• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 15 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
Selasa, 15 September 2026 - 03:40
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

MOJOKERTO – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Ziarah tersebut bertujuan untuk meninjau kelestarian situs bersejarah pendiri Kerajaan Majapahit sekaligus mendorong penguatan ekosistem wisata budaya yang terintegrasi di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan.

Di lokasi petilasan, Menbud menjelaskan sejarah kompleks Siti Inggil, yang berasal dari kata Siti (tanah) dan Hinggil (tinggi), yang secara tradisi diyakini sebagai tempat moksa Raden Wijaya beserta permaisuri dan keluarganya, seperti Dara Peta, Dara Jingga, Garwa Padmi Gayatri, serta Abdi Kinasih. Kompleks punden berundak yang telah direvitalisasi sejak tahun 1976 ini memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi, serta kerap dikunjungi berbagai tokoh bangsa dari masa ke masa.

RelatedPosts

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

“Alhamdulillah pada sore hari ini, saya bisa berziarah di Petilasan Raden Wijaya beserta istri-istrinya di Siti Inggil. Strukturnya merupakan struktur asli yang telah direvitalisasi sejak tahun 1976. Menurut sejarah, di sinilah tempat pendiri Kerajaan Majapahit moksa, dan situs ini selalu menjadi tujuan ziarah serta kunjungan tokoh-tokoh masyarakat,” ujar Menbud Fadli Zon seperti dikutip laman Kementerian Kebudayaan.

Dalam dialog bersama juru kunci Petilasan Raden Wijaya dan Kepala Desa Bejijong, Menbud Fadli Zon mengapresiasi keterlibatan aktif generasi muda dalam mengelola potensi desa cagar budaya. Keberadaan sekitar 50 homestay di Desa Bejijong dinilai menjadi langkah nyata dalam membangun ekonomi masyarakat dalam pengelolaan situs sejarah.

“Kita sedang membangun dan merevitalisasi Museum Majapahit. Nantinya situs-situs bersejarah ini bisa saling terkoneksi menjadi satu ekosistem terpadu, mulai dari wisata budaya, wisata religi, wisata sejarah, hingga wisata kuliner. Dukungan seperti keberadaan 50 homestay di Desa Bejijong ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan ekosistem tersebut,” terang Menbud.

Raden Wijaya, yang memerintah dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana (1293–1309 M), adalah pendiri dan raja pertama Kerajaan Majapahit. Berdasarkan catatan sejarah dalam naskah Pararaton dan Nagarakretagama, Raden Wijaya berhasil mendirikan Majapahit setelah memanfaatkan aliansi dengan pasukan Mongol untuk mengalahkan Jayakatwang dari Kediri, lalu mengusir pasukan Mongol tersebut dari Jawa pada tahun 1293. Setelah meninggal dunia pada tahun 1309 M, sejumlah candi dibangun sebagai tempat pendharmaan Raden Wijaya.

Turut hadir untuk mendampingi Menteri Kebudayaan, yaitu Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Endah Budi Heryani; Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, Putu Supadma Rudana; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Sri Sugiharta. Turut hadir jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Desa Bejijong, Pradana Tera Mardiatna.

Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk bersinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam memperkuat pengelolaan situs bersejarah secara berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan guna memastikan warisan peradaban Majapahit tidak hanya terjaga keasliannya, namun juga memberikan dampak kesejahteraan sosial-ekonomi bagi warga sekitar.

 

Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi memulai revitalisasi Museum Majapahit melalui acara Peletakan Batu Pertama yang berlangsung di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Momentum tersebut mengukuhkan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam merawat ingatan kolektif bangsa serta memperkuat ekosistem kebudayaan berbasis sejarah dan pengetahuan.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa revitalisasi cagar budaya, keraton dan istana merupakan langkah strategis yang didorong langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Guna mewujudkan arahan Presiden RI tersebut, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mengakselerasi pelestarian objek vital budaya dan sejarah, salah satunya Museum Majapahit.

Menbud menjelaskan bahwa program revitalisasi Museum Majapahit diharapkan dapat mengubah persepsi museum tidak hanya tempat penyimpanan artefak, melainkan etalase peradaban agung Nusantara, sekaligus penggerak ekosistem ekonomi budaya yang berkelanjutan. Pembangunan Museum Majapahit di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektar ini menjadi solusi atas besarnya potensi sejarah Majapahit yang menyimpan lebih dari 88.000 koleksi artefak berharga.

“Kita selalu mengutip Majapahit dan kebesarannya, tetapi museumnya belum ada yang representatif. Atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita melakukan revitalisasi istana, keraton, museum, dan cagar budaya, di mana Museum Majapahit ini menjadi bagian sangat penting di tahun 2026,” tegas Menteri Fadli.

Tags: fadli zonMajapahitRaden Wijaya

Related Posts

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
8 September 2026

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula:...

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Meriahnya Tradisi Budaya Seba Sapton dan Babarit di Hari Jadi Kuningan

Editor
6 September 2026

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi...

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar beserta jajaran di Ciremai Coffee Culture Festival 2026.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Ciremai Coffee Culture Festival: Menyedu Semangat Warga Kuningan

Editor
5 September 2026

KUNINGAN – Ciremai Coffee Culture Festival mewarnai Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan. Kuningan Kopi Festival 2026 atau Ciremai Coffee Culture...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.