• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 12 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenhut Dorong KUPS Naik Kelas

Editor
Senin, 12 Oktober 2026 - 04:17
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial melaksanakan verifikasi peningkatan kelas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari Gold menuju Platinum di Provinsi Banten dan Jawa Barat.(Foto: Humas Kemenhut)

Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial melaksanakan verifikasi peningkatan kelas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari Gold menuju Platinum di Provinsi Banten dan Jawa Barat.(Foto: Humas Kemenhut)

LEBAK – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial melaksanakan verifikasi peningkatan kelas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari Gold menuju Platinum di Provinsi Banten dan Jawa Barat. Verifikasi dilakukan terhadap KUPS Pemuda Adat Kasepuhan Pasir Eurih (KOMPAK) di Kabupaten Lebak dan KUPS Ciampig di Kabupaten Bandung untuk menilai perkembangan usaha, penguatan kelembagaan, serta kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat dan kelestarian hutan.

Ketua KUPS KOMPAK Lebak Banten, Jazuli menjelaskan bahwa pengembangan Kopi Kompak memanfaatkan potensi wilayah adat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, dengan tetap berpegang pada aturan adat dalam menjaga kelestarian hutan. “Saya berharap produk kopi semakin dikenal, memiliki jangkauan pasar yang lebih luas, dan memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat,” katanya.

RelatedPosts

Pelaku Penembakan Siswa SMA di Garut Pake Pistol Airgun Ditahan

Menperin Sarmuji Dorong Percepatan Kawasan Industri

Negara-Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi Tata Kelola Hutan dan Pembiayaan Iklim melalui REDD+

Jazuli menjelaskan bahwa di Kabupaten Lebak, verifikasi dilakukan terhadap KUPS KOMPAK yang berada di bawah Masyarakat Hukum Adat (MHA) Kasepuhan Pasir Eurih, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sobang, melalui skema Hutan Adat. Kelompok ini mengembangkan Kopi Kompak dari kopi robusta yang ditanam pada ketinggian sekitar 600–700 meter di atas permukaan laut dengan pola agroforestri. Pengembangan usaha tersebut didukung pelatihan agroforestri, pemasaran digital, bantuan alat pengolahan kopi, serta program Bang PeSoNa. Produk Kopi Kompak telah menjangkau pembeli di Lebak, Bogor, Bandung, dan daerah lainnya.

Sementara itu, di Kabupaten Bandung, verifikasi dilakukan terhadap KUPS Ciampig yang berada di bawah KTH Sasaka Patengan, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm). Kelompok ini mengembangkan usaha wisata dan agroforestri dengan memanfaatkan potensi kawasan hutan. Kedua KUPS yang saat ini berada pada kelas Gold menjalani proses verifikasi untuk mengukur perkembangan dan kesiapan usaha berdasarkan lima aspek utama, yaitu kelembagaan, usaha dan ekonomi, sumber daya manusia, dampak sosial dan lingkungan, serta kemitraan dan jaringan usaha.

“Verifikasi dilakukan melalui pemeriksaan administrasi, wawancara dengan pengurus dan anggota kelompok, serta peninjauan langsung kondisi usaha di lapangan. Proses ini bertujuan mencocokkan data dan dokumen dengan kondisi sebenarnya, sekaligus mengidentifikasi perkembangan tata kelola usaha, kapasitas anggota, akses pasar, dan penerapan prinsip kelestarian lingkungan. Hasil verifikasi menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan penguatan dan tindak lanjut pengembangan usaha masing-masing kelompok,” tambahnya melalui keterangan resmi Humas Kemenhut.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Kehutanan mendorong KUPS agar semakin mandiri, profesional, dan berdaya saing dalam mengelola potensi ekonomi hutan secara berkelanjutan. Penilaian peningkatan kelas KUPS bukan sekadar mengukur kemajuan usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan Perhutanan Sosial memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan pendapatan, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan ekonomi lokal, sekaligus menjaga kelestarian hutan sebagai sumber penghidupan generasi mendatang.

Tags: kehutananKemenhutKUPS

Related Posts

Ilustrasi senjata.(Foto:Istimewa).

Pelaku Penembakan Siswa SMA di Garut Pake Pistol Airgun Ditahan

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, GARUT--Pelaku penembakan terhadap siswa SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggunakan pistol airgun, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Aksi...

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menerima penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Pemprov Jatim memberikan penghargaan itu atas dedikasi Sarmuji dalam membangun Jawa Timur.(Foto: Humas Kemenperin)

Menperin Sarmuji Dorong Percepatan Kawasan Industri

Editor
12 Oktober 2026

SURABAYA - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai kawasan industri sebagai sarana yang baik untuk mendorong industrialisasi. Ia menyebut pengembangan kawasan...

Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Prof. Haruni Krisnawati.(Foto: Humas Kemenhut)

Negara-Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi Tata Kelola Hutan dan Pembiayaan Iklim melalui REDD+

Editor
12 Oktober 2026

BALI - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bekerja sama dengan Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework...

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: ESDM)

Menteri Bahlil Dorong Rakyat Jadi Pemain Energi

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Sumur-sumur minyak yang dikelola masyarakat kini berproduksi secara resmi. Setelah sumur rakyat di Sumatera dan Jawa mulai menghasilkan...

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Tri Suhartanto.(Foto:Istimewa).

Kapolresta Bandung: Kasus Bulying di Telkom University Belum Terima Laporan, Bisa Diproses dan Ditindak

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polresta Bandung, Jawa Barat, belum menerima laporan polisi (LP) terkait kasus perundungan, atau Bulying, sesama mahasiswa yang terjadi di...

Stop Bullying, atau Perundungan.(Foto:Istimewa).

Kasus Bullying di Asrama Kampus Telkom University Bandung, Pelaku di ‘DO’ Rektor Minta Maaf

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Telkom University Bandung, Jawa Barat, menjatuhkan sanksi tegas, melakukan pemecatan, atau drop-out (DO) terhadap mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri, setelah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.