SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat pada 5 Februari 2026 melansir data tenaga kerja di kawasan Jawa Barat.
Menurut data itu,
Perekonomian Jawa Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan IV-2025 mencapai Rp 786,47 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 474,28 triliun.
Ekonomi Jawa Barat triwulan IV-2025 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 2,68 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 27,92 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 54,51 persen.
Ekonomi Jawa Barat triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,85 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,69 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,18 persen.
Pengangguran Terbuka
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) November 2025 sebesar 6,66 persen, turun sebesar 0,11 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2025 yang sebesar 6,77 persen.
Jumlah angkatan kerja pada November 2025 sebanyak 26,63 juta orang, naik 0,34 juta orang dibandingkan Agustus 2025.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,68 persen poin dari 66,99 persen pada Agustus 2025 menjadi 67,67 persen.
Penduduk yang bekerja sebanyak 24,86 juta orang, naik sebanyak 0,35 juta orang mulai Agustus 2025.
Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah lapangan pekerjaan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (0,10 juta orang).
Sementara pekerjaan-pekerjaan yang mengalami penurunan yaitu Pertambangan dan Penggalian (0,04 juta orang).
Sebanyak 11,05 juta orang (44,45 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik sebanyak 0,01 juta orang jika dibandingkan Agustus 2025.







