• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 4 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kota Bandung, dari Smart City ke Data-Driven City

Editor
Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:20
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Kota Bandung terus beradaptasi dalam transformasi tata kelola pemerintahannya berbasis data. Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat membuka acara NGULIK (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Data dan Statistik) bertema “Data-Driven Governance: Lesson from Seoul Smart City Evolution”, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis, 13 Agustus 2026.

Farhan menilai, perkembangan kota di era digital tidak lagi memungkinkan pemerintah mengambil kebijakan hanya berdasarkan pengalaman, perkiraan, maupun kebiasaan.

RelatedPosts

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya

Pria ART Bunuh Profesor Petrus di Sukabumi Gegara Gaji 5 Bulan Tidak Dibayar

Sapi Kaki Enam Sabet Gelar Juara Satu Sapi Unik di Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026

Pemerintah dituntut mampu membaca perubahan melalui data agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab persoalan masyarakat.

“Data dalam governance pada dasarnya menempatkan data bukan sekadar sebagai produk administrasi, melainkan sebagai instrumen penting dalam pengambilan keputusan,” ujar Farhan melalui keterangan resmi.

Menurutnya, pemanfaatan data harus mampu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar dalam setiap persoalan perkotaan. Mulai dari apa masalahnya, siapa yang terlibat dan terdampak, di mana persoalan terjadi, hingga apa penyebabnya. Dari sana, pemerintah dapat menentukan intervensi yang paling tepat.

Farhan menyebut karakteristik Kota Bandung menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan tata kelola berbasis data.

Dengan luas wilayah sekitar 170 kilometer persegi dan jumlah penduduk yang mendekati 3 juta jiwa, Bandung memiliki mobilitas penduduk yang tinggi serta dinamika yang terus berkembang di bidang pelayanan publik, kesehatan, pendidikan hingga ekonomi digital.

Karena itu, Farhan menilai pengalaman Seoul dalam membangun kota cerdas penting untuk dipelajari, bukan semata-mata dari kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi dari bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Smart city pada akhirnya bukan soal seberapa banyak teknologi yang diterapkan atau berapa banyak anggaran yang digunakan untuk membeli sensor dan mengembangkan aplikasi. Yang paling penting adalah bagaimana digitalisasi ini memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Farhan menegaskan, Bandung tidak perlu meniru Seoul Korea Selatan secara utuh. Namun, konsistensi Seoul dalam membangun pemerintahan yang responsif, mengintegrasikan data antarorganisasi pemerintahan, serta melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan masyarakat dinilai layak menjadi pembelajaran.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan data sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, apabila data dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara transparan, kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat tumbuh.

Sementara itu, perwakilan Seoul Metropolitan Government, Mr. Koo Hong-seok, Ambassador for International Relations mengatakan hubungan persahabatan Bandung dan Seoul telah terjalin sejak 2016. Tahun 2026 sekaligus menjadi momentum 10 tahun kemitraan kedua kota.

Menurut Koo, momentum tersebut menjadi kesempatan penting untuk saling berbagi kebijakan dan pengalaman sekaligus memperkuat fondasi kerja sama Bandung-Seoul.

Ia menjelaskan, Seoul terus memanfaatkan data dan teknologi digital untuk merespons perubahan lingkungan perkotaan yang berlangsung cepat serta kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

“Kami sangat berharap waktu ini dapat menjadi waktu yang berharga bagi kita semua untuk berbagi pengalaman dan pendapat satu sama lain,” ujarnya.

Koo juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kedua kota serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan seminar tersebut. Ia berharap hubungan Bandung dan Seoul terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua kota.

Tags: Farhankota bandungMuhammad Farhan

Related Posts

Sejumlah rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah setempat, pada Minggu (4/10). (Foto: BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya)

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya

Editor
4 Oktober 2026

JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan M6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10) pukul 05.55...

PA alias Agus (41), pelaku pembunuhan Profesor Petrus Pallangan (71) saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Cibadak, Sukabumi.(Foto:Istimewa).

Pria ART Bunuh Profesor Petrus di Sukabumi Gegara Gaji 5 Bulan Tidak Dibayar

Editor
4 Oktober 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Profesor Petrus Pallangan, pria berusia 71 tahun, tewas dibunuh asisten rumah tangga (ART) di rumahnya di Kabupaten Sukabumi, Jawa...

Sapi kaki enam ras Madura milik TKT Farm Boyolali yang berhasil meraih Juara I pada kelas sapi unik.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Sapi Kaki Enam Sabet Gelar Juara Satu Sapi Unik di Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026

Editor
4 Oktober 2026

CIBINONG - Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 di Kabupaten Bogor menghadirkan beragam keunikan dan potensi peternakan dari berbagai daerah....

Car Free Day (CFD) Dago.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

CFD Dago, Buahbatu, Braga Kembali Hadir Digelar : Warga Antusias

Editor
4 Oktober 2026

BANDUNG - Setelah sempat dihentikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar Car Free Day (CFD) Dago dan Buahbatu. Tak hanya...

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon saat membuka Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 di Gelora Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/10).(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Kabupaten Bogor Dipilih sebagai Titik Awal FMTI Karena Kekayaan Musik Tradisinya

Editor
4 Oktober 2026

CIBINONG – Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Kabupaten Bogor dinilai memiliki alasan kuat menjadi titik awal pelaksanaan Festival...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Minggu 4/10/2026 Antam Rp 2.574.000 Per Gram

Editor
4 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 4/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.574.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.