• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 13 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Weaving Archipelago, Menekraf: Tenun Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

Editor
Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:55
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, membuka Weaving Archipelago, bagian dari rangkaian Glorify Indonesia 2026, di Senayan City, Jakarta, Rabu (12/8).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, membuka Weaving Archipelago, bagian dari rangkaian Glorify Indonesia 2026, di Senayan City, Jakarta, Rabu (12/8).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

Weaving Archipelago tidak hanya menjadi sebuah pameran, tetapi juga menjadi ruang lahir kolaborasi baru, membuka peluang usaha, memperkuat jenama local.

SATUJABAR, JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, membuka Weaving Archipelago, bagian dari rangkaian Glorify Indonesia 2026, di Senayan City, Jakarta, Rabu (12/8). Kegiatan ini menghadirkan kekayaan tenun Nusantara melalui pendekatan fesyen, desain, dan gaya hidup kontemporer.

RelatedPosts

Indonesia–Timor-Leste Perkuat Kolaborasi Kebudayaan

Ketepatan Waktu Whoosh Capai 99,4% Per Semester I 2026

‘Adu Banteng’ Truk Fuso dan Mobil Pikap di Cianjur, 2 Tewas 4 Luka-Luka

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya meninjau koleksi kain tenun seusai membuka Glory Indonesia 2026 : Weaving Archipelago di Senayan City, Jakarta, Rabu (12/08/2026).

Weaving Archipelago merupakan kolaborasi Senayan City dan Cita Tenun Indonesia (CTI) yang berlangsung pada 12–29 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan 20 tahun Senayan City sekaligus menghadirkan tenun Nusantara di ruang publik melalui Tenun Display, CTI Journey, instalasi alat tenun tradisional, live weaving demonstration, pertunjukan budaya, talkshow, workshop, dan styling session.

“Pertama tentu kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Senayan City bekerja sama dengan CTI ini luar biasa. Tenun itu sebetulnya sudah lama, kemudian para desainer juga mendesainnya dengan segala kreativitas. Tetapi harus kita dukung, harus kita tampilkan terus agar nilai ekonominya terus berkembang. Ketika nilai ekonominya berkembang, tentu harapan kita semua termasuk para perajinnya juga semakin sejahtera,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dilansir laman Ekraf.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekraf meninjau sejumlah instalasi yang menjadi bagian dari Weaving Archipelago. Beragam instalasi tersebut menampilkan proses dan kekayaan tenun Nusantara sekaligus mendekatkan karya para perajin kepada masyarakat di ruang publik. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengumuman Senayan City Infinite Merit Award bagi CTI yang disampaikan melalui video.

Menteri Ekraf menilai, kehadiran tenun di ruang seperti Senayan City dapat memperluas jangkauan pengenalan karya kepada masyarakat, terutama generasi muda. Kementerian Ekraf juga melihat kolaborasi ini bagian dari upaya membawa karya berbasis budaya ke dalam ekosistem ekonomi kreatif melalui penguatan talenta, pengembangan desain, perlindungan kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar.

“Yang kita lakukan di sini tentu kita semua tidak hanya menjaga budaya, tetapi bagaimana memberikan nilai ekonomi. IP-nya, desainnya juga harus segera kita sertifikasi ke Kementerian Hukum sehingga tidak dibajak, sehingga originalitasnya, nilai keekonomiannya, pelindungannya itu tetap kita lakukan bersama-sama,” ujar Teuku Riefky.

Sekretaris Jenderal Cita Tenun Indonesia, Intan Fauzi, mengatakan penyelenggaraan Weaving Archipelago bagian dari perjalanan panjang CTI dalam memperkenalkan tenun Indonesia melalui ruang kolaborasi dan pemasaran.

“Di tengah gempuran brand-brand internasional, alhamdulillah kebanggaan Indonesia salah satunya tenun ditempatkan di lantai dasar ini. Ini menjadi satu kebanggaan buat kami,” ujar Intan Fauzi.

Berdiri sejak 28 Agustus 2008, CTI berfokus pada pelestarian, pelatihan dan pengembangan perajin, serta pemasaran tenun Indonesia. Hingga kini, CTI telah membina perajin di 28 kabupaten/kota pada 14 provinsi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas perajin serta memperluas pasar tenun Indonesia, termasuk melalui partisipasi dalam pameran di Singapura.

Menteri Ekraf berharap Weaving Archipelago dapat berkembang melampaui fungsi pameran dengan membuka ruang pertemuan antara perajin, desainer, pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai mitra.

“Saya berharap Weaving Archipelago tidak hanya menjadi sebuah pameran, tetapi juga menjadi ruang lahir kolaborasi baru, membuka peluang usaha, memperkuat jenama lokal, dan membawa tenun Indonesia semakin mendunia,” tutur Teuku Riefky.

Tags: Menteri EkrafTeuku Riefky HarsyaWeaving Archipelago

Related Posts

Penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia-Timor Leste.(Foto: Kementerian Kebudayaan / Vidhy Fellizano Sfinoza)

Indonesia–Timor-Leste Perkuat Kolaborasi Kebudayaan

Editor
13 Agustus 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melaksanakan pertemuan bersama Menteri Muda Bidang Seni dan Budaya Timor-Leste, Mr. Jorge Soares...

Ketepatan waktu Whoosh capai 99,4%.(Foto: KCIC)

Ketepatan Waktu Whoosh Capai 99,4% Per Semester I 2026

Editor
13 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Ketepatan waktu Whoosh mencapai 99,4% sepanjang Semester I 2026, ungkap KCIC melalui keterangan resmi 11 Agustus 2026....

Proses evakuasi truk fuso yang terlibat tabrakan dengan mobil pikap di Jalan Raya Cipanas, Kabupaten Cianjur.(Foto:Istimewa).

‘Adu Banteng’ Truk Fuso dan Mobil Pikap di Cianjur, 2 Tewas 4 Luka-Luka

Editor
13 Agustus 2026

SATUJABAR, CIANJUR--Dua orang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa tabrakan melibatkan dua kendaraan, truk fuso dan mobil pikap...

Stasiun Whoosh. Tiket Whoosh terjual banyak saat libur panjang.(Foto: Istimewa)

Tiket Whoosh Jadi Rebutan di Libur Kemerdekaan

Editor
13 Agustus 2026

Tiket Whoosh untuk periode libur Kemerdekaan RI sudah dapat dibeli melalui seluruh kanal penjualan resmi KCIC. SATUJABAR, JAKARTA - Menyambut...

PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berinovasi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dalam operasionalnya. Salah satu terobosan terbaru adalah penerapan sistem face recognition untuk proses boarding penumpang, menggantikan tiket fisik berbahan kertas. Inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah kertas, tetapi juga mempercepat dan mempermudah proses boarding bagi penumpang.

Acces By KAI Sempat Terganggu, KAI Minta Maaf

Editor
13 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan pada layanan Access by...

Posko kebakaran Gunung Gede Pangrango.(Foto: Humas Kemenhut)

Kebakaran Gunung Gede Pangrango, Posko Didirikan

Editor
13 Agustus 2026

SATUJABAR, CIBODAS - Kebakaran hutan di sekitar kawasan Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), terus diperkuat penanganannya. Balai...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung