SATUJABAR, BANDUNG–Maraknya kejahatan jalanan, termasuk kejahatan begal, mendesak Polrestabes Bandung mengambil langkah cepat dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Bandung. Polrestabes Bandung membentuk Tim Khusus Reaksi Cepat, dengan menggabungkan Tim Prabu Lodaya Presisi, Tim Perintis, dan Tim Resmob Satreskrim, dalam menjaga kemanan dan ketertiban di wilayah hukum Polrestabes Bandung.
Tiga tim bergabung menjadi Tim Khusus dalam satu buah tim bernama Unit Reaksi Cepat Pemberantasan Kejahatan Jalanan dan Kejahatan C-3 (Pencurian Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor) Polrestabes Bandung. Tim dibentuk Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi, dengan instruksi menjaga Kota Bandung selama 24 jam.
“Tim Khusus Reaksi Cepat ini merupakan tim gabungan dari tim yang sudah ada sebelumnya, Tim Prabu Lodaya Presisi, Tim Perintis, dan Unit Resmob. Jadi kerja tim ini akan dioptimalkan dalam memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat, bagaimana membuat Kota Bandung aman, nyaman, serta kondusif,” ujar Dedi, dalam keterangannya, Sabtu (30/05/2026).
Dedi mengatakan, kekuatan personel tim untuk tahap pertama, 30 personel yang dipilih. Selanjutnya dikembangkan lagi sesuai tantangan tugas maupun kebutuhan yang dihadapi dan terjadi di lapangan.
Dedi memastikan, tim akan fokus terhadap semua jenis kejahatan, termasuk begal, sebagai perbuatan tindak pidana di wilayah hukum Polrestabes Bandung. Fokusnya, kejahatan C-3, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, serta pencurian kendaraan bermotor.
“Teknisnya di lapangan, tim melakukan patroli mobile, pihak kepolisian juga sudah memiliki kontak darurat 110 yang bisa dihubungi langsung masyarakat. Reaksi cepat saat masyarakat melaporkan, tim ini segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), tentunya bersama-sama dengan personel Pamapta,” tegas Dedi.
Tim bekerja dan bergerak selama 24 jam. Tujuh hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan, nonstop menjaga keamanan, ketertiban, serta memberi rasa aman dan nyaman kepada warga Kota Bandung.








