• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 30 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Senator Agita Dorong Penyempurnaan Sistem SPMB agar Lebih Adil, Transparan, dan Menjamin Pemerataan Mutu Pendidikan

Editor
Kamis, 30 Juli 2026 - 08:04
Anggota DPD Dapil Jabar Agita Nurfianti (kanan) dalam Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah dengan tema: Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Kamis (30/7/2026).(Foto: Istimewa)

Anggota DPD Dapil Jabar Agita Nurfianti (kanan) dalam Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah dengan tema: Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Kamis (30/7/2026).(Foto: Istimewa)

SATUJABAR, BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti menegaskan, penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) harus terus disempurnakan agar mampu memberikan kepastian, keadilan, serta rasa percaya kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya pada Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah dengan tema “Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB pada Penyelenggaraan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027”, Kamis (30/7), di Bandung.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar; Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar; Disdik Kota Bandung; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jabar; Disdik Kabupaten Bandung; Kepala Kantor DPD RI Provinsi Jabar; kepala sekolah negeri dan swasta; panitia SPMB; serta perwakilan orang tua murid.

RelatedPosts

Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif, Permintaan dan Produksi Juli 2026 Naik

Pengemudi Ojol Diki Akbari Ditemukan, Tidak Pulang Alasan Cari Pekerjaan Lain

Stasiun Semarang Tawang Direvitalisasi, Presiden: Hidupkan Lagi Warisan Sejarah

Dalam pertemuan tersebut, berbagai pihak menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Secara umum, pelaksanaan SPMB dinilai berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, terutama dari sisi kesiapan infrastruktur digital, transparansi proses seleksi, serta koordinasi antarinstansi. Namun demikian, masih terdapat sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian pemerintah.

Disdik Provinsi Jabar menyampaikan, seluruh proses SPMB dilaksanakan tanpa pungutan biaya. Tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah keterbatasan daya tampung SMA negeri dibandingkan jumlah pendaftar, serta masih adanya persepsi masyarakat mengenai perbedaan kualitas antara sekolah unggulan dan sekolah lainnya.

Suasana Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah dengan tema "Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.(Foto: Istimewa)
Suasana Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah dengan tema “Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.(Foto: Istimewa)

Sementara itu, Disdik Kota Bandung menjelaskan, integrasi sistem SPMB berbasis daring terus diperkuat, termasuk penerapan verifikasi koordinat domisili yang lebih ketat untuk mencegah penyalahgunaan jalur domisili. Meski demikian, masih ditemukan ketimpangan antara jumlah peminat dengan daya tampung di sejumlah sekolah favorit, sehingga diperlukan peningkatan kualitas