• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 16 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Asam Laktat Buat Kosmetik dari Limbah Kulit Nanas

Editor
Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:06
Nanas

Nanas

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan pemanfaatan limbah kulit nanas sebagai bahan baku produksi asam laktat melalui proses fermentasi bakteri. Penelitian ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai guna limbah hasil pengolahan nanas menjadi produk bernilai tambah, seperti asam laktat.

Asam laktat memiliki berbagai manfaat penting, baik dalam bidang perawatan kulit, kesehatan tubuh, olahraga, maupun industri makanan.

RelatedPosts

Sejarah Kota Bandung Diungkap Bandung Heritage dalam Milestone Kota Bandung

Yuk! Jajaki Fun Offroad di Sumedang

Musiconic 2026: Panggung Musik Indie Kota Bandung

Penelitian berjudul “Valorization of Pineapple Peel Waste for Lactic Acid Production Using Lactobacillus delbrueckii and Pediococcus pentosaceus” tersebut dipresentasikan oleh Eka Triwahyuni yang mewakili Witta Kartika Restu dari Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN.

Seperti dikabarkan Humas BRIN, penelitian ini berfokus pada pemanfaatan kandungan lignoselulosa dalam kulit nanas, terutama selulosa sebagai bahan baku produksi asam laktat. Selain memanfaatkan limbah, penelitian ini juga untuk membandingkan kemampuan dua jenis bakteri, yaitu Lactobacillus delbrueckii dan Pediococcus pentosaceus dalam menghasilkan asam laktat melalui proses fermentasi.

“Limbah kulit nanas mengandung bahan lignoselulosa, terutama selulosa yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk sumber karbon terbarukan dan untuk menghasilkan produk bernilai tinggi, yaitu bioproduk seperti asam laktat,” jelas Eka dalam sesi parallel session pada kegiatan The 12th International Symposium on Applied Chemistry (ISAC) yang diselenggarakan bersamaan dengan The 7th International Conference on Chemical and Material Engineering (ICCME), di Gedung B.J Habibie BRIN, Jakarta, Kamis (15/10).

Penelitian ini diawali dengan perlakuan awal menggunakan alkali yang diberikan pada limbah kulit nanas untuk mengurangi kandungan pengotor seperti lignin. Selanjutnya, limbah kulit nanas menjalani hidrolisis enzimatis untuk mengubah limbah kulit nanas yang sudah menjalani proses perlakuan awal menjadi gula yang dapat difermentasi. Gula tersebut difermentasi menggunakan kedua jenis bakteri dengan suhu 37 derajat Celcius.

Eka menjelaskan perlakuan awal memiliki peran dalam memperbaiki komposisi bahan sebelum memasuki tahap fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kandungan selulosa dan penurunan kandungan lignin setelah proses tersebut.

“Jadi, setelah perlakuan awal, kita dapat melihat selulosa meningkat dan lignin menurun. Perubahan material ini menjadi lebih cocok untuk digunakan dalam hidrolisis enzimatis dan kemudian difermentasi menggunakan dua strain bakteri,” paparnya.

Penelitian ini menggunakan metode gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) untuk mengidentifikasi senyawa yang dihasilkan. Sedangkan konsentrasi asam laktat diukur menggunakan high-performance liquid chromatography (HPLC).

Berdasarkan hasil analisis GC-MS, produk fermentasi dari kedua strain bakteri menunjukkan keberadaan senyawa asam laktat dengan indeks kemiripan 99 persen. Sementara itu, hasil pengukuran dengan HPLC menunjukkan konsentrasi asam laktat meningkat seiring bertambahnya waktu fermentasi.

“Pada fermentasi 72 jam, kita dapat melihat Lactobacillus delbrueckii dapat menghasilkan konsentrasi asam laktat tertinggi yaitu 23,89 gram per liter, sebagai perbandingan Pediococcus pentosaceus hanya menghasilkan 9,75 gram per liter,” rinci Eka.

Selain mengukur konsentrasi asam laktat, penelitian ini mengevaluasi karakteristik fisikokimia produk, meliputi pH, densitas, viskositas, dan warna. Kedua produk fermentasi memiliki karakteristik yang relatif serupa, yakni pH sekitar 5, densitas sekitar 1,1, viskositas sekitar 0,8 centipoise, serta bewarna kuning.

Meskipun asam laktat dihasilkan melalui fermentasi kedua jenis bakteri, karakteristik produk yang dihasilkan masih berbeda dari standar yang dijadikan acuan. Karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan kualitas produk melalui tahapan pemurnian. “Karakteristik ini masih berbeda jika dibandingkan dengan standar. Hal ini mengindikasikan bahwa langkah pemurnian masih diperlukan dalam penelitian selanjutnya,” ujar Eka.

Penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan limbah kulit nanas sebagai alternatif bahan baku untuk produksi asam laktat. Peningkatan proses fermentasi dan permunian lebih lanjut perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk sehingga pemanfaatan limbah kulit nanas dapat dikembangkan menjadi produk nilai tambah.

Tags: BRINkosmetikKulit Nanas

Related Posts

Bandung Heritage menghadirkan pameran Milestone Kota Bandung di Microlibrary Asia Afrika pada 5–18 Oktober 2026 untuk memperkenalkan jejak sejarah dan tonggak penting perkembangan Kota Bandung kepada masyarakat.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Sejarah Kota Bandung Diungkap Bandung Heritage dalam Milestone Kota Bandung

Editor
13 Oktober 2026

BANDUNG - Bandung Heritage menghadirkan pameran Milestone Kota Bandung di Microlibrary Asia Afrika pada 5–18 Oktober 2026 untuk memperkenalkan jejak...

Kabupaten Sumedang kini memiliki pilihan wisata baru melalui aktivitas jeep fun offroad yang menawarkan pengalaman menjelajahi keindahan alam dan destinasi wisata Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Yuk! Jajaki Fun Offroad di Sumedang

Editor
12 Oktober 2026

Kabupaten Sumedang kini memiliki pilihan wisata baru melalui aktivitas jeep fun offroad yang menawarkan pengalaman menjelajahi keindahan alam dan destinasi...

Musiconic 2026 Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Musiconic 2026: Panggung Musik Indie Kota Bandung

Editor
11 Oktober 2026

BANDUNG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan Musiconic 2026 Bandung IndieMusic Appreciation (BIMA) di De Majestic,...

Depresi, sakit jiwa,gangguan jiwa

9 Dari 10 Orang Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan

Editor
10 Oktober 2026

Dari sekitar 3 juta orang dengan depresi, baru 12,7 persen yang mendapatkan pengobatan. Artinya, 9 dari 10 orang dengan depresi...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif / Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar bersama Raphael Donny membahas dan menegaskan seni video mapping sebagai salah satu konten digital yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru ekonomi kreatif nasional. Jakarta, Rabu (7/10/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.)

Wamen Ekraf Dorong Karya Video Mapping di WCCE 2026

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif / Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menegaskan seni video mapping sebagai...

Macklemore menyanyikan "Can't Hold Us" secara ‘LIVE’ (Sumber: Facebook/Macklemore)

Rilis Tahun 2011, Lagu Macklemore “Can’t Hold Us” Melejit di Tangga Lagu Global

Editor
9 Oktober 2026

BANDUNG - Lagu populer Can't Hold Us karya Macklemore yang dirilis lebih dari satu dekade lalu kini kembali mengalami lonjakan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.