• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Lokasi Pengungsi Gempa Sumedang di 10 Titik

Editor
Sabtu, 06 Januari 2024 - 09:03
Pj Bupati Sumedang di lokasi pengungsi gempa

Bantuan kepada korban gempa (FOTO: Humas Sumedang)

SATUJABAR, BANDUNG – Lokasi pengungsi gempa Sumedang tersebar di 10 titik.

Pemkab Sumedang mencatat ada 10 titik lokasi pengungsi gempa di Sumedang.

RelatedPosts

Perampokan Rumah Mewah di Indramayu, Istri Pemilik Dianiaya dan Diculik

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Mereka tinggal di tenda darurat ada yang siang malam atau saat malam saja dengan alasan takut terjadi gempa susulan.

“Setelah saya keliling satu persatu, untuk pengungsian ada 10 titik. Satu titik paling besar ada di Babakan Hurip dan kami siapkan dapur umum dari Dinas Sosial. Sementara untuk yang 9 titik tersebar di beberapa tempat dan kami berikan bantuan natura dan dapur umumnya dilakukan secara mandiri,” ujar Pj. Bupati saat siaran pers di Posko Utama, Kamis (4/1/2024).

Para pengunsi itu tercatat ada di empat kecamatan dengan jumlah 505 KK, 1.603 jiwa.

Untuk keperluan tenda pengungsi telah disiapkan oleh Dinas Sosial, BPBD dan BNPB.

“Tapi tidak sedikit juga warga yang partisipatif membuat tenda sendiri. Saya kira ini bagus karena bencana ini tidak mungkin diserahkan ke pemerintah saja, tapi kita harus bareng-bareng,” katanya dikutip sumedangkab.go.id.

Saat in tak sedikit pengungsi yang sudah berangsur kembali ke rumah menyusul makin menurunnya jumlah gempa dan getarannya. Namun warga tetap diminta waspada.

Bangunan rusak yang tidak masuk kriteria kerusakan ringan, sedang dan berat tetap akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Saat ini data yang sudah masuk dari laporan sebanyak 1.325 bangunan di 12 kecamatan mengalami kerusakan.

Dinas Perkimtan sedang melakukan verifikasi dan validasi tingkat kerusakan rumah sesuai Peraturan Menteri PUPR dan petunjuk teknis dari BNPB.

REKONSTRUKSI PASCA GEMPA

Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan, apabila nanti dari 1325 ada yang tidak masuk pada kriteria baik ringan, sedang, dan berat nanti ada bantuan stimulus dari Pemda Sumedang.

“Jadi masyarakat tidak usah resah, berikan kesempatan dari Dinas Perkim melakukan verifikasi dan validasi karena ada standarnya, nanti setelah didapatkan akan dipayungi Keputusan Bupati. Ini harus akuntabel karena menyangkut keuangan negara, kemudian nanti akan kita sampaikan ke pemerintah pusat,” kata Herman, Kamis (4/1/2024) sore.

Menurut Pj Bupati Herman, 1.325 bangunan yang dilaporkan rusak terdampak gempa akan cek satu persatu dan nanti akan diputuskan apakah kerusakan ringan, sedang, berat, atau di luar kriteria.

“Tapi yang jelas semua akan kami santuni, hanya saja nominalnya akan berbeda. Yang masuk kriteria akan kami kirimkan ke pusat, dan Jumat 5 Januari tahap pertamanya akan mulai dieksekusi, kemudian yang tidak masuk kriteria nanti kita akan santuni stimulus dari Pemda Sumedang,” katanya.

Pj. Bupati Herman menambahkan untuk masalah data ini harus teliti dan tidak boleh ada pihak yang memberikan data yang tidak valid.

“Kami juga didampingi oleh inspektorat dan kejaksaan beserta forkopimda karena ini tanggung jawab kita bersama. Target kami tidak ada ekses setelah bencana mudah-mudahan ini bisa mempercepat recovery-nya,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy direncanakan akan mengunjungi Sumedang pada 5 Januari 2024.

“Insyaallah rencananya Bapak Menko PMK akan hadir ke Sumedang,” kata Herman.

Tags: gempa sumedang

Related Posts

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Perampokan Rumah Mewah di Indramayu, Istri Pemilik Dianiaya dan Diculik

Editor
3 November 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Sebuah rumah mewah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, disatroni kawanan peramok. Selain menguras uang tunai, perhiasan emas, dan mobil, pelaku...

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kedatangan satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan terekam kamera jebak (camera trap) pada tanggal 10 Oktober 2026. Anak badak tersebut terpantau sedang berkubang bersama induknya yang teridentifikasi bernama Desy.(Foto: Dok. TNUK Via Kemenhut)

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kabar gembira datang dari Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali...

Tambang batubara dan mineral

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Tahun lalu, Indonesia memasok hampir separuh batu bara yang diperdagangkan di dunia. Namun, harga batu bara justru jatuh...

Kementerian ESDM Lelang Terbuka Stockpile Bauksit Senilai Rp 200 Miliar di Riau

Soal Izin Tambang, Bahlil: Orang Daerah Harus Kebagian

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Nikel ada di Sulawesi dan Maluku, batu bara tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Namun, selama ini sebagian besar...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

Kemenhaj Blokir PT Assyifa Berkah Mandiri Karena Gagal Pulangkan 95 Jemaah

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi melakukan pemblokiran terhadap akun Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan...

Pembukaan IIFS 2026 dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Adi Budiarso, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pimpinan serta perwakilan kementerian/lembaga, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), industri jasa keuangan syariah, Dewan Pengawas Syariah, asosiasi, dan akademisi.(Foto: Humas OJK)

Lewat Indonesia Islamic Finance Summit, OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

Editor
3 November 2026

MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif. Hingga September 2026,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.