• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

‘Biang Kerok’ di Lokasi Bencana Sukabumi, 65 Persen Hutan Gundul

Editor
Senin, 16 Desember 2024 - 10:52
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.(Foto:Istimewa).

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, SUKABUMI — Vegetasi hutan, atau kumpulan tumbuh-tumbuhan di kawasan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah hilang hingga 65 persen. Hilangnya tutupan hutan, alias gundul hingga 65 persen di daerah dengan topografi yang cukup curam, menjadi biang kerok terjadinya bencana banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Hilangnya vegetasi hutan, atau kumpulan tumbuh-tumbuhan di kawasan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, hingga 65 persen, disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau lokasi bencana banjir bandar, tanah longsor, dan pergerakan tanah di Desa Lembursawah, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (15/12/2024).

RelatedPosts

Bocah Hilang Saat Mencari Belut Di Garut Ditemukan Tewas

Ini Dia Harga Acuan CPO dan Biji Kakao Periode Maret 2026

Lebaran 2026: Mudik Unik Pakai Kereta Panoramik

Hanif merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di wilayah Kecamatan Pabuaran, hasil dari pemantauan citra satelit, setelah terjadinya bencana banjir bandang, tanah longsor, dan pergeseran tanah di sejumlah titik di Kabupaten Sukabumi.

“Tentunya, kami sangat prihatin dengan kondisi di Kecamatan Pabuaran. Dari hasil pemantauan citra satelit, tutupan hutan di daerah ini telah hilang hingga 65 persen, sementara topografi lerengnya cukup curam,” ujar Hanif.

Hanif mengatakan, hilangnya tutupan hutan, alias gundul, menjadi biang kerok, atau penyebab terjadinya bencana. Ditambah cuaca ekstrem dengan tingginya intensitas hujan dan angin, mendorong terjadinya tanah longsor, pergerakan tanah, hingga banjir bandang, sebagai bencana, sekaligus ancaman serius ke depannya.

Hanif menegaskan, perlu langkah-langkah serius dan konkret untuk memperbaiki areal lahan, terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaso, yang kondisi lahannya tidak stabil. Langkah tersebut bisa dilakukan dengan metode vegetatif, atau menanam kembali, dan teknis sipil.

“Kami, Kementerian LH (Lingkungan Hidup), akan mendukung penghijauan dengan tanaman jenis multi-strata dan tanaman keras, seperti jabon, mahoni, serta jati, yang sudah dikembangkan masyarakat setempat,” ungkap Hanif.

Hanif menyebutkan, tanaman hortikultura yang mendominasi daerah tersebut, sudah tidak mampu menahan erosi. Sehingga, limpasan permukaan, atau surface runoff menjadi tinggi, harus ada kegiatan vegetasi dan teknis sipil untuk mengurangi risiko bencana.

Hanif juga menyampaikan komitmennya untuk mengingatkan kementerian terkait, termasuk Menteri Kehutanan, Menteri Pekerjaan Umum, Gubernur, dan Bupati, agar lebih serius menangani masalah lingkungan. Apalagi, ada laporan hasil temuan Walhi tentang adanya eksploitasi hutan secara sporadis oleh pertambangan.

“Saya mendapat laporan adanya aktivitas tambang dan kegiatan di kawasan hutan yang tidak ramah lingkungan. Kami akan cek, termasuk pengawasan dan penegakan hukum bila diperlukan,” tegas Hanif.

Hanif juga mengingatkan berdasarkan laporan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), ancaman hidrometeorologi diperkirakan terus meningkat seiring dengan tingginya curah hujan dan angin kencang. Hanif mengimbau masyarakat tetap waspada dan bersiaga, terutama dalam menjaga kesehatan lingkungannya.

“Kami akan serius mendalami, dan sudah melakukan pemetaan lokasi. Setelah tanggal darurat selesai dilaksanakan, kami akan melakukan frienship dan apa pengaruhnya terkait kualitas lingkungan, begitupun sampah-sampah harus ditangani sebagai faktor penyebab terjadinya banjir,” jelas Hanif.

Hanif didampingi jajaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, mendatangi posko pengungsian untuk melihat kondisi masyarakat terdampak. Kementerian Lingkungan Hidup memberikan bantuan buat para korban di lokasi bencana.(chd)

Tags: Bencana SukabumiHanif Faisol Nurofiqlongsor sukabumiMenteri LHK

Related Posts

Ilustrasi korban tenggelam di sungai.(Foto:Istimewa).

Bocah Hilang Saat Mencari Belut Di Garut Ditemukan Tewas

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, GARUT--Bocah berusia 9 tahun bernama Robi, yang dilaporlkan hilang di Sungai Cikandang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas. Korban...

Harga CPO atau minyak kelapa sawit,Indeks Harga Perdagangan Besar. Ekspor limbah,harga referensi cpo

Ini Dia Harga Acuan CPO dan Biji Kakao Periode Maret 2026

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif...

Kereta Priority

Lebaran 2026: Mudik Unik Pakai Kereta Panoramik

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyiapkan total 30.712 tempat duduk layanan kereta premium selama masa Angkutan...

Proses gerhana bulan.(Image: BMKG)

Warga Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Selasa 3 Maret Mulai Pukul 18.00 WIB

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Sebuah pemandangan menakjubkan akan hadir ke tengah-tengah kita. Masyarakat dapat melihat salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan...

Rest Area Travoy KM 207A Ruas Palimanan-Kanci (Palikanci) alami lonjakan pengunjung pada H-5 jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H yang jatuh pada Rabu (10/3/2024).

Info Penting Nih! Pengaturan Lalu Lintas serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Balik Angkutan Lebaran 2026

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia...

Pengibaran bendera setengah tiang.(Foto: Setneg)

Try Sutrisno Wafat, Pemerintah Instruksikan Pengibaran Setengah Tiang Selama 3 Hari

Editor
2 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia yang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.