• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 21 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Karhutla Kalimantan Ditangani 12.880 Petugas Gabungan

Editor
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:40
Penanganan Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Penanganan Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Karhutla tercatat seluas 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare di Kalimantan Timur, dan 400 hektare di Kalimantan Utara.

JAKARTA – Sebanyak 12.880 personel gabungan dari berbagai unsur telah terlibat dalam operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang memasuki hari ke-48. Kekuatan tersebut melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), sukarelawan, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pemerintah daerah, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

RelatedPosts

Buronan Penipu Bawa Kabur 138 Ekor Hewan Kurban Milik Pedagang di Tasikmalaya, Ditangkap di Jakarta

Senator Jabar Agita: Pemerataan Sekolah dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Harus Perhatikan Kebutuhan Masyarakat

Kebakaran KMP Batumandi, Menhub: Sedang Diinvestigasi

Sebagai bagian dari operasi gabungan tersebut, Kementerian Kehutanan mengerahkan 758 personel Manggala Agni untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan. Personel tersebut terdiri atas 265 personel di Kalimantan Barat, 208 personel di Kalimantan Tengah, 174 personel di Kalimantan Selatan, dan 111 personel di Kalimantan Timur.

Kekuatan Manggala Agni kembali diperkuat dengan menyiapkan 45 personel tambahan dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan untuk membantu wilayah yang membutuhkan penanganan lebih intensif, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Penambahan dilakukan melalui Bantuan Kendali Operasi (BKO), yakni penugasan personel dari wilayah lain untuk memperkuat operasi di daerah yang membutuhkan.

Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan dukungan udara. Di lapangan, Manggala Agni bersama MPA, sukarelawan, masyarakat, dan unsur tim gabungan terus melakukan pemadaman, pembasahan, serta pendinginan untuk mencegah api kembali menyala dan menjalar.

Penanganan terutama membutuhkan waktu lebih panjang pada kawasan bergambut, karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul apabila proses pembasahan dan pendinginan belum tuntas. Sementara itu, dukungan udara dilakukan melalui patroli serta water bombing pada lokasi-lokasi yang membutuhkan.

Sebagai bagian dari rangkaian penanganan karhutla di Kalimantan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga telah dilaksanakan sebanyak 45 kali penerbangan dengan total 45 ton bahan semai. Operasi tersebut dilakukan dengan menyemai bahan pada awan yang memenuhi persyaratan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan dan mendukung upaya pemadaman yang berlangsung di lapangan.

Berdasarkan data sementara lapangan, luas karhutla tercatat 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare di Kalimantan Timur, dan 400 hektare di Kalimantan Utara. Data tersebut masih terus diperbarui dan diverifikasi seiring perkembangan penanganan di lapangan.

Memasuki pekan ketujuh operasi, perhatian juga diberikan terhadap kondisi personel yang telah bekerja selama berminggu-minggu di lapangan. Rotasi petugas dilakukan untuk menjaga kondisi fisik, sementara dukungan peralatan, logistik, posko komando, dan layanan kesehatan terus diperkuat.

Pada sejumlah lokasi kebakaran, tim juga membuat sumur bor sementara untuk mendekatkan sumber air dengan titik pemadaman, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air alami.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, mengatakan penguatan operasi terus dilakukan pada wilayah yang masih membutuhkan penanganan intensif. Pada saat yang sama, kondisi personel menjadi perhatian karena operasi telah berlangsung cukup panjang.

“Operasi belum selesai. Pemadaman darat dan udara terus berjalan, terutama di lokasi yang membutuhkan penanganan panjang. Kami menambah 45 personel Manggala Agni, melakukan rotasi petugas, serta memperkuat sumber air, peralatan, logistik, dan layanan kesehatan,” ujar Yudho.

Ia juga mengapresiasi seluruh unsur yang bekerja bersama dalam penanganan karhutla di Kalimantan.

