JAKARTA – Indonesian Basketball League (IBL) kembali menghadirkan ALL INDONESIAN 2026, kompetisi yang memberikan panggung bagi para pemain Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengambil peran utama bagi tim masing-masing.
ALL INDONESIAN 2026 akan berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November 2026 di GOR Laga Tangkas, Cibinong, Kabupaten Bogor. Kehadiran turnamen ini melanjutkan semangat kompetisi di luar musim reguler yang memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain lokal untuk mendapatkan menit bermain, mengambil tanggung jawab, serta menjadi kekuatan utama di lapangan.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, ALL INDONESIAN digelar di Solo. Pemilihan Bogor sebagai lokasi penyelenggaraan tahun ini menjadi bagian dari upaya IBL membawa atmosfer kompetisi basket profesional lebih dekat kepada masyarakat di berbagai daerah, sekaligus memperkenalkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda Indonesia.
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah mengatakan, ALL INDONESIAN menjadi salah satu wadah penting bagi pemain lokal untuk mendapatkan kesempatan lebih besar dalam menunjukkan kualitas mereka.
“ALL INDONESIAN bukan hanya berbicara mengenai kompetisi, tetapi juga bagaimana pemain Indonesia mendapatkan sorotan dan kesempatan lebih besar untuk mengambil peran penting bagi timnya. Tahun ini kami ingin melanjutkan semangat tersebut dengan penyelenggaraan yang lebih baik,” kata Junas melalui keterangan resmi.
Melanjutkan Tradisi Kompetisi Pemain Lokal
Semangat menghadirkan kompetisi di luar musim reguler dengan menempatkan pemain lokal sebagai kekuatan utama bukanlah hal baru dalam perjalanan basket profesional Indonesia. Pada 2018, kompetisi pramusim resmi berformat 5×5 digelar dengan tajuk IBL Go-Jek Tournament 2018. Turnamen tersebut berlangsung di GOR Sritex Arena, Solo, dengan Stapac Jakarta keluar sebagai juara.
Semangat memberikan panggung utama kepada pemain lokal kemudian berlanjut pada Piala Presiden Bola Basket 2019. Pada penyelenggaraan, Satria Muda Pertamina Jakarta berhasil keluar sebagai juara.
Kehadiran turnamen-turnamen tersebut menjadi bagian dari perjalanan kompetisi di luar musim reguler basket profesional Indonesia. Selain menjadi sarana persiapan menuju musim kompetisi berikutnya, ajang tersebut memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain lokal untuk mendapatkan menit bermain, mengambil tanggung jawab lebih besar, serta menunjukkan kemampuan mereka di lapangan.
Semangat yang sama kemudian diteruskan melalui penyelenggaraan ALL INDONESIAN, dengan menempatkan pemain Indonesia sebagai pemeran utama sepanjang kompetisi.
Perjalanan Juara ALL INDONESIAN
Sejak pertama kali diselenggarakan, ALL INDONESIAN menghadirkan persaingan antarklub dengan mengandalkan kekuatan pemain lokal.
Pada penyelenggaraan pertama, Pelita Jaya berhasil mencatatkan sejarah sebagai juara perdana ALL INDONESIAN. Pada penyelenggaraan berikutnya, Satria Muda Pertamina Bandung keluar sebagai juara setelah mengalahkan Dewa United pada pertandingan final.
“Selain kualitas kompetisi, kami ingin pemain Indonesia memiliki ruang yang semakin besar untuk berkembang dan mendapatkan perhatian. Kami berharap pada penyelenggaraan berikutnya periode pelaksanaan juga dapat lebih panjang sehingga kesempatan bermain semakin besar dan berbagai potensi positif dari turnamen ini bisa lebih maksimal,” tambah Junas.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ALL INDONESIAN semula masih direncanakan untuk dijalankan bersama KUY, yang memegang hak lisensi penyelenggaraan selama tiga tahun pada periode 2024–2026. Namun, seiring adanya situasi internal, kerja sama tersebut tidak dapat dilanjutkan untuk penyelenggaraan tahun ini. IBL kemudian memastikan ALL INDONESIAN 2026 tetap berlangsung sesuai dengan semangat awal kompetisi.
Kesempatan Menguji Pemain Muda
Pemain Bogor Hornbills, Daniel Timothy Wenas, melihat ALL INDONESIAN sebagai kesempatan penting bagi klub untuk menguji kesiapan para pemain lokal, terutama pemain-pemain muda, sebelum memasuki musim kompetisi berikutnya.
“ALL INDONESIAN bisa menjadi ajang uji coba yang bagus, terutama untuk pemain-pemain lokal yang muda. Mereka bisa mendapatkan kesempatan bermain dan menunjukkan sejauh mana kesiapan mereka ketika diberikan peran yang lebih besar,” kata Daniel.
Menurut Daniel, turnamen ini juga dapat dimanfaatkan setiap tim untuk mulai menyusun komposisi terbaik sekaligus melihat pemain yang paling siap mengisi peran-peran penting di dalam tim.
“Buat tim-tim, ini juga kesempatan untuk mulai menyusun puzzle mereka. Bisa melihat siapa yang paling siap dan siapa yang bisa mengisi kebutuhan serta posisi-posisi penting di tim. Jadi bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana tim melihat potensi pemainnya untuk menghadapi musim berikutnya,” tambah Daniel.
Hal senada disampaikan David Liberty Nuban dari Bogor Hornbills. Menurutnya, ALL INDONESIAN menjadi kesempatan bagi pemain lokal untuk menunjukkan kualitas sekaligus menjaga ritme kompetisi menjelang musim berikutnya.
“ALL INDONESIAN menjadi kesempatan yang bagus bagi pemain lokal untuk menunjukkan kualitas dan perkembangan mereka. Buat kami, turnamen ini juga penting untuk menjaga ritme kompetisi dan mempersiapkan tim sebaik mungkin. Kami ingin tetap lapar untuk berkembang dan bersaing,” ujar David.
ALL INDONESIAN 2026 juga hadir ketika klub-klub mulai melakukan persiapan menuju musim kompetisi berikutnya. Dalam satu bulan terakhir, sejumlah tim mulai melakukan perombakan dan perpindahan pemain.
“Tim-tim dalam satu bulan terakhir sudah mulai bergerak mempersiapkan musim depan, termasuk dengan adanya perombakan pemain. Sebagian pemain yang telah berpindah klub dapat kita saksikan di ALL INDONESIAN kali ini. Tentunya ini akan menghadirkan rasa penasaran tersendiri bagi para penggemar bola basket Indonesia,” ujar Junas.
Setelah ALL INDONESIAN 2026, rangkaian persiapan klub menuju musim baru akan berlanjut. Pada awal November, Rajawali Medan dijadwalkan menggelar Elang Cup di Medan sebagai salah satu turnamen yang memasuki periode Tune-Up Games 2026-27.
Kehadiran ALL INDONESIAN dan rangkaian turnamen lainnya diharapkan dapat menjaga atmosfer kompetisi sekaligus menjadi ruang bagi klub untuk mematangkan persiapan menuju musim IBL berikutnya.







