• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Indonesia – Brunei Darussalam – Malaysia – Singapura Usulkan Tari Zapin sebagai Nominasi Multinasional Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Editor
Kamis, 01 Oktober 2026 - 06:50
Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan RI bersama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura resmi mengumumkan secara serentak pengusulan Tari Zapin sebagai nominasi multinasional untuk masuk dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.(Foto: Dok. Kemenbud)

Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan RI bersama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura resmi mengumumkan secara serentak pengusulan Tari Zapin sebagai nominasi multinasional untuk masuk dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.(Foto: Dok. Kemenbud)

JAKARTA – Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan RI bersama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura resmi mengumumkan secara serentak pengusulan Tari Zapin sebagai nominasi multinasional untuk masuk dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Bertempat di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, pengumuman pengusulan bersama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian warisan budaya yang hidup dan berkembang di kawasan Asia Tenggara sekaligus mempererat hubungan kebudayaan antarmasyarakat di keempat negara.

Dalam kesempatan yang dihadiri sejumlah perwakilan negara mitra serta insan media nasional, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa pengusulan Tari Zapin merupakan kali ketiga Indonesia bersama negara-negara sahabat di kawasan Asia Tenggara mengusulkan warisan budaya secara multinasional, setelah sebelumnya bersama-sama mengusulkan Kebaya dan Pantun. Menurutnya, Tari Zapin merupakan budaya yang dimiliki dan berkembang bersama di masyarakat Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura dengan berbagai bentuk dan karakteristik.

RelatedPosts

Kemenpar Salurkan Bantuan ke Sade, Ekonomi Kembali Bergerak

Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten

SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel bagi Masyarakat

“Kita mengusulkan pada tahun 2027 untuk Zapin sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Ini adalah satu budaya yang tentu saja sama-sama kita share, karena pada zaman sebelumnya kita tidak terkait dengan batas-batas wilayah. Terjadi persilangan, pertemuan, migrasi, dan akulturasi budaya yang saling memengaruhi,” ucapnya seperti dilansir laman Kemenbud.

Menbud menjelaskan bahwa perkembangan Tari Zapin di masing-masing negara menghasilkan ekspresi budaya dengan ciri dan keunikan tersendiri. Di Indonesia, misalnya, Tari Zapin hadir dalam berbagai bentuk dan sebutan di sejumlah daerah, seperti Zafin, Jepin, Japin, hingga Dana-Dani.

“Ekspresi budaya Zapin di setiap negara berbeda-beda dan mempunyai ciri serta keunikan tersendiri. Justru keragaman ini menjadi kekuatan dari nominasi multinasional ini. Kita dapat merawat identitas masing-masing sekaligus mengakui sejarah budaya yang saling terhubung sebagai shared heritage yang hidup melintasi batas-batas negara,” jelas Menbud.

Menbud Fadli Zon menambahkan bahwa pengusulan Tari Zapin juga penting untuk memperkuat visibilitas warisan budaya tersebut di tingkat global. Menurutnya, keragaman ekspresi Tari Zapin di kawasan Asia Tenggara dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat dan kerja sama kebudayaan antarnegara.

“Bagi Indonesia, pengusulan ini penting untuk memperkuat visibilitas Zapin di tingkat global dan menunjukkan bahwa keragaman ekspresi budaya di kawasan Asia Tenggara justru menjadi dasar persatuan, silaturahmi, saling menghormati, dan kerja sama antarnegara. Mudah-mudahan nominasi ini berjalan lancar dan kita dapat bersama-sama merayakan keindahan ekspresi budaya Tari Zapin,” paparnya.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T. D. Retnoastuti, menjelaskan bahwa Tari Zapin merupakan tradisi budaya yang telah hidup dan berkembang sejak abad ke-14 di berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura. Tradisi tersebut tidak hanya hadir dalam bentuk tari, tetapi juga mencakup gerak, musik, lagu, serta pengetahuan dan praktik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Inisiatif pengusulan ini bertujuan memperkuat kearifan kebudayaan di tingkat regional dan persaudaraan antarbangsa di Asia Tenggara. Saat ini proses pengusulan masih dalam tahap persiapan, sehingga diperlukan kerja bersama antara komunitas, pemerintah daerah, dan kementerian terkait untuk memastikan proses ini dapat terlaksana dengan baik, termasuk memastikan keterlibatan dan persetujuan komunitas secara bebas dan berdasarkan informasi yang memadai atau free, fair, and informed consent,” ungkap Endah.

Wakil Duta Besar Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, Mr. Farzamie Sarkawi, menyampaikan bahwa Malaysia menyambut baik dan bangga menjadi bagian dari nominasi multinasional Tari Zapin bersama Indonesia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Menurutnya, pengusulan ini juga merefleksikan hubungan sejarah dan kebudayaan yang telah terjalin melintasi batas geografis.

