• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 1 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRT Jadi Sorotan, Wali Kota Bandung Optimis Berikan Manfaat

Editor
Senin, 14 September 2026 - 06:45
Proyek BRT atau Bus Rapid Transit.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Proyek BRT atau Bus Rapid Transit.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan optimistis pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat meski proses pelaksanaannya dipastikan tidak mudah dan akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Menurut Farhan, berbagai kritik dan kekhawatiran yang muncul saat ini merupakan hal yang wajar mengingat proyek tersebut akan membawa perubahan signifikan pada sistem transportasi dan tata ruang jalan di Kota Bandung.

RelatedPosts

76% Penumpang Whoosh Bayar Pakai QR Code

Pendapatan Usaha Jasa Marga Tumbuh 7,9%, Kuartal III 2026

Musim Hujan 2026/2027: BNPB Terbitkan Delapan Langkah Kesiapsiagaan

“BRT ini memang pilihan yang harus kita pilih. Dari sejak awal sebelum saya dilantik saya sudah mendapatkan BRT ini dan saya sudah keliling berkali-kali jalur BRT,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin 14 September 2026 dilansir laman Pemkot Bandung.

Farhan mengakui salah satu aspek yang paling banyak menjadi perhatian masyarakat adalah rencana pembangunan halte di tengah jalan pada sejumlah koridor utama. Beberapa lokasi yang akan menerapkan konsep tersebut di antaranya kawasan Cicadas, Jalan Jakarta, Ciroyom hingga Pasar Baru.

Ia memahami tidak sedikit warga yang mempertanyakan efektivitas maupun aspek keselamatan dari konsep tersebut. Namun, menurutnya setiap inovasi transportasi publik membutuhkan proses pengujian sebelum manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

“Memang agak susah membayangkan bahwa di tengah Jalan Cicadas, Jalan Jakarta, sampai wilayah Ciroyom dan Pasar Baru akan ada halte-halte di tengah jalan. Perdebatan tentu tidak pernah berhenti, namun bagaimanapun juga pilihannya tetap dilaksanakan,” katanya.

Farhan menjelaskan, konsep BRT Bandung merupakan bagian dari program yang disusun bersama Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mencari solusi atas berbagai potensi persoalan yang muncul selama proses pembangunan.

“Kami akan terus menyerap berbagai macam aspirasi dari masyarakat tentang ketidaknyamanan akibat dari BRT ini,” ujarnya.

Koridor BRT Bandung tahap awal akan melayani jalur timur-barat yang menghubungkan sejumlah pusat aktivitas masyarakat. Rute tersebut dimulai dari Kiaracondong menuju Alun-alun Bandung, kemudian berlanjut ke kawasan Stasiun Selatan, Jalan Kebonjati, Otista, Tegalega dan kembali menuju koridor timur.

Menurut Farhan, kehadiran BRT akan mendorong perubahan pola mobilitas masyarakat. Karena itu, pemerintah juga menyiapkan sistem feeder yang terintegrasi dengan layanan utama BRT.

Feeder tersebut akan memanfaatkan angkutan kota yang selama ini beroperasi di Bandung dengan skema peremajaan armada agar lebih nyaman dan sesuai dengan kebutuhan transportasi modern.

“Feeder ini adalah angkot-angkot yang selama ini kita kenal. Akan ada peremajaan angkot dan mudah-mudahan kita bisa segera mendapatkan kesepakatannya untuk angkot yang baru,” tuturnya.

Selain integrasi dengan angkot, Pemkot Bandung juga tengah menunggu realisasi layanan angkutan umum menuju Bandara Husein Sastranegara sebagai bagian dari penguatan konektivitas transportasi publik.

Farhan memaparkan, pembangunan halte di tengah jalan tetap akan dilaksanakan karena merupakan bagian dari desain dasar sistem BRT yang telah dirancang.

“Kalau pembangunan halte yang di tengah itu tetap akan berlanjut. Itu bagian dari konsep, saya tidak bisa melawan karena bagaimanapun juga itu bagian dari desain BRT,” ucap Farhan.

