SATUJABAR, BANDUNG–Sebanyak 2.025 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan FIFA ASEAN Cup 2026, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Polda Jawa Barat akan menerapkan reekayasa lalu-lintas menuju Stadion Si Jalak Harupat selama perhelatan FIFA ASEAN Cup 2006 berlangsung
Rekayasa lalu-lintas menuju Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, tempat digelarnya FIFA ASEAN Cup 2026, akan diterapkan Polda Jawa Barat, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan penumpukan kendaraan. Mobilitas suporter menuju dan pulang dari stadion, menjadi salah satu fokus utama pengamanan.
Jalur arteri menuju Stadion Si Jalak Harupat, dibagi menjadi enam beat, atau sektor pengamanan. Enam beat tersebut membentang, mulai dari Jalan Layang, atau Fly Over Kopo, Kopo Sayati, Katapang, Soreang, hingga kawasan gerbang stadion.
Dari total 2.025 personel yang diterjunkan, sebanyak 156 personel disiagakan di sepanjang jalur menuju stadion. Personel di lapangan disiapkan untuk menjalankan sejumlah skema pengamanan, meliputi sterilisasi jalur, penyekatan jalan, hingga pengawalan terhadap monilitas, atau pergerakan bus pemain dan suporter.
Pihak kepolisia juga membentuk pagar betis untuk memastikan mobilitas rombongan aman. Pengerahan personel gabungan dalam pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026, terintegrasi dalam skema pengamanan terpadu bertajuk ‘Operasi Garuda Bakti 2026.
“Kami sadar FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, sebagai ajang berskala Internasional, yang membawa kebanggaan sekaligus tantangan bagi Jawa Barat. Jadi, melalui ‘Operasi Garuda Bakti 2026’, kami mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, sekaligus didukung penegakan hukum yang tegas,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, dalam keterangannya, Selasa (22/09/2026).
Hendra menegaskan, Polda Jawa Barat tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman, kejahatan jalanan, aksi premanisme, hingga potensi gesekan antarsuporter yang bisa mengganggu keberlangsungan FIFA ASEAN Cup 2026. Keselamatan pemain, ofisial, dan masyarakat adalah prioritas utama, dengan mengambil pelajaran dari tragedi masa lalu agar tidak sampai terulang
Hendra mengungkapkan, pengamanan personel di lapanga tidak hanya difokuskan di Stadion Si Jalak Harupat, dan jalur menuju lokasi. Hotel yang menjadi tempat delegasi menginap, juga mendapatkan penjagaan ketat, diantaranya Hotel Pullman Bandung, Grand Central, Crown Plaza, Trans Luxury, serta Hilton Bandung.
“Skema pengamanan di tempat akomodasi delegasi diterapkan mulai ring I hingga ring III. Skema tersebut untuk memastikan aktivitas para pemain dan ofisial selama berada di Bandung berlangsung aman,” ungkap Hendra.
Pihak kepolisian juga akan memberikan pengawalan terhadap mobilitas delegasi dari hotel tempat menginap menuju lokasi latihan dan pertandingan. FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, pertandingannya dijadwalkan akan berlangsung, 25 September-05 Oktober.
Sebelumnya, Wakil Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, mengatakan, 2.025 personel gabungan disiapkan Polda Jawa Barat untuk memastikan rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026, berjalan aman, tertib, dan kondusif.
“Sebanyak 2.025 personel gabungan dipersiapkan Polda Jawa Barat, dalam pelaksanaan gelaran tersebut (FIFA ASEAN Cup 2026). Para personel, terdiri dari 605 personel Polda Jawa Barat, 301 personel Polrestabes Bandung, 1.078 personel Polresta Bandung, serta 41 personel Polres Cimahi,” ujar Reza kepada wartawan, di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (21/09/2026).
Pengerahan personel gabungan, terintegrasi dalam skema pengamanan terpadu bertajuk ‘Operasi Garuda Bakti 2026’. Pengamanannya tidak hanya berfokus di area Stadion Si Jalak Harupat saat laga berlangsung, tetapi juga mencakup kedatangan tim, akomodasi, tempat latihan, perjalanan ke stadion, hingga kepulangan para pemain dan ofisial.
“Polda Jabar bersama jajaran satuan kewilayahan juga telah memetakan sejumlah objek strategis. Jalur pergerakan tim, tempat menginap di hotel, stasiun, area parkir, hingga fasilitas tempat latihan dipastikan mendapat pengawalan dan pengamanan khusus,” kata Reza.
Reza menegaslan, upaya pengamanan di kawasan Stadion Si Jalak Harupat akan dibagi ke dalam beberapa zonasi, mencakup tribun penonton, perimeter, area dalam, hingga pintu akses, dan jalur lalu-lintas di sekitarnya. Strateginya, mulai upaya preemtif, preventif, penegakan hukum, serta dukungan teknologi yang diterapkan.
Personel Polri juga mendapat dukungan pengamanan lintas instansi, antaralain TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, serta petugas Pemadam Kebakaran. Kolaborasi tersebut untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, mulai kepadatan lalu-lintas, gesekan antarsuporter, masuknya penonton tanpa tiket, upaya penyusupan orang dan barang berbahaya, hingga tindak kriminalitas.
Indonesia menjadi tuan rumah untuk Divisi 1, dengan Grup A dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan Grup B digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung Grup A ditempati, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, sedangkan Grup B, ditempati Vietnam, Pakistan, Thailand, serta Fhilipina.







