• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Museum ITB: Belajar Apa Kita dari Sana?

Editor
Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:53
Salah satu display di Museum ITB.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Salah satu display di Museum ITB.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kota Bandung tidak hanya menawarkan wisata kuliner dan kreatif, tetapi juga memiliki beragam destinasi wisata edukatif yang memperkaya wawasan masyarakat. Salah satunya adalah Museum ITB, ruang edukasi yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan panjang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dirintis sejak 2025, Museum ITB lahir melalui kolaborasi lintas fakultas, unit, dan keilmuan. Sains, teknologi, seni, desain, hingga humaniora dipertemukan dalam satu ruang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan beragam.

RelatedPosts

Menbud Resmikan Pusat Pelatihan Indonesia Bercerita

Konferensi Musik Indonesia Perluas Ruang Ekspresi dan Kolaborasi

Jakarta World Cinema 2026, Menbud: Penguatan dan Perluasan Jejaring

Pengunjung dapat melihat bagaimana sebuah gagasan lahir, diuji, dikembangkan, hingga diwujudkan melalui berbagai artefak instrumen penelitian, dokumentasi eksperimen, hasil temuan, inovasi, serta arsip visual perjalanan kehidupan di kampus.

Museum ITB terbagi ke dalam empat zona yang membawa pengunjung menyusuri perjalanan ITB dari masa ke masa.

Zona pertama menghadirkan akar sejarah ITB, mulai dari masa awal pengembangan Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS) pada 1920, tumbuhnya semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa, hingga kontribusinya dalam membangun fondasi ilmu pengetahuan di Indonesia.

Zona kedua mengungkap perjalanan riset, inovasi, dan berbagai penemuan yang lahir dari lingkungan ITB. Pengunjung dapat melihat bahwa di balik sebuah inovasi terdapat proses panjang, eksperimen, tantangan, serta ketekunan para ilmuwan dan peneliti.

Zona ketiga membawa pengunjung lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. Interaksi mahasiswa, dosen, dan peneliti menjadi bagian dari cerita tentang budaya belajar, penelitian, dan kolaborasi yang terus berkembang.

Sementara zona keempat memperlihatkan jejak para pemikir dan penggerak ITB yang memberikan kontribusi melalui ilmu pengetahuan, seni, teknologi, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Museum ITB juga menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung untuk memberikan pengalaman yang lebih beragam kepada pengunjung. Salah satunya dome theater yang menampilkan video mengenai perjalanan ITB serta perkembangan teknologi.

Di area museum juga terdapat pesawat yang sebelumnya digunakan dalam kegiatan praktik mahasiswa. Kehadiran berbagai artefak tersebut menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk melihat secara lebih dekat bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi diterapkan dalam kehidupan nyata.

Museum ITB turut menyediakan fasilitas yang inklusif serta terus mengembangkan fasilitas dan layanan agar dapat memberikan pengalaman edukasi yang nyaman bagi berbagai kalangan.

Tingginya minat masyarakat menjadikan Museum ITB sebagai salah satu ruang edukasi yang semakin diminati di Kota Bandung. Tidak hanya dikunjungi pada hari kerja, museum ini juga ramai menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi waktu akhir pekan dengan kegiatan yang edukatif.

“Antusiasme masyarakat terhadap Museum ITB cukup tinggi. Kalau di akhir pekan, pengunjung mencapai sekitar 1.200 sampai 1.300 orang, sedangkan pada hari kerja rata-rata sekitar 300 sampai 400 pengunjung,” ujar Usep Mulyana, Koordinator Museum ITB.

Kehadiran Museum ITB diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat.

Pengelola Museum ITB terus mendorong kolaborasi dan diskusi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, untuk memperluas akses pembelajaran di luar ruang kelas.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, Museum ITB menyediakan tiket reguler sebesar Rp50.000, sedangkan tiket untuk pelajar dan mahasiswa sebesar Rp30.000. Museum juga melayani kunjungan rombongan dan kelompok.

Informasi mengenai jadwal kunjungan, fasilitas, serta layanan rombongan dapat diperoleh melalui Instagram @museumitb atau website museum.itb.ac.id.

 

Sumber: Humas Pemkot Bandung/bandung.go.id

Tags: kota bandungMuseum ITB

Related Posts

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Pusat Pelatihan Indonesia Bercerita di Bekasi Jawa Barat.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Pusat Pelatihan Indonesia Bercerita

Editor
2 November 2026

BEKASI - Tradisi bercerita merupakan salah satu upaya menjaga keberlanjutan tradisi lisan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Indonesia...

Konferensi Musik Indonesia 2028 di Makassar.(Foto: Humas Kemenbud)

Konferensi Musik Indonesia Perluas Ruang Ekspresi dan Kolaborasi

Editor
2 November 2026

MAKASSAR - Kementerian Kebudayaan terus mendorong penguatan ekosistem musik Indonesia melalui penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar. Rangkaian...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon (tengah) di acara pembukaan Jakarta World Cinema (JWC) 2026 yang digelar di JWC 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Jakarta World Cinema 2026, Menbud: Penguatan dan Perluasan Jejaring

Editor
1 November 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta World Cinema (JWC) 2026 sebagai salah satu ruang penting untuk...

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meresmikan Andalan Kuliner Pasupati (Anderpas), Jumat, 30 Oktober 2026. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wah! Ada Sentra Kuliner di Bawah Flyover Pasupati

Editor
31 Oktober 2026

BANDUNG - Kawasan di bawah flyover Pasupati, tepatnya setelah Balubur Town Square (Baltos) menuju Jalan Pelesiran, kini memiliki wajah baru....

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri memberikan sambutan utama pada Sesi Paralel A bertajuk ‘Dampak Ekonomi Industri Musik Indonesia’ di sela-sela Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10).(Foto: Humas Kemendag)

Talenta Musik Indonesia, Wamendag: Semakin Bersaing di Pasar Global

Editor
30 Oktober 2026

MAKASSAR - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri optimistis talenta musik Indonesia mampu bersaing di pasar global. Menurutnya,...

Gala premiere dihadiri para pembuat film, sejumlah tokoh pemerintahan dan sepak bola, serta beberapa pemain Timnas Indonesia seperti Shayne Pattynama, Egy Maulana Vikri, Ivar Jenner, dan Rafael Struick. Acara juga dihadiri Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, lalu Zainudin Amali selaku Wakil Ketua Umum PSSI dan sejumlah anggota Komite Eksekutif PSSI.(Foto: Dok. PSSI)

Gala Premiere Film The Longest Wait, Suguhkan Cerita Epic Timnas Indonesia

Editor
30 Oktober 2026

JAKARTA - Film dokumenter The Longest Wait resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Rabu (28/10). Penayangannya ditandai dengan gala...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.