NAGOYA – Kegagalan meraih hasil maksimal pada partai final nomor speed putra Asian Games 2026 tidak lantas menyurutkan semangat atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria. Meski tak mampu membendung air mata usai laga penentu, Aditya memilih untuk mengambil pelajaran berharga dari insiden tersebut demi memperkuat kariernya di masa depan.
Kekecewaan mendalam sempat terpancar jelas dari wajah atlet asal Jawa Tengah ini setelah dirinya dinyatakan false start di laga penentu. Padahal, performa dan ketenangan di jalur pemanjatan telah dia persiapkan secara maksimal.
“Semua variabel dalam nomor speed itu banyak sekali. Saya pikir saya sudah berusaha tenang, percaya diri, yakin, tapi hasilnya sepersekian detik saya false start,” ujar Aditya saat ditemui usai pertandingan di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Kamis (1/10) dilansir laman Kemenpora.
Aditya mengakui bahwa insiden di partai pamungkas ini menjadi bahan evaluasi besar, terutama dalam hal pengelolaan emosi dan kontrol diri saat bertanding di panggung internasional.
“Ini pelajaran berharga bagi saya untuk ke depan bisa jadi lebih baik lagi, dan terutama pengelolaan diri,” kata Aditya menambahkan.
Dukungan juga datang dari rekan satu timnya, Veddriq Leonardo. Menurut Veddriq, persaingan di level Asia kini sangat ketat sehingga margin kesalahan menjadi sangat tipis. Dia menegaskan bahwa persiapan serta catatan waktu latihan Aditya dan tim sejatinya sudah berada di level terbaik.
“Persaingan sekarang sudah sangat merata di level Asia. Nomor speed ini banyak faktor dan variabel yang menentukan. Proses latihan kami sudah maksimal, beberapa kali mencatatkan waktu terbaik, namun di final memang belum rezeki,” tutur Veddriq.
Kendati harus menerima kenyataan pahit di Nagoya, Aditya menegaskan kegagalan ini tidak memadamkan motivasinya. Dia berkomitmen menjadikan pengalaman ini sebagai lecutan besar untuk menatap ajang-ajang bergengsi berikutnya, khususnya perburuan tiket menuju Olimpiade.
“Tentu ini bakal jadi lecutan buat saya ke depan, untuk tahun depan. Setelah Asian Games ini beres, fokus baru kita adalah Olimpiade,” pungkas Aditya.







