• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 23 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Asian Para Games 2026: Ratri/Hikmat Raih 4 Emas Beruntun

Editor
Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:01
Atlet para bulu tangkis Indonesia, Leani Ratri Oktila mencetak sejarah di Asian Para Games 2026. Berpasangan dengan Hikmat Ramdani, Ratri merebut medali emas ganda campuran SL3-SU5 pada Jumat (23/10).(foto:agung/NPC Indonesia)

Atlet para bulu tangkis Indonesia, Leani Ratri Oktila mencetak sejarah di Asian Para Games 2026. Berpasangan dengan Hikmat Ramdani, Ratri merebut medali emas ganda campuran SL3-SU5 pada Jumat (23/10).(foto:agung/NPC Indonesia)

NAGOYA – Atlet para bulu tangkis kebanggaan Indonesia, Leani Ratri Oktila mencetak sejarah di Asian Para Games 2026. Berpasangan dengan Hikmat Ramdani, Ratri merebut medali emas ganda campuran SL3-SU5 pada Jumat (23/10).

Sejarah pun dicetak Ratri. Dengan emas ini, Ratri mencetak quattrick atau empat emas ganda campuran Asian Para Games secara beruntun sejak Incheon 2014, Jakarta 2018, Hangzhou 2022, hingga Nagoya 2026. Emas ini juga menjadi emas ke-11 bagi kontingen Indonesia di Nagoya, Jepang.

RelatedPosts

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Wakil Indonesia Masuk Semifinal, Siapa Saja?

French Open 2026: Alwi Farhan Gagal ke Semifinal

French Open 2026: Putri KW Gagal ke Semifinal

Emas itu tidak diraih dengan mudah. Di final, pasangan peraih emas Paralimpiade Paris 2024 ini dipaksa bermain tiga gim selama 51 menit oleh pasangan India, Thulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar. Ratri/Hikmat kalah 11-21 di gim pertama sebelum bangkit merebut dua gim berikutnya dengan skor 21-19 dan 21-14.

Ketatnya laga tergambar dari statistik pertandingan. Kedua pasangan nyaris berbagi poin sama rata, bahkan India mengumpulkan satu poin lebih banyak (54 berbanding 53). Reli terpanjang mencapai 90 detik.

“Sebenarnya hasil emas ini, kalau saya sama Hikmat secara pribadi sudah menargetkan emas. Cuma saya tidak expect kalau tekanan di dalam lapangan sebesar ini,” ujar Ratri dilansir laman Kemenpora.

Ratri mengakui rasa tegang sempat menguasai dirinya di awal laga. Padahal, ia dan Hikmat sudah sering bertemu pasangan India tersebut dan biasanya bisa menang dengan nyaman.

“Saya hanya tegang, di belakang juga belum tenang, masih ada beban di lapangan yang berat. Dan untuk set kedua saya mencoba tenang. Alhamdulillah,” ungkapnya.

“Padahal sebelum-sebelumnya kita cukup mudah, cukup enjoy melawan pasangan India ini,” tambah Ratri.

Beban Ratri bertambah karena di hari yang sama ia baru saja kalah di final tunggal putri dan harus puas dengan medali perak.

“Saya barusan juga final di single dan kalah tadi. Mungkin kalau saya bangkit dari situ, memulai dari awal lagi kan sulit. Tapi kalau untuk mixed double, saya sebenarnya selalu percaya diri,” tuturnya.

Kebangkitan Leani/Hikmat tak lepas dari dukungan penonton Indonesia di tribun. Saat tertinggal jauh di awal laga, suasana sempat hening. Namun begitu sorakan kembali terdengar, semangat pasangan ini ikut menyala.

“Di poin-poin awal saja, ketika senyap, saya tahu penonton Indonesia banyak. Tapi ketika senyap, saya tahu mereka mungkin belum dapat menerima kami, karena kami memang ketinggalan jauh. Tapi ketika ada suara itu, tetap menambah motivasi,” ujar Hikmat.

Menurut Hikmat, kunci comeback ada pada ketenangan dan komunikasi.

