• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 18 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Editor
Kamis, 07 November 2024 - 08:05
(IMAGE: BMKG)

(IMAGE: BMKG)

BANDUNG – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menghadapi cuaca ekstrem serta potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi selama musim hujan ini.

Menurut Dwikorita, pemerintah daerah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan karena sebagian besar wilayah Indonesia kini telah memasuki musim penghujan.

RelatedPosts

KA Rajabasa Gunakan Ekonomi Premium Modifikasi Mulai 4 Juli 2026

Sadis! Dua Kakak-Beradik di Bawah Umur di Sumedang Disiram Air Keras OTK

Hotel Sultan Sedang Dieksekusi, Ini Profilnya

“Adanya fenomena La Niña diperkirakan akan menambah curah hujan hingga 20 persen lebih tinggi dari rata-rata normal hingga awal 2025. Fenomena ini juga meningkatkan kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujar Dwikorita dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (6/11/2024).

Lebih lanjut, Dwikorita menekankan pentingnya optimalisasi infrastruktur pengelolaan air di wilayah perkotaan dan daerah rawan banjir.

“Pemerintah harus memastikan sistem drainase, peresapan, dan tampungan air dapat berfungsi dengan baik untuk mencegah banjir. Selain itu, keandalan operasional waduk dan kolam retensi harus terjaga untuk mengelola curah hujan tinggi pada musim hujan dan menyimpan air untuk penggunaan musim kemarau,” tambahnya.

Musim Hujan Mulai Terjadi, Waspadai Bencana

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menyatakan bahwa saat ini sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Sumatera, sebagian Kalimantan, dan Jawa bagian tengah hingga barat, sudah memasuki musim hujan.

“Wilayah Pulau Jawa lainnya diperkirakan akan menyusul pada dasarian II November 2024,” ujar Guswanto.

Namun, meski baru memasuki musim hujan, beberapa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor sudah terjadi di wilayah Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan selalu siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem.

Guswanto juga memaparkan bahwa berdasarkan analisis BMKG, ada potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat sertai kilat/petir dan angin kencang dalam periode 7-12 November 2024.

Fenomena cuaca ini terpengaruh oleh dinamika atmosfer yang sedang berlangsung di Indonesia, yang dapat meningkatkan intensitas hujan di sejumlah wilayah, termasuk di area yang berisiko terhadap gangguan transportasi.

Peringatan untuk Sektor Transportasi dan Nelayan

BMKG juga mengimbau kepada pengguna transportasi, baik di laut maupun udara, untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem ini. “Kami meminta kepada penyedia jasa transportasi dan operator, terutama untuk sektor laut dan udara, untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini,” ujar Guswanto.

Bagi nelayan, dia menyarankan agar tidak melaut saat cuaca buruk dan selalu memantau kondisi cuaca, angin, dan tinggi gelombang melalui aplikasi InfoBMKG.

Dampak Siklon Tropis Yinxing

BMKG juga memantau perkembangan Siklon Tropis Yinxing yang saat ini berada di Laut Filipina. Guswanto memperkirakan siklon ini akan meningkat intensitasnya dalam 24 jam ke depan, meski diperkirakan akan bergerak menjauhi Indonesia. Meskipun demikian, siklon tropis ini dapat menyebabkan dampak cuaca tidak langsung dalam 24-48 jam ke depan.

“Wilayah yang akan terpengaruh antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, dengan potensi hujan lebat. Selain itu, gelombang laut dapat meningkat antara 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa perairan, seperti Kepulauan Sangihe-Talaud dan Laut Maluku,” tambah Guswanto.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Cuaca

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan bahwa fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial turut mempengaruhi ketersediaan uap air basah yang dapat memicu gangguan pola angin dan mendukung pertumbuhan awan hujan.

“Pertemuan angin dan labilitas atmosfer lokal juga berperan dalam meningkatkan potensi hujan, terutama di daerah konvergensi,” jelas Andri.

Dengan berbagai fenomena cuaca yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi cuaca ekstrem serta bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi dalam sepekan ke depan.

Waspada dan Antisipasi Dini

“Sepekan ke depan, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem serta bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Andri Ramdhani.

 

Tags: bmkgCyclonePrakiraan CuacaSiklon

Related Posts

Kereta api melintasi jembatan, KA Rajabasa

KA Rajabasa Gunakan Ekonomi Premium Modifikasi Mulai 4 Juli 2026

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan peningkatan layanan pada KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang PP sebagai respons atas...

Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah.(Foto:Istimewa).

Sadis! Dua Kakak-Beradik di Bawah Umur di Sumedang Disiram Air Keras OTK

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Dua orang anak di bawah umur di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi korban penyiraman air keras orang tidak dikenal...

Kawasan Hotel Sultan.(gbk.go.id)

Hotel Sultan Sedang Dieksekusi, Ini Profilnya

Editor
18 Juni 2026

Hotel Sultan pada 18 Juni 2026 menjalani eksekusi PN Jakarta Pusat yang merupakan lahan negara dibawah pengelolaan Sekretariat Negara. Menteri...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pemberlakuan SNI wajib pada AMDK merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjamin keamanan dan mutu produk yang beredar di masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.(Foto: Humas Kemenperin)

Industri AMDK Wajib SNI Oktober 2026, Ini Langkah Kemenperin

Editor
18 Juni 2026

Industri AMDK wajib SNI diatur dalam Permenperin Nomor 62 Tahun 2024 mencakup lima kategori produk, yaitu Air Mineral (SNI 3553:2023),...

Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan kunjungan ke Yamagen Koi Farm di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Senin (15/6/2026).(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Bupati Bogor Kunjungi Yamagen Koi Farm

Editor
18 Juni 2026

SATUJABARM, CISEENG - Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan kunjungan ke Yamagen Koi Farm di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Senin (15/6/2026). Kunjungan...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Kamis 18/6/2026 Antam Rp 2.703.000 Per Gram

Editor
18 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 18/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.703.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.