JAKARTA – Komite Wasit PSSI terus mendukung pengembangan kualitas wasit Indonesia melalui partisipasi dalam program AFC Referee Academy. Saat ini, lima perangkat pertandingan muda Indonesia mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Kelima peserta tersebut terdiri dari tiga wasit laki-laki dan dua wasit perempuan yang bertugas di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Mereka mengikuti program akademi sesuai kategori dan angkatan masing-masing, yakni AFC Referee Academy Batch 7 dan 8 untuk sepak bola serta AFC Futsal Referee Academy Batch 1 untuk futsal.
Axel Febrian menjadi peserta AFC Referee Academy Batch 7 yang mengikuti modul tatap muka di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 28 September – 2 Oktober. Program ini berlangsung selama tiga tahun, yakni periode 2025-2028.
Sementara itu, Muhammad Iqballudin dan Deliana Iman mengikuti AFC Referee Academy Batch 8 pada 5-9 Oktober 2026 di Kuala Lumpur. Keduanya tergabung dalam program pembinaan wasit sepak bola periode 2026-2029.
Dari kategori futsal, Tri Sutrisno dan Tita Rosita mengikuti AFC Futsal Referee Academy Batch 1 pada 19-23 Oktober di Kuala Lumpur. Program tersebut berlangsung selama dua tahun, yakni periode 2025-2027.
Sebagai informasi, AFC Referee Academy merupakan program pengembangan wasit yang dirancang untuk meningkatkan kualitas perangkat pertandingan di kawasan Asia. Program ini berlangsung selama tiga tahun untuk sepak bola dan dua tahun untuk futsal.
Setiap asosiasi anggota AFC dapat mengajukan satu peserta laki-laki dan satu peserta perempuan untuk setiap angkatan, dengan tetap melalui proses seleksi AFC.
Para peserta diwajibkan mengikuti modul tatap muka sebanyak dua kali dalam setahun, sedangkan pembelajaran pada periode lainnya dilaksanakan secara daring.
Nantinya, peserta yang berhasil menyelesaikan program akan memperoleh kesempatan menjadi wasit elite AFC, baik untuk sepak bola maupun futsal.
Bagi Komite Wasit PSSI, keikutsertaan lima perangkat pertandingan Indonesia dalam program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan wasit nasional agar mampu memenuhi standar perwasitan di tingkat Asia dan membuka peluang untuk bertugas pada kompetisi internasional.
Sumber: PSSI