Meski demikian, ia memastikan berbagai aspek keselamatan tetap menjadi perhatian. Salah satunya terkait kemungkinan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) apabila hasil kajian menunjukkan kebutuhan tersebut.

“Kalau memang ternyata membahayakan maka saya akan paksakan ada JPO di atas itu. Tapi itu sangat tergantung kepada hasil perhitungan nanti pelaksanaan proyek ini sendiri,” katanya.

Untuk mendukung keberhasilan sistem transportasi baru tersebut, Pemkot Bandung juga akan membuka peluang investasi bagi pihak swasta untuk membangun fasilitas parkir di sekitar koridor BRT. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung integrasi perjalanan masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi massal.

Farhan mengungkapkan salah satu tantangan terbesar adalah menyediakan ruang parkir yang memadai di kawasan-kawasan strategis seperti Dago, Pasar Baru, Stasiun Hall, Asia Afrika hingga Kiaracondong.

“Kami akan melakukan penawaran terbuka kepada calon investor yang akan membangun fasilitas parkir di titik-titik sekitar koridor BRT,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Farhan tetap optimistis BRT Bandung akan berhasil. Keyakinan itu didasarkan pada pengalaman Kota Medan yang telah lebih dulu menerapkan konsep serupa dengan karakteristik jalan, luas wilayah dan kepadatan penduduk yang relatif mirip dengan Bandung.

“Saya sudah tiga kali ke Kota Medan mencoba BRT-nya. Kelihatannya berhasil. Setelah jadi masyarakat lebih nyaman, walaupun saat pembangunannya memang sangat menantang,” ungkapnya.

Menurut Farhan, keberhasilan BRT tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga dukungan masyarakat dalam beradaptasi dengan sistem transportasi yang baru. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan masukan konstruktif selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami sangat terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik. Tetapi ini proyek nasional, jadi Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Jawa Barat, dan Dinas Perhubungan Kota Bandung harus membahasnya bersama. Tidak mungkin saya membuat keputusan sendiri,” kata Farhan.

Ia berharap setelah seluruh sistem berjalan, masyarakat dapat merasakan manfaat berupa transportasi publik yang lebih nyaman, terintegrasi, dan mampu mengurangi kemacetan di Kota Bandung.

“Setelah jadi, harapannya masyarakat akan merasakan manfaatnya. Memang proses pembangunannya menantang, tetapi kita ingin menghadirkan sistem transportasi yang lebih baik untuk masa depan Kota Bandung,” tuturnya.

Tags: BRT

Related Posts

Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.(Foto: Humas KCIC)

76% Penumpang Whoosh Bayar Pakai QR Code

Editor
1 November 2026

JAKARTA - Sebanyak 76% penggunaan tiket saat proses boarding Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari–September 2026 dilakukan melalui tiket digital...

Jalan tol Jasa Marga.(Foto: Humas Jasa Marga)

Pendapatan Usaha Jasa Marga Tumbuh 7,9%, Kuartal III 2026

Editor
1 November 2026

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III 2026, didukung oleh kontribusi...

Memasuki Musim Penghujan, Ratusan TPS di Majalengka Rawan Bencana

Musim Hujan 2026/2027: BNPB Terbitkan Delapan Langkah Kesiapsiagaan

Editor
1 November 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan delapan langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi musim hujan 2026/2027. Langkah tersebut mencakup pemetaan...

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cimayor Sumedang

Selamatkan Ayam Piaraan, Pria ASN di Bandung Tewas di Tangan Pencuri

Editor
1 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pria aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas di tangan pencuri saat berusaha mempertahankan ayam...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat acara Anugerah ASN Berprestasi dan ASN Teladan Tahun 2026 di Hotel Grandia, Jumat 30 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

ASN Award 2026 Kota Bandung untuk Memacu Kinerja

Editor
1 November 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi melalui ajang ASN Award. Penghargaan ini...

Foto : Tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (30/10). (BPBD Kabupaten Sinjai)

Kejadian Bencana dan Penanggulannya Per Sabtu 31 Oktober 2026

Editor
1 November 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.