SATUJABAR, JAKARTA – Gempa NTT yang terjadi di beberapa lokasi mendorong Kementerian Pariwisata untuk terus memantau perkembangannya di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.
Sejak informasi gempa dan peringatan dini tsunami disampaikan BMKG, Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bergerak cepat melakukan pemantauan situasi serta berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan para pemangku kepentingan terkait.
Terkait aktivitas pelayaran wisata, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai otoritas berwenang menetapkan penghentian sementara operasional pelayaran sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP), standar keselamatan maritim, serta mekanisme peringatan dini yang berlaku.
Kementerian Pariwisata dan BPOLBF mendukung penuh langkah kehati-hatian tersebut guna mengutamakan keselamatan para wisatawan.
Saat ini, berdasarkan evaluasi keselamatan dari otoritas pelayaran, aktivitas pelayaran di Labuan Bajo telah kembali dibuka pasca gempa NTT.
Meskipun demikian, keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas utama. Kami mengimbau para wisatawan, pelaku usaha pariwisata, operator kapal wisata, serta seluruh masyarakat di kawasan Labuan Bajo dan Flores untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, selalu mengikuti arahan dari otoritas terkait di lapangan, serta terus memonitor informasi resmi dari BMKG dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kementerian Pariwisata bersama BPOLBF akan terus bersiaga memantau perkembangan di lapangan guna memastikan seluruh aktivitas pariwisata tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.







