• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 9 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Bangkai Kapal Ancam Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Wajibkan Wreck Removal Certificate

Editor
Kamis, 09 April 2026 - 03:07
(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

SATUJABAR, BEKASI — Bangkai kapal (wreck) yang mengendap di dasar laut atau mencuat ke permukaan adalah ancaman nyata bagi keselamatan pelayaran dan lingkungan laut.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempertegas kewajiban kepemilikan Wreck Removal Certificate (WRC) bagi setiap kapal dan meluncurkan layanannya secara digital melalui Aplikasi Maritim-Hub.

RelatedPosts

2 Rumah di Sumedang Diterjang Longsor, Satu Orang Tertimbun

GIICOMVEC 2026 Resmi Dibuka, Kemenperin: Perkuat Daya Saing Industri Otomotif

Gempa Sulut & Malut: Frekuensi Gempa Susulan Cenderung Menurun

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Mulyadi, menegaskan bahwa persoalan bangkai kapal tidak bisa dianggap enteng.

Sebagai negara yang berada di persimpangan dua samudra dan dua benua, Indonesia menanggung risiko tinggi dari kepadatan lalu lintas kapal di perairannya.

“Bangkai kapal bukan hanya rintangan navigasi, tetapi ancaman bagi lingkungan laut kita. Semakin lama dibiarkan, semakin besar dampaknya,” ujar Masyhud dalam Sosialisasi Layanan Wreck Removal Certificate di Hotel Four Points by Sheraton, Bekasi, Kamis (9/4//2026).

Ia menambahkan, dalam kondisi tertentu, bangkai kapal bahkan dapat menyebabkan kecelakaan berulang, terutama di jalur padat dan perairan sempit.

Selain aspek keselamatan, keberadaan bangkai kapal juga berdampak pada lingkungan laut. Material kapal, muatan berbahaya, hingga potensi kebocoran bahan bakar dapat mencemari ekosistem laut dan merusak habitat biota.

Kewajiban Hukum yang Tidak Bisa Diabaikan

Secara nasional, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 27 Tahun 2022 mewajibkan pemilik kapal mengangkat bangkai kapal dalam batas waktu tertentu. Bila lalai, pemerintah berwenang mengambil tindakan dan membebankan biayanya kepada pemilik kapal.

Di tingkat internasional, Indonesia juga telah meratifikasi Nairobi International Convention on the Removal of Wrecks 2007 melalui Perpres Nomor 80 Tahun 2020.

Konvensi ini mewajibkan pemilik kapal memiliki jaminan asuransi khusus untuk biaya wreck removal yang tercermin dalam WRC.

“Ini kewajiban yang mengikat secara hukum, baik di dalam negeri maupun di mata dunia internasional,” tegas Masyhud.

 

Kini Diurus Digital lewat Maritim-Hub

Melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor SE-DJPL 32 Tahun 2025, kewenangan penerbitan WRC beralih dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan ke Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) dan kini terintegrasi dalam Aplikasi Maritim-Hub.

Pihaknya memandang bahwa penguatan sistem wreck removal merupakan bagian dari upaya besar membangun tata kelola maritim yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

“Kami ingin pemilik kapal tidak lagi menemui hambatan birokrasi dalam memenuhi kewajiban hukum mereka. Proses sertifikasi harus lebih cepat, transparan, dan mudah diakses,” tutupnya.

Tags: Bangkai KapalBangkai Kapal Ancam Keselamatan PelayaranDirektorat Jenderal Perhubungan LautDirektur Jenderal Perhubungan LautHublakemenhubKementerian PerhubunganMuhammad MasyhudPelayanan

Related Posts

Proses evakuasi korban tertimbun longsor di Kabupaten Sumedang.(Foto:Istimewa).

2 Rumah di Sumedang Diterjang Longsor, Satu Orang Tertimbun

Editor
9 April 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Dua bangunan rumah warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diterjang bencana longsor saat hujan lebat. Empat orang terjebak di...

(Foto: Istimewa)

GIICOMVEC 2026 Resmi Dibuka, Kemenperin: Perkuat Daya Saing Industri Otomotif

Editor
9 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri kendaraan niaga nasional sebagai salah satu penopang utama sistem logistik...

Gempa Sulut dan Malut.(Image: Kementerian ESDM)

Gempa Sulut & Malut: Frekuensi Gempa Susulan Cenderung Menurun

Editor
9 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi frekuensi gempabumi susulan pasca-gempa utama M7,6 di Maluku Utara menunjukkan...

Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

17700 Jemaah Haji 40 Kloter Diberangkatkan dari BIJB Kertajati

Editor
9 April 2026

SATUJABAR, MAJALENGKA--Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, akan melayani 40 kloter penerbangan pada Musim Haji 2026. Total jemaah haji...

Sejumlah jamaah haji lansia memanfaatkan petugas pendorong kursi roda. (Dok. Istimewa)

Biaya Haji 2026 Naik? Menhaj: Tidak Dibebankan Ke Jemaah

Editor
9 April 2026

SATUJABAR, TANGERANG - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pemerintah memastikan setiap potensi penyesuaian...

(Foto: BPMI Sekretariat Presiden RI)

Menko Perekonomian Optimistis dengan Resiliensi Ekonomi Indonesia Hadapi Dinamika Global

Editor
9 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.