophyllum sanguineomaculatum, Cleisomeria lanatum, Corybas calopeplos, dan Corybas holttumii dari Sumatra; Acanthophippium bicolor dan Anoectochilus papuanus dari Jawa; Dendrobium teretifolium dari Kepulauan Nusa Tenggara; Bulbophyllum thiurum dari Kalimantan; serta Aerides augustiana dari Sulawesi.

BACA JUGA: Kasus Hantavirus: Dirjen WHO Kirim Pesan Menyentuh untuk Warga Tenerife

Penelitian dilakukan melalui eksplorasi lapangan yang dilakukan oleh Yuda Rehata Yudistira dari Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara dan Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah, serta Wendy A. Mustaqim dari Departemen Biologi Universitas Samudra pada periode 2020 hingga 2024 di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Tim peneliti melakukan pengambilan spesimen, dokumentasi morfologi, pengawetan herbarium, serta analisis perbandingan dengan koleksi herbarium nasional dan internasional.

Peneliti PRBE BRIN, Aninda Retno Utami Wibowo, menjelaskan, temuan ini menunjukkan masih besarnya potensi biodiversitas anggrek Indonesia yang belum terdokumentasi.

“Temuan sepuluh rekaman baru ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Kawasan Wallacea dan wilayah timur Indonesia, masih menyimpan banyak potensi keanekaragaman anggrek yang belum terdokumentasi. Eksplorasi lapangan dan kajian koleksi herbarium perlu terus diperkuat untuk memperkaya data biodiversitas nasional,” ujar Aninda melalui keterangan resmi BRIN.

Beberapa spesies yang ditemukan juga menunjukkan pola persebaran yang menarik secara biogeografi. Anoectochilus papuanus yang sebelumnya diketahui tersebar di Papua dan Kepulauan Solomon kini ditemukan di Jawa Timur. Sementara Dendrobium teretifolium yang sebelumnya diketahui berasal dari Australia tercatat ditemukan di Nusa Tenggara Timur.

SIMAK JUGA: Follow TikTok Satujabar.com

Selain memperluas data distribusi spesies, penelitian ini juga memberikan informasi mengenai habitat, ekologi, fenologi, serta karakter morfologi masing-masing spesies anggrek. Beberapa spesies ditemukan tumbuh di hutan pegunungan, rawa dataran rendah, hingga kawasan hutan lumut dengan kondisi lingkungan yang spesifik.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penting bagi upaya konservasi flora Indonesia, terutama di kawasan yang masih kurang tereksplorasi. Dokumentasi spesies yang akurat diperlukan untuk mendukung perlindungan habitat serta penguatan kebijakan konservasi berbasis data ilmiah.

Tags: Anggrek IndonesiaBRINbromo

Related Posts

Stop Bullying, atau Perundungan.(Foto:Istimewa).

Kasus Bullying di Asrama Kampus Telkom University Bandung, Pelaku di ‘DO’ Rektor Minta Maaf

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Telkom University Bandung, Jawa Barat, menjatuhkan sanksi tegas, melakukan pemecatan, atau drop-out (DO) terhadap mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri, setelah...

Jemaah haji Indonesia turun dari pesawat.(Foto: Humas Kemenhaj)

Serangan ke Bandara Arab Saudi, Kemenhaj Imbau WNI Waspada

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah...

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Minggu (11/10). Menurut Menhub Dudy, pengaturan dalam UU LLAJ menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan layanan transportasi berbasis aplikasi yang masif digunakan masyarakat saat ini. Aturan yang tengah dibahas adalah melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.(Foto: Kemenhub)

Menhub Dudy: Aturan Ojol Masuk dalam Revisi UU LLAJ

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan peraturan terkait layanan transportasi berbasis aplikasi, termasuk ojek online (ojol), revisi dalam Undang-Undang tentang...

Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono.(Foto: Humas Kemenkes)

Tingkatkan Kualitas SDM, Kemenkes Tegaskan Kesehatan Jiwa Sangat Penting

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Kesehatan...

(Foto: Istimewa)

Hadapi Pekerjaan Kritikal di Tengah Laut, Manajemen Pertamina Patra Niata Kilang Balongan Tegas Ingatkan Aspek Safety

Editor
12 Oktober 2026

INDRAMAYU - Kilang Pertamina Balongan tengah bersiap melaksanakan pekerjaan krusial yang berlokasi di tengah laut, yakni pekerjaan Change Over SPM...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Senin 12/10/2026 Antam Rp 2.594.000 Per Gram

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 12/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.594.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.