“Malaysia bangga menjadi bagian dari nominasi multinasional ini bersama Indonesia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Bagi kami, ini bukan sekadar nominasi budaya, tetapi juga merupakan refleksi dari hubungan sejarah dan kebudayaan yang telah mengikat kita bersama. Karena itu, penting untuk memastikan para pelaku dan penjaga tradisi tetap menjadi bagian utama dalam proses ini agar pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mereka dapat terus diwariskan,” ungkap Farzamie.

Di samping itu, Deputy Chief of Mission of the Embassy of Singapore, Terrence Teo, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam pengusulan bersama tersebut. Ia menilai nominasi Tari Zapin mencerminkan warisan artistik yang terus dipraktikkan dan diwariskan di negara-negara pengusul.

“Zapin merupakan tradisi yang hidup dan terus dipraktikkan serta diwariskan dari generasi ke generasi di negara-negara kami. Bagi Singapura, nominasi ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang telah terjalin di antara empat negara. Kami akan terus bekerja sama untuk mengenali, mempromosikan, dan menjaga berbagai unsur warisan bersama ini, serta memperdalam kolaborasi dalam pelindungan Tari Zapin setelah proses nominasi berlangsung,” ucap Terrence.

Pengusulan multinasional Tari Zapin merupakan upaya bersama Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura untuk mengangkat tradisi budaya yang berkembang di kawasan Asia Tenggara sebagai warisan yang memiliki keterkaitan sejarah dan budaya di antara masyarakat negara-negara tersebut. Di Indonesia, Tari Zapin berkembang dengan beragam nama dan bentuk sesuai konteks budaya masyarakat setempat.

Dalam proses pengusulan, keterlibatan masyarakat menjadi prinsip penting. Pengusulan ini tidak hanya diarahkan pada pencatatan Tari Zapin dalam daftar UNESCO, tetapi juga pada penguatan upaya pelindungan, pelestarian, dokumentasi, dan keberlanjutan tradisi tersebut di tengah masyarakat dan generasi mendatang.

Dalam kesempatan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik, M. Asrian Mirza; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi, Hendi; serta jajaran Pejabat Kementerian Kebudayaan.

Proses nominasi multinasional Tari Zapin ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda UNESCO diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memperkuat pengakuan terhadap keberagaman ekspresi budaya yang hidup di kawasan Asia Tenggara. Kementerian Kebudayaan berkomitmen mengawal proses pengusulan dengan melibatkan komunitas dan pemangku kepentingan terkait serta memperkuat kerja sama kebudayaan antara Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura untuk menjaga keberlanjutan Tari Zapin bagi generasi mendatang.

Tags: Tari Zapinunesco

Related Posts

Kementerian Pariwisata menyalurkan bantuan pemulihan usaha bagi masyarakat Dusun Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdampak kebakaran pada 22 Agustus 2026.(Foto: Humas Kemenpar)

Kemenpar Salurkan Bantuan ke Sade, Ekonomi Kembali Bergerak

Editor
1 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata menyalurkan bantuan pemulihan usaha bagi masyarakat Dusun Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdampak...

– bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Koordinasi dan Sinergitas dalam Rangka Pelaksanaan Tugas dan Fungsi.(Foto: Website bank bjb)

Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten

Editor
1 Oktober 2026

BANTEN – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Koordinasi dan Sinergitas...

Savings Bond Ritel atau SBR015

SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel bagi Masyarakat

Editor
1 Oktober 2026

BANDUNG – Pilihan instrumen investasi saat ini semakin beragam dan mudah. Cukup sambil ngopi, lalu buka gadget, bisa memilih dan...

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat membuka Pameran dalam rangka Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Surabaya, Rabu (30/9).(Foto: Humas Kemenperin)

Hari Batik Nasional 2026, Kemenperin: Jaga Keberlanjutan

Editor
1 Oktober 2026

Hari Batik Nasional menjadi momentum kita bersama untuk meningkatkan kesadaran kolektif dan menumbuhkan rasa kecintaan pada batik. JAKARTA - Industri...

Trade Expo Indonesia; Sejumlah narasumber tampak dalam Konferensi Pers Technical Meeting TEI ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (30/9).(Foto: Humas Kemendag)

Trade Expo Indonesia 2026: Buyer dari 113 Negara Sudah Daftar

Editor
1 Oktober 2026

TANGERANG - Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 2026 telah menjaring antusiasme yang tinggi dari buyer internasional dan pelaku usaha...

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menerima audiensi LEGO Group di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (30 Sep). Pertemuan ini membahas perkembangan kehadiran LEGO di Indonesia serta peluang penguatan kerja sama di sektor industri mainan.(Foto: Humas Kemendag)

Perwakilan LEGO Group Sambangi Kemendag

Editor
1 Oktober 2026

BANDUNG - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menerima audiensi LEGO Group di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (30 Sep)....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.