• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kuliner Garut bernama Endog Lewo, Pernah Coba?

Editor
Senin, 15 Januari 2024 - 11:48
Kuliner Garut endog lewo emplod

Endog Lewo atau Emplod (Marketplace)

SATUJABAR, BANDUNG – Kuliner Garut bernama Endog Lewo mungkin agar jarang terdengar karena belum begitu popular.

Tapi bagi para penggila kuliner, Anda tentu perlu untuk mengetahui dan mencicipi hidangan khas dari Swiss Van Java itu.

RelatedPosts

Menbud Resmikan Pusat Pelatihan Indonesia Bercerita

Konferensi Musik Indonesia Perluas Ruang Ekspresi dan Kolaborasi

Jakarta World Cinema 2026, Menbud: Penguatan dan Perluasan Jejaring

Kuliner Garut bernama Endog Lewo adalah nama lain dari emplod. Sejenis makanan terbuat dari singkong. Semacam dengan comro dan guik yang juga terbuat dari singkong, dan sama-sama digoreng.

Disebut endog Lewo, karena bentuk makanan itu, bulat-bulat seperti telur (endog).

Hanya diproduksi di kawasan Lewo. Tepatnya di Kp.Cicadas, Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong, Kab.Garut.

 

Asal usul

Seperti namanya, makanan yang disebut endog lewo bentuknya memang mirip endog (telur).

Makanan khas ini dinamai endog lewo karena asl-usulnya berasal dari Kampung Lewo di Kecamatan Malangbong, Garut.

Namun di Kampung Lewo makanan ini lebih dikenal dengan sebutan emplod.

Endog lewo makanan khas Garut terbuat dari singkong. H.Amin (60), salah seorang pengusaha emplod, menerangkan, pembuatan makanan populer tersebut, awal tahun 1980-an.

Semula hanya coba-coba, untuk memanfaatkan singkong yang tak terserap oleh pabrik tapioka.

Ternyata mendapat pasaran yang cukup baik. Walaupun sudah banyak jenis makanan lain yang berbahan baku singkong, emplod berhasil meraih peminat.

Mungkin karena kering namun tidak begitu keras. Rangu kata orang Sunda. Sehingga dianggap cocok sebagai makanan ringan yang dapat dimakan di sembarang tempat.

Berbeda dengan comro dan guik yang terkesan formal, karena ukurannya terbilang agak besar, juga agak basah berminyak, emplod berukuran sebesar ujung jari dan tidak tampak berminyak, walaupun sama-sama digoreng.

Bahkan bumbunya pun nyaris sama dengan comro dan guik itu.

Maka emplod cukup praktis untuk dibawa ke mana-mana. Mungkin sama dengan sukro. Hanya beda bahan dan rasa.

Selain di Lewo dan Garut, popularitas emplod sudah merambah ke beberapa kota lain di Jawa Barat.

Masyarakat penggemar makanan ringan sudah menerima kehadiran emplod.

 

Cara Pembuatan

Resep makanan ini sangat sederhana. Bahan utama adalah tepung singkong, yang kemudian diberi garam dan dibumbui dengan bawang putih serta bahan-bahan lainnya.

Mengenai bahan baku singkong sekarang ada jenis singkong hibrida yang usianya cuma 8 bulan. Lebih cepat 3 atau 4 bulan daripada usia singkong biasa yang rata-rata mencapai 11-12 bulan sejak ditanam hingga dipanen.

Jenis singkong hibrida yang dijadikan bahan baku emplod disebut singkong jantung.

Empuk namun kental, sehingga mudah diparut untuk dibuat adonan bahan mentah emplod.

Sebelum ada singkong jantung, bahan baku menggunakan singkong manihot atau maleho, dan singkong gambir.

Tapi sekarang, jenis-jenis singkong yang gurih itu, sudah jarang.

Mungkin terdesak oleh jenis hibrida tadi. Jenis singkong tradisional yang masih ada, antara lain singkong karihkil dan sampeu ”hideung” yang banyak diserap oleh pabrik tapioka

 

Pemasaran

Kini pemasaran endog lewo sudah menyebar ke beberapa kota besar di Jawa Barat, seperti Tasikmalaya, Subang, Sumedang dan Bandung.

Saingan juga muncul dari jenis makanan lokal lain, yang semakin bervariasi. Ketika pertama kali muncul jenis makanan cimol (aci digemol), pasaran emplod agak menyurut.

Makanan lokal emplod alias endog Lewo yang mampu bertahan selama seperempat abad di tengah persaingan aneka ragam makanan ringan, patut disyukuri, paling tidak kehadirannya menambah khazanah kekayaan makanan lokal Garut yang sudah lebih dulu terkenal. Seperti dodol Garut, ladu Malangbong, opak Cipeujeuh, dan lain-lain.

Sumber: Wikipedia

Tags: garutjabar

Related Posts

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Pusat Pelatihan Indonesia Bercerita di Bekasi Jawa Barat.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Pusat Pelatihan Indonesia Bercerita

Editor
2 November 2026

BEKASI - Tradisi bercerita merupakan salah satu upaya menjaga keberlanjutan tradisi lisan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Indonesia...

Konferensi Musik Indonesia 2028 di Makassar.(Foto: Humas Kemenbud)

Konferensi Musik Indonesia Perluas Ruang Ekspresi dan Kolaborasi

Editor
2 November 2026

MAKASSAR - Kementerian Kebudayaan terus mendorong penguatan ekosistem musik Indonesia melalui penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar. Rangkaian...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon (tengah) di acara pembukaan Jakarta World Cinema (JWC) 2026 yang digelar di JWC 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Jakarta World Cinema 2026, Menbud: Penguatan dan Perluasan Jejaring

Editor
1 November 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta World Cinema (JWC) 2026 sebagai salah satu ruang penting untuk...

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meresmikan Andalan Kuliner Pasupati (Anderpas), Jumat, 30 Oktober 2026. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wah! Ada Sentra Kuliner di Bawah Flyover Pasupati

Editor
31 Oktober 2026

BANDUNG - Kawasan di bawah flyover Pasupati, tepatnya setelah Balubur Town Square (Baltos) menuju Jalan Pelesiran, kini memiliki wajah baru....

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri memberikan sambutan utama pada Sesi Paralel A bertajuk ‘Dampak Ekonomi Industri Musik Indonesia’ di sela-sela Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10).(Foto: Humas Kemendag)

Talenta Musik Indonesia, Wamendag: Semakin Bersaing di Pasar Global

Editor
30 Oktober 2026

MAKASSAR - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri optimistis talenta musik Indonesia mampu bersaing di pasar global. Menurutnya,...

Gala premiere dihadiri para pembuat film, sejumlah tokoh pemerintahan dan sepak bola, serta beberapa pemain Timnas Indonesia seperti Shayne Pattynama, Egy Maulana Vikri, Ivar Jenner, dan Rafael Struick. Acara juga dihadiri Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, lalu Zainudin Amali selaku Wakil Ketua Umum PSSI dan sejumlah anggota Komite Eksekutif PSSI.(Foto: Dok. PSSI)

Gala Premiere Film The Longest Wait, Suguhkan Cerita Epic Timnas Indonesia

Editor
30 Oktober 2026

JAKARTA - Film dokumenter The Longest Wait resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Rabu (28/10). Penayangannya ditandai dengan gala...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.