• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 7 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hotspot di 4 Provinsi Turun, Buah Penangangan Intensif

Editor
Rabu, 09 September 2026 - 09:06
Tangkapan layar pemantau hotspot atau titik panas karhutla Kemenhut diambil pukul 09.00 WIB pada Rabu 9 September 2026.

Tangkapan layar pemantau karhutla Kemenhut diambil pukul 09.00 WIB pada Rabu 9 September 2026.

JAKARTA – Hotspot atau titik panas di empat dari enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan penurunan dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) pada 8 September 2026. Penurunan terpantau di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Riau, dan Jambi. Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan tetap memperkuat operasi pengendalian melalui pemadaman darat dan udara, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang pada 8 September mendukung terjadinya hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada Selasa, 8 September 2026 pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 397 hotspot high confidence, meningkat tipis sebanyak 11 titik dibandingkan 386 hotspot pada 7 September 2026. Pada enam provinsi prioritas, perkembangan hotspot high confidence tercatat sebagai berikut:

RelatedPosts

Bappebti Umumkan Peringkat 5 Teratas Pialang Terbaik

Ikhtiar BEI Dongkrak Kinerja Pasar Modal, Lebih Transparan, Lebih Berdampak

Arab Saudi Berantas Makelar Ilegal, Wamenhaj: Kami Dukung

  • Sumatera Selatan: 76 titik;
  • Kalimantan Tengah: 63 titik;
  • Kalimantan Barat: 12 titik;
  • Riau: 8 titik;
  • Kalimantan Selatan: 6 titik; dan
  • Jambi: 3 titik.

Data tersebut menunjukkan empat dari enam provinsi prioritas mengalami penurunan hotspot, dengan penurunan paling terlihat di Kalimantan Barat dari 31 menjadi 12 titik. Sumatera Selatan juga menurun dari 88 menjadi 76 titik, meskipun masih mencatat jumlah hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas sehingga tetap menjadi salah satu fokus pengendalian.

Sementara itu, peningkatan terpantau di Kalimantan Tengah dari 46 menjadi 63 titik dan Kalimantan Selatan dari 4 menjadi 6 titik. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penentuan prioritas patroli, groundcheck, serta pengerahan operasi darat dan udara.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi tetap diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.

Upaya pengendalian karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan Kementerian Kehutanan sebagai bagian dari penguatan operasi darat dan udara. Pelaksanaan OMC pada 8 September 2026 mendukung terjadinya hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Hujan tersebut membantu proses pembasahan lahan dan mendukung pengendalian kebakaran di lapangan. Di Kalimantan Barat, hotspot high confidence pada pemantauan terakhir turun dari 31 menjadi 12 titik. Sementara di Kalimantan Tengah, hotspot meningkat dari 46 menjadi 63 titik sehingga operasi dan kewaspadaan tetap diperkuat meskipun hujan telah turun di sebagian wilayah.

Perkembangan tersebut menunjukkan kondisi karhutla masih dinamis. Hujan membantu meningkatkan kelembapan dan pembasahan lahan, namun pada lokasi yang masih memiliki api aktif maupun bara bawah permukaan, terutama di lahan gambut, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan tetap dilanjutkan untuk mencegah api kembali menyala.

Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, pendinginan, serta pemantauan lokasi yang berpotensi mengalami penyalaan kembali.

Selain operasi darat, sebanyak 53 unit armada udara disiagakan untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut:

  • 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca; dan
  • 34 armada digunakan untuk operasi water bombing.

Pengerahan armada dilakukan berdasarkan perkembangan situasi, kondisi meteorologis, dan kebutuhan lapangan. Operasi udara diarahkan untuk mempercepat penanganan, menekan penjalaran api, dan mendukung operasi petugas di darat.

Selain perkembangan hotspot dan kondisi kebakaran, pemerintah terus memantau kualitas udara berbasis PM2,5. Kondisi kualitas udara masih bervariasi. Sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan terdapat area di Kalimantan dengan kategori berbahaya, sementara sebagian besar wilayah Indonesia lainnya berada pada kategori baik hingga sedang.

Pengamatan meteorologi penerbangan BMKG pada 8 September 2026 siang menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah wilayah prioritas:

  • Pontianak: sekitar 3 kilometer, berasap;
  • Palangka Raya: sekitar 5 kilometer, berasap;
  • Palembang: sekitar 5 kilometer, berasap;
  • Pekanbaru: sekitar 4 kilometer, berasap;
  • Jambi: sekitar 3 kilometer, berasap; dan
  • Banjarmasin: sekitar 8 kilometer, berawan.

Pemantauan tersebut menunjukkan bahwa meskipun hotspot menurun di sejumlah provinsi, dampak asap masih perlu diwaspadai. Hujan hasil OMC di sebagian Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah diharapkan membantu proses pembasahan dan perbaikan kondisi secara bertahap, namun kualitas udara dan jarak pandang tetap terus dipantau.

Jarak pandang dan kualitas udara dapat berubah mengikuti aktivitas kebakaran, konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, curah hujan, serta dinamika atmosfer. Karena itu, hotspot, kondisi api di lapangan, kualitas udara, cuaca, curah hujan, sebaran asap, dan jarak pandang terus dipantau secara terpadu sebagai dasar menentukan prioritas operasi.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat di wilayah terdampak asap juga diminta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, cuaca, dan jarak pandang serta menyesuaikan aktivitas apabila kondisi lingkungan memburuk.

Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran diminta segera melapor agar dapat ditindaklanjuti petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

Tags: Hotspotkehutanankementerian kehutanan

Related Posts

Pelepasan ekspor komoditas kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, menuju Tiongkok dan Maroko pada Kamis (16/7/2026).(Foto: Dok. Kemendag)

Bappebti Umumkan Peringkat 5 Teratas Pialang Terbaik

Editor
7 November 2026

Peringkat Pertama: PT PG Berjangka pada peringkat Peringkat Kedua: PT Didi Max Berjangka, PT Inter Pan Pasifik Futures, PT Java...

harga saham

Ikhtiar BEI Dongkrak Kinerja Pasar Modal, Lebih Transparan, Lebih Berdampak

Editor
7 November 2026

JAKARTA - Sepanjang pekan pertama November 2026, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaksanakan berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem pasar...

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak.(Foto: Humas Kemenhaj)

Arab Saudi Berantas Makelar Ilegal, Wamenhaj: Kami Dukung

Editor
7 November 2026

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyambut baik langkah tegas Pemerintah Arab Saudi dalam mencegah praktik perantara...

Pesawat Super Air Jet di Bandara Husein Sastranegara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Super Air Jet Layani Rute Padang-Bandung, Konektivitas Kota Bandung Makin Berkembang

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, mendapatkan penambahan layanan rute baru. Maskapai Super Air Jet membuka rute penerbangan baru...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di acara pelepasan program prioritas Angkot to School, di Balai Kota Bandung, Jumat 6 November 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Farhan Ingin Sopir Angkot Bandung Digaji

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pembenahan transportasi publik melalui pengembangan sistem integrasi angkutan kota (angkot). Program yang...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Priangan di Pusat Kebudayaan Indonesia Tionghoa, di Jalan Nana Rohana, Kota Bandung, Kamis 5 November 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kota Bandung Kini Punya Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Kota Bandung kembali memperkuat posisinya sebagai kota pendidikan dan keberagaman budaya. Hal ini ditandai dengan peresmian Pusat Pembelajaran...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.