• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Atep Bratasena, Dalang Muda Pelestari Wayang Golek Modern

Editor
Selasa, 28 Januari 2025 - 09:40
Atep Bratasena

Atep Bratasena.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

BANDUNG – Atep Bratasena (30), seorang dalang muda asal Lingkung Seni Cipta Pujangga, Dusun Kojengkang, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, berhasil menarik perhatian masyarakat lokal maupun mancanegara melalui keahliannya dalam mendalang dan membuat wayang golek. Selama lebih dari 15 tahun, Atep telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni tradisional ini dengan berbagai inovasi yang memadukan unsur modern.

Ketertarikan Atep terhadap seni wayang golek dimulai dari kecintaannya pada cerita-cerita tradisional yang sarat makna. “Awalnya saya hanya menonton, tetapi semakin lama rasa ingin tahu saya semakin mendalam. Akhirnya, saya belajar langsung dari beberapa dalang senior, termasuk almarhum Dalang Eka Supriadi dari Karawang, yang sangat menginspirasi saya dalam penyampaian cerita dan penggunaan bahasa yang sederhana namun mendalam,” ungkap Atep.

RelatedPosts

Meriahnya Cepot Ngabuburit di Geoteater Rancakalong Sumedang

Energi ‘Sunda’ di Hari Jadi Garut Ke-213

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 2 dan 14 Februari 2026

Dalam setiap pementasannya, Atep memiliki ciri khas yang membedakannya dari dalang lainnya. Selain tetap mempertahankan teknik mendalang tradisional, Atep juga menambahkan unsur modern, seperti efek suara dan visual, termasuk penggunaan ledakan kecil di atas panggung. “Saya mencoba memadukan tradisi buhun dengan budaya modern agar lebih menarik bagi generasi muda. Misalnya, ada adegan yang lebih dramatis dan teknik pementasan yang lebih hidup,” jelasnya.

Tak hanya mendalang, Atep juga memproduksi wayang golek secara mandiri. Dengan menggunakan bahan kayu albasia, ia mengolahnya dari bahan mentah hingga finishing untuk menghasilkan wayang berkualitas tinggi. Wayang golek buatannya dipasarkan mulai dari harga Rp300.000 hingga Rp5.000.000 per buah dan sudah dipasarkan hingga ke luar negeri, seperti Belgia dan Belanda. “Pesanan dari luar negeri rutin datang setiap bulan,” tambahnya dengan bangga.

Namun, Atep mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam melestarikan seni wayang golek adalah persaingan dengan produk murah yang kualitasnya kurang terjamin. “Harga murah memang lebih menarik bagi pembeli, tetapi saya tetap fokus pada kualitas,” katanya.

Untuk memperkenalkan seni wayang golek kepada generasi muda, Atep aktif mengadakan workshop di berbagai daerah. “Acara terakhir kami adakan di Cibeureum. Saya ingin anak-anak muda mencintai seni ini, karena kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” ujar Atep. Selain itu, ia juga memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Facebook untuk mempromosikan karya-karyanya agar lebih banyak orang yang mengenal dan tertarik dengan wayang golek.

Atep berharap seni wayang golek tetap hidup di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. “Wayang adalah warisan leluhur yang tidak boleh hilang. Saya ingin generasi muda tetap mencintai dan melestarikan seni ini,” tutupnya.

Sumber: Humas Pemkab Sumedang

Tags: Atep BratasenaWayang Golek

Related Posts

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Cepot Ngabuburit Geoteater Rancakalong Sumedang Sabtu (21/2/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Meriahnya Cepot Ngabuburit di Geoteater Rancakalong Sumedang

Editor
23 Februari 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Ada kegiatan menarik di Geoteater Rancakalong Sumedang pada Sabtu sore (21/2/2026). Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar acara Ngabuburit...

‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

Energi ‘Sunda’ di Hari Jadi Garut Ke-213

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, GARUT KOTA – Energi ‘Sunda’ itu terasa menyeruak di area Pusat Kota Garut bersamaan dengan Hari Jadi Garut Ke-213....

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 2 dan 14 Februari 2026

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan hasil keputusannya atas apa yang terjadi pada laga...

(Foto: Dok. Kemenbud)

Kolaborasi Kemenbud & JKPI Untuk Penguatan Perlindungan Warisan Budaya

Editor
19 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kolaborasi Kementerian Kebudayaan dan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) terus diperkuat untuk  pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan...

Gaya Lesehan Pimpinan Kota Bogor Serap Aspirasi dari Bogor Leumpunk Club’s.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Gaya Lesehan Pimpinan Kota Bogor Serap Aspirasi dari Bogor Leumpunk Club’s

Editor
17 Februari 2026

Ada yang menarik yang dilakukan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan...

Pemerintah Kota Bandung memang menggelar silaturahmi tokoh agama dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tingkat Kota Bandung tahun 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Silaturahmi Imlek 2577 Kongzili: Toleransi, Sejarah, dan Komitmen Bersama Bangun Kota

Editor
11 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Ada nuansa yang terbangun hangat saat sejumlah orang berkumpul jelang Imlek 2026 di Pendopo Kota Bandung. Pemerintah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.