“Saya mencoba tenang. Komunikasi lebih lagi di lapangan, saya tenang, tenang, tenang untuk mencari kemenangan kita,” katanya.

Bagi Ratri, ganda campuran adalah nomor yang paling ia tekuni bersama Hikmat. Karena itu, emas di nomor ini sudah menjadi target sejak awal.

“Karena memang mixed double nomor favorit saya, nomor yang memang saya latihan setiap hari. Saya sama Hikmat itu latihannya setiap hari untuk mixed double. Jadi kalau emas di mixed double, saya sudah mengira akan emas. Cuma nggak mengira kalau bakalan seramai ini aja mainnya,” ungkapnya.

Medali emas ini mereka persembahkan untuk orang-orang terdekat.

“Tetap orang tua,” ucap Ratri singkat.

Emas di Nagoya menegaskan dominasi Ratri di ganda campuran Asia. Sejak tampil pertama kali di Incheon 2014, ia tak pernah lepas dari emas di nomor ini.

Total, Leani kini mengoleksi 12 medali Asian Para Games, terdiri dari 6 emas, 4 perak, dan 2 perunggu.

Rinciannya adalah Incheon 2014 memperoleh emas ganda campuran, perak ganda putri, perunggu tunggal putri. Lalu di Jakarta 2018 mendapatkan emas ganda campuran, emas ganda putri, perak tunggal putri.

Hangzhou 2022 meraih emas ganda campuran, emas ganda putri, perak tunggal putri. Nagoya 2026 mendapatkan emas ganda campuran, perak tunggal putri, perunggu ganda putri.

Di Nagoya, Ratri juga melengkapi koleksinya dengan satu medali dari setiap warna, yakni emas, perak, dan perunggu.

Usai Nagoya, Ratri dan Hikmat langsung menatap target besar berikutnya, yaitu mempertahankan kejayaan di Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Semoga saya sehat, lebih kesehatan untuk bisa tampil di LA. Target otomatis saya sekarang untuk bisa tampil di LA,” tegas Ratri.

Pasangan ini memang tengah berada di puncak performa. Selain emas Paralimpiade Paris 2024, mereka meraih emas Kejuaraan Dunia BWF Para Badminton 2024 di Pattaya dan 2026 di Manama, emas ASEAN Para Games tiga edisi berturut-turut, serta sejumlah gelar sirkuit internasional pada 2026, termasuk di China dan Jepang.

 

Sumber: Kemenpora/NPC Indonesia

Tags: Asian Para Games

Related Posts

French Open atau Prancis Terbuka Badminton

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Wakil Indonesia Masuk Semifinal, Siapa Saja?

Editor
23 Oktober 2026

KUDUS - Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 akan memasuki babak semifinal pada Sabtu 24 Oktober 2026 usai menyelesaikan laga perempatfinal...

French Open atau Prancis Terbuka Badminton

French Open 2026: Alwi Farhan Gagal ke Semifinal

Editor
23 Oktober 2026

PARIS - French Open 2026 atau YONEX French Open 2026, berlangsung 20 hingga 25 Oktober 2026. Turnamen berlangsung di Arena...

French Open atau Prancis Terbuka Badminton

French Open 2026: Putri KW Gagal ke Semifinal

Editor
23 Oktober 2026

PARIS - French Open 2026 atau YONEX French Open 2026, berlangsung 20 hingga 25 Oktober 2026. Turnamen berlangsung di Arena...

French Open atau Prancis Terbuka Badminton

French Open 2026: Ubed Melaju Ke Semifinal

Editor
23 Oktober 2026

PARIS - French Open 2026 atau YONEX French Open 2026, berlangsung 20 hingga 25 Oktober 2026. Turnamen berlangsung di Arena...

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Richie ke Semifinal, Dalila Terhenti

Editor
23 Oktober 2026

KUDUS - Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 memasuki babak perempatfinal pada Jum’at 23 Oktober 2026. Wakil Indonesia di nomor tunggal...

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Dhinda Susul Mutiara ke Semifinal

Editor
23 Oktober 2026

KUDUS - Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 memasuki babak perempatfinal pada Jum’at 23 Oktober 2026. Wakil Indonesia di nomor tunggal...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.