• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 26 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kena PHK, Asep Malah Jadi Artpreneur Sukses

Editor
Jumat, 16 Desember 2022 - 08:00
kena phk

Asep 'Bucrak' Kurnia (47) warga RW 4 Kelurahan Pasir Impun Kecamatan Mandalajati terinspirasi untuk menjadi perajin kendang. (bandung.go.id)

SATUJABAR, BANDUNG: Kena PHK, tetapi berbekal kecintaan pada seni budaya Sunda, Asep ‘Bucrak’ Kurnia (47) warga RW 4 Kelurahan Pasir Impun Kecamatan Mandalajati terinspirasi untuk menjadi perajin kendang.

Bermodalkan alat sederhana, ia menyulap gelondongan-gelondongan kayu menjadi sebuah alat musik pukul yang biasa digunakan untuk mengiringi pagelaran Sunda semisal jaipong, wayang golek, dan pencak silat.

RelatedPosts

Cibaduyut Makin Kreatif, Pengalaman Bikin Sandal Sendiri

PERSIB Luncurkan Jersey 2026-2027, Produsen Kelme

FIA Rallycross World Cup 2026 5-6 Desember 2026 di Jakarta

“Berawal dari di-PHK dari pabrik, ditambah bapak seorang seniman terompet Sunda. Awalnya saya juga servis kendang saja, lama-kelamaan saya bikin kendang sendiri,” ujar Asep kepada Humas Kota Bandung di bengkel produksi kendangnya, Rabu 14 Desember 2022.

Dikutip situs Pemkot Bandung, pada awal usahanya membuat kendang tahun 2007 lalu, Asep melakukan semuanya seorang diri.

Ia mulanya mencari kayu, memotong bentuk, membuat pola hingga menentukan jenis kendang apa yang akan dibuat. Semuanya ia rakit dengan penuh ketelitian dan kesabaran.

Asep menggunakan kayu nangka lokal Jawa Barat dan menggunakan kulit kerbau sebagai bahan dasar pembuatan kendang.

“Kolaborasi kayu pohon nangka dan kulit kerbau menghasilkan suara jauh lebih bagus,” katanya.

BERBUAH HASIL

Seiring berjalannya waktu, usaha kendangnya kian maju, kini ia dibantu satu pekerjanya.

Dalam sebulan, Asep mampu memproduksi 3-4 set kendang.

Setiap set kendang terdiri dari 2 indung (kendang berukuran besar) serta 4 kulanter (kendang berukuran kecil) untuk pencak silat dan untuk jaipong 1 indung serta 2 kulanter.

“Satu set itu selesai dalam waktu 7 sampai 10 hari,” katanya.

Karya-karya kendangnya banyak diminati oleh kalangan musisi gamelan Sunda, rombongan pemusik wayang Goleg, dan para pelestari tradisi di Jawa Barat lainnya.

Kendang buatannya juga sudah banyak terjual ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan kendang buatannya sudah merambah pasar internasional sampai ke Belanda dan Prancis.

“Kita sudah sampai ke Belanda dan Perancis untuk penjualannya. Ada yang pesan untuk dibawa kesana,” katanya.

Setiap set gendang dijual mulai dari harga Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Bahkan kendangnya sempat terjual Rp 20 juta per set.

“Itu ada pesanan buat ke luar negeri, tembus Rp 20 juta per set,” ujarnya.

Kini ia mulai merambah penjualan melalui platform media sosial melalui akun Instagram @bucrak_production_ dan Facebook pengrajin kendang.

Ia berharap semakin banyak perajin kendang yang berkembang dan generasi muda banyak yang gemar terhadap kesenian daerah. Ini sebagai upaya meningkatkan kecintaan terhadap budaya Sunda.

“Saya berharap generasi muda banyak yang suka kesenian daerah demi kemajuan budaya Sunda,” ujarnya.

Tags: artasepkendangphksatujabarseniman

Related Posts

Sepatu Cibaduyut.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Cibaduyut Makin Kreatif, Pengalaman Bikin Sandal Sendiri

Editor
26 Agustus 2026

BANDUNG - Bicara soal alas kaki, Cibaduyut tentu sudah menjadi salah satu kawasan yang lekat dengan industri kulit dan kerajinan...

Jersey Persib 2026-2026 by Kelme.(Foto: Website persib.co.id)

PERSIB Luncurkan Jersey 2026-2027, Produsen Kelme

Editor
26 Agustus 2026

BANDUNG - PERSIB resmi memperkenalkan jersey yang akan digunakan untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/27. Peluncuran berlangsung di Bandung...

FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026 merupakan ajang FIA Rallycross World Cup pertama di dunia yang diselenggarakan di Asia Tenggara, yang menjadi momentum bersejarah bagi Jakarta dan Indonesia, diinisiasi melalui kerja sama antara Sarga Motorsport dan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) di Jakarta International E-Prix Circuit, Ancol, pada 5–6 Desember 2026. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.)

FIA Rallycross World Cup 2026 5-6 Desember 2026 di Jakarta

Editor
25 Agustus 2026

FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026 menjadi yang pertama yang diselenggarakan di Asia Tenggara. Digelar 5-6 Desember di Jakarta. JAKARTA...

Kejuaraan Dunia BWF Bulutangkis 2026

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Daftar Lengkap Juara

Editor
24 Agustus 2026

NEW DELHI — Kejuaraan Dunia BWF 2026 memasuki babak final pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Indira Gandhi Indoor Stadium,...

Kopi kabupaten Bandung

Kopi Kabupaten Bandung Barat Tembus Pasar Inggris

Editor
22 Agustus 2026

JAKARTA - Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melepas ekspor 10 ton biji kopi mentah (green bean) produksi Java...

Penanganan Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Orangutan Terdampak Kebakaran Kalimantan Dievakuasi

Editor
22 Agustus 2026

PONTIANAK – Orangutan di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat terdampak kebakaran hutan dan lahan. Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.