JAKARTA – FIFA ASEAN Cup 2026 akan menggunakan venue stadion di Jakarta dan Bandung. Pada edisi perdana turnamen ini, kedua kota itu dipercaya menjadi tuan rumah Premier Division, dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat sebagai dua venue yang akan digunakan untuk mempertemukan tim-tim dari Asia Tenggara dan tim undangan.
Dilansir laman PSSI, penunjukan kedua stadion tersebut membawa tantangan tersendiri. Selain menjadi tempat pertandingan, venue harus memastikan seluruh fasilitas pendukung berada dalam kondisi yang sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan turnamen internasional.
SUGBK bukan nama baru dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola internasional. Stadion yang berada di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, tersebut memiliki kapasitas sekitar 77 ribu penonton dan telah menjadi salah satu venue utama berbagai pertandingan Timnas Indonesia.
Terbaru, SUGBK menjadi lokasi dua pertandingan internasional Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026. Indonesia menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni, masing-masing dengan kemenangan 3-0 dan 1-0.
Stadion ini nantinya menjadi salah satu lokasi pertandingan Premier Division, yang mempertemukan delapan tim dalam persaingan untuk menjadi juara divisi utama.
Berbeda dengan SUGBK yang berada di pusat ibu kota, Stadion Si Jalak Harupat menghadirkan cerita tersendiri. Stadion yang terletak di Kabupaten Bandung itu kembali mendapat kepercayaan untuk menggelar pertandingan internasional setelah sebelumnya menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 2023. Stadion ini juga pernah digunakan dalam ajang Asian Games 2018.
Menjelang FIFA ASEAN Cup 2026, perhatian utama di Si Jalak Harupat diarahkan pada kesiapan lapangan. Stadion tersebut tengah disterilkan dari penggunaan untuk pertandingan sejak akhir Agustus agar proses pemeliharaan dan peningkatan kualitas rumput dapat dilakukan secara optimal.
Pekerjaan tersebut mencakup pemadatan tanah dan penguatan akar rumput sebagai bagian dari persiapan memenuhi standar yang ditetapkan untuk turnamen.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa sejumlah aspek pendukung stadion juga menjadi bagian dari persiapan, mulai dari kebersihan dan sanitasi hingga fasilitas penunjang lainnya. Pemeliharaan rumput, lampu, bangku pemain, dan kursi penonton turut menjadi perhatian dalam memastikan venue berada dalam kondisi layak untuk pertandingan internasional.
Langkah sterilisasi tersebut juga membuat Si Jalak Harupat memiliki waktu khusus untuk mempersiapkan diri sebelum digunakan dalam FIFA ASEAN Cup. Tim peserta dijadwalkan tiba di Bandung dan menjalani agenda uji coba lapangan pada 19 September 2026, beberapa hari sebelum pertandingan Premier Division dimulai.
Kesiapan venue juga tidak berdiri sendiri. Penyelenggaraan turnamen internasional membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengelola stadion, unsur keamanan, hingga sektor transportasi dan akomodasi. Jakarta dan Kabupaten Bandung memiliki pengalaman sebagai kota penyelenggara berbagai agenda olahraga berskala nasional maupun internasional, yang menjadi modal penting dalam menyambut kedatangan tim dan suporter.
Menurut jadwal, turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Khusus Premier Division di Indonesia, pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai 25 September hingga 5 Oktober.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, informasi mengenai pemesanan tiket akan tersedia dalam waktu dekat.







