SATUJABAR, BANDUNG – Ekspor Jawa Barat Januari-Juni 2026 mencapai USD 19,60 miliar atau naik 5,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai USD 19,46 miliar juga naik 5,10 persen.
Sedangkan ekspor migas yang mencapai USD 143,03 juta atau naik 5,78 persen. Nilai ekspor Jawa Barat Juni 2026 mencapai USD 3,63 miliar atau naik 6,85 persen dibanding ekspor Juni 2025. Ekspor nonmigas Juni 2026 mencapai USD 3,58 miliar atau naik 11,04 persen dibanding Juni 2025.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat yang rilis Senin 3 Agustus 2026, dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-Juni 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Mesin dan Peralatan Mekanis sebesar USD 340,93 juta (23,59 persen). Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Karet dan Barang dari Karet
sebesar USD 95,90 juta (12,51 persen).
Ekspor nonmigas Januari-Juni 2026 terbesar adalah ke Amerika Serikat yaitu USD 3,26 miliar, disusul Filipina sebesar USD 1,74 miliar dan ke Jepang sebesar USD 1,40 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,95 persen. Sementara ekspor ke ASEAN sebesar USD 5,28 miliar dan ekspor ke Amerika dan Eropa sebesar USD 7,30 miliar.
Kinerja ekspor sektoral Januari-Juni 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 mengalami peningkatan di semua sektor. Sektor Migas naik 5,78 persen; Sektor Pertanian naik 11,27 persen, sektor Industri Pengolahan naik 5,07 persen; dan Sektor Pertambangan naik 0,74 persen.







