SATUJABAR, CIAMIS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis dan Komisi VIII DPR RI memperkuat kapasitas relawan melalui Pelatihan Relawan Penanggulangan Bencana dalam rangka Kemah Bhakti Nusantara (KEMBARA) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (31/7).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana. Lebih khususnya di tengah musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, maupun cuaca ekstrem. Selain terus menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah rawan kekeringan seperti Kecamatan Banjarsari; Banjaranyar; Cidolog; Tambaksari; dan Panawangan, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kebencanaan melalui pembinaan relawan.
Pelatihan diselenggarakan melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis, Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, serta Anggota Komisi VIII DPR RI. Kerjasama ini sebagai wujud kolaborasi dalam membangun relawan yang terampil, tangguh, dan siap diterjunkan saat terjadi bencana.
Dikutip lamam BNPB, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen BNPB untuk memperkuat jejaring kerelawanan di daerah. Ia menegaskan bahwa relawan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam penanganan darurat sehingga peningkatan kapasitas harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut Bambang, kecepatan dan ketepatan penyediaan logistik serta peralatan menjadi faktor penting dalam menyelamatkan masyarakat terdampak. Oleh karena itu, keterampilan pendirian tenda pengungsi menjadi salah satu materi utama dalam pelatihan agar para relawan mampu menyediakan tempat perlindungan sementara secara cepat dan tepat saat kondisi darurat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa pelatihan KEMBARA tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga membangun jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat gotong royong. Melalui Pelatihan KEMBARA ini, diharapkan dapat memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara cepat dan responsif saat situasi darurat.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI Surahman Hidayat mengapresiasi semangat para peserta dalam mengikuti pelatihan. Ia menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan hingga tingkat desa dengan mengintegrasikan pendekatan spiritual, intelektual, dan teknologi agar masyarakat semakin siap menghadapi berbagai ancaman bencana.
BNPB juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kapasitas relawan melalui pembinaan teknis, pendampingan, serta penyediaan standar pengelolaan logistik dan peralatan kebencanaan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang cepat, tepat, dan efektif.
Melalui Pelatihan Relawan Penanggulangan Bencana KEMBARA, diharapkan lahir relawan-relawan yang profesional, tangguh, dan siap siaga sehingga mampu menjadi kekuatan utama dalam mendukung penanggulangan bencana di Kabupaten Ciamis maupun wilayah Indonesia lainnya.