“Kami mengapresiasi Masyarakat Peduli Api, sukarelawan, TNI, Polri, BPBD, DLHK, pemerintah daerah, dan masyarakat yang sudah berminggu-minggu bekerja bersama Manggala Agni di lapangan. Menjaga Kalimantan dari kebakaran bukan pekerjaan satu institusi,” tegasnya.

Selain pemadaman, patroli pencegahan melalui darat dan udara terus ditingkatkan untuk menemukan potensi kebakaran sedini mungkin. Keterlibatan MPA, sukarelawan, dan masyarakat menjadi penting karena mereka berada dekat dengan wilayah rawan, mengenali kondisi wilayahnya, serta dapat memberikan informasi awal ketika menemukan api maupun asap.

Upaya pencegahan menjadi bagian penting dari operasi agar kebakaran dapat dihentikan sejak awal dan personel tidak terus berpindah dari satu lokasi kebakaran ke lokasi lainnya selama periode rawan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa operasi panjang di Kalimantan bukan hanya tentang jumlah titik api yang berhasil dipadamkan, tetapi juga tentang melindungi masyarakat dan memastikan ribuan personel yang berada di garis depan tetap dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Empat puluh delapan hari operasi menunjukkan beratnya pekerjaan menghadapi karhutla. Yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan mencegah api meluas, tetapi kita juga harus menjaga orang-orang yang sudah berminggu-minggu berada di garis depan. Personel perlu dirotasi, kesehatannya dijaga, logistiknya dipastikan, dan kekuatannya ditambah ketika diperlukan,” tegas Januanto.

Ia menambahkan bahwa pencegahan perlu dilakukan bersama-sama oleh seluruh pihak yang berada di wilayah rawan.

“Perusahaan, pengelola kawasan, pemerintah daerah dan desa, serta masyarakat perlu meningkatkan penjagaan. Semakin banyak kebakaran yang bisa kita cegah sejak awal, semakin kecil risiko yang harus ditanggung masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan kemampuan merespons kebakaran sejak dini. Kerja bersama Manggala Agni, MPA, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, sukarelawan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga hutan sekaligus melindungi kesehatan, keselamatan, ruang hidup, dan aktivitas masyarakat dari dampak karhutla.

Kementerian Kehutanan mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta segera melaporkan setiap indikasi api maupun asap agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.

Tags: karhutlaKemenhut

Related Posts

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Ade Papa Rihi.(Foto:Istimewa).

Buronan Penipu Bawa Kabur 138 Ekor Hewan Kurban Milik Pedagang di Tasikmalaya, Ditangkap di Jakarta

Editor
21 Oktober 2026

SATUJABAR, TASIKMALAYA--Terbuai janji manis pelaku penipuan, seorang pedagang hewan kurban di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, harus rugi besar. Korban kehilangan...

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti (depan tengah).(Foto: Istimewa)

Senator Jabar Agita: Pemerataan Sekolah dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Harus Perhatikan Kebutuhan Masyarakat

Editor
21 Oktober 2026

BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti menyoroti...

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.(Foto: Humas Kemenhub)

Kebakaran KMP Batumandi, Menhub: Sedang Diinvestigasi

Editor
21 Oktober 2026

CILEGON - Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak mengalami insiden kebakaran di alur masuk...

Dewan Gubernur Bank Indonesia, 21 Oktober 2026.(Foto: Bank Indonesia)

BI-Rate Tetap 5,75%, Perkuat Stabilitas, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Editor
21 Oktober 2026

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Oktober 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% dan suku...

Penyerahan barang rampasan negara dari Kejaksaan Negeri Kota Bandung kepada Pemkot Bandung di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Rabu, 21 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kejaksaan Serahkan 6 Unit Properti Kebun Binatang ke Pemkot Bandung

Editor
21 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima penyerahan enam bangunan yang merupakan barang rampasan negara dalam perkara tindak pidana korupsi...

Pembersihan vandalisma di simpang lima Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Vandalisme Bekas Demo di Kota Bandung Dibersihkan

Editor
21 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membersihkan vandalisme di sejumlah titik. Di antaranya di Simpang Lima, Jalan Braga, Pendopo Kota...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.