• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 7 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Akhir 2024 dan Sepanjang 2025

Editor
Selasa, 19 November 2024 - 07:51
Badai angin kencang pantai rancabuaya

Angin kencang melanda Pantai Rancabuaya Kabupaten Garut Selasa (13/3/2024). (FOTO: Humas Kab. Garut)

BANDUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, hingga angin kencang, akan meningkat pada akhir tahun 2024 dan sepanjang tahun 2025. Proyeksi ini didasarkan pada prediksi curah hujan yang diperkirakan lebih tinggi dari normal, yang dipengaruhi oleh fenomena iklim global dan regional.

Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam Sosialisasi Potensi Bencana Hidrometeorologi yang dilaksanakan pada Rapat Koordinasi Inflasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (18/11). Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita mengungkapkan bahwa fenomena iklim, seperti La Niña dan Indian Ocean Dipole (IOD), akan berperan besar dalam peningkatan curah hujan di Indonesia.

RelatedPosts

Perhatian! Pemkot Bandung Mulai Bangun Halte BRT di 232 Titik

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 7/3/2026 Rp 3.059.000 Per Gram

Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Terkait PP TUNAS

Fenomena La Niña dan Dampaknya pada Curah Hujan

Dwikorita menjelaskan bahwa penyimpangan suhu muka laut di Samudra Pasifik, Samudra Hindia, dan perairan Indonesia terkait erat dengan fenomena La Niña yang lemah. “Fenomena La Niña yang diperkirakan akan berlanjut hingga awal tahun 2025 ini menyebabkan suhu perairan Indonesia lebih hangat dari rata-rata, yang pada gilirannya memicu peningkatan pembentukan awan hujan,” ujarnya.

BMKG memproyeksikan bahwa sekitar 67% wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan lebih dari 2.500 mm per tahun pada 2025, dengan beberapa daerah diperkirakan mencapai 5.000 mm per tahun. Wilayah-wilayah yang berpotensi menerima curah hujan tinggi antara lain Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Sementara itu, sekitar 15% wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami curah hujan di atas normal, sedangkan hanya 1% wilayah yang diprediksi akan mengalami curah hujan rendah, terutama di Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat.

“Jadi, ringkasannya adalah akhir tahun 2024, mulai dari bulan November hingga Desember, kita akan memasuki musim hujan, yang disertai dengan fenomena La Niña lemah yang meningkatkan curah hujan di banyak wilayah,” jelas Dwikorita.

Peringatan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Dengan proyeksi curah hujan yang tinggi, Dwikorita mengingatkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, longsor, dan angin kencang akan meningkat pada 2025. Puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada Januari hingga Februari, yang biasanya disertai dengan fenomena angin kencang dan kilat petir.

“Wilayah-wilayah yang rawan banjir dan longsor, terutama yang berada di lereng gunung api, harus tetap waspada. Hujan dengan intensitas sedang pun dapat menyebabkan banjir lahar yang berpotensi merusak,” tambah Dwikorita.

Pentingnya Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi kapan saja. Dwikorita berharap pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait dapat memanfaatkan informasi cuaca yang disediakan untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan.

“Dengan adanya data cuaca yang lebih terperinci dan pemantauan yang lebih akurat, kami berharap potensi dampak bencana dapat dikurangi,” tutur Dwikorita.

Tanggapan dari Pemerintah dan BNPB

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, juga mengimbau para kepala daerah untuk mengantisipasi proyeksi cuaca yang disampaikan BMKG dan melakukan langkah-langkah antisipatif, mengingat agenda besar seperti Pilkada dan libur Natal serta Tahun Baru yang akan datang.

“Para kepala daerah diharapkan untuk melakukan langkah-langkah antisipatif, mengingat potensi bencana yang dapat terjadi bersamaan dengan kegiatan tersebut,” ujar Tito.

Senada dengan itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan daerah menghadapi bencana. “Berdasarkan prediksi BMKG, kita harus segera mengidentifikasi dan menguasai potensi bencana di setiap titik. Wilayah yang sering terdampak banjir, seperti yang tercatat dalam sejarah bencana sebelumnya, harus lebih diperhatikan, terutama sebelum perbaikan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan,” tegas Suharyanto.

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca secara berkala dan mengambil langkah-langkah pencegahan. Menjaga kesiapsiagaan, menghindari daerah rawan bencana, serta mempersiapkan langkah-langkah darurat menjadi hal yang sangat penting, terutama menjelang musim hujan yang diperkirakan lebih intens pada 2025.

“Dengan pemantauan cuaca yang lebih baik dan kesiapsiagaan yang maksimal, kami berharap dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalisir, sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjaga,” tutup Dwikorita.

Tags: bencana alambencana hidrometeorologibmkg

Related Posts

BRT Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Perhatian! Pemkot Bandung Mulai Bangun Halte BRT di 232 Titik

Editor
7 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan mulai membangun halte Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik. Menurut...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 7/3/2026 Rp 3.059.000 Per Gram

Editor
7 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Sabtu 7/3/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 3.059.000 per gram sebelum...

Menkomdigi Meutya Hafid menandatangani Peraturan Menkomdigi No. 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (06/03/2026). Foto: Ardi W/Komdigi

Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Terkait PP TUNAS

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksanaan dari Peraturan...

bank bjb. (Foto: Istimewa)

Sustainability Bond Tahap II bank bjb Dapat Respons Positif, Perkuat Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan

Editor
6 Maret 2026

BANDUNG – Komitmen bank bjb dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan kembali mendapat respons positif dari pasar. Hal ini tercermin dari tingginya...

(Foto: Istimewa)

bank bjb Perluas Akses Pembiayaan Produktif bagi Nelayan di Kabupaten Cirebon

Editor
6 Maret 2026

CIREBON - bank bjb memperluas literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat pesisir melalui partisipasi aktif dalam kegiatan edukasi keuangan bertajuk...

Kecelakaan beruntun di KM 93-B Tol Cipularang mengakibatkan 2 orang tewas.(Foto:Istimewa).

Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang 2 Orang Tewas, Sopir Truk Kontainer Jadi Tersangka

Editor
6 Maret 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Tol Cipularang, setelah sembilan kendaraan terlibat tabrakan beruntun. Tabrakan beruntun yang dipicu truk...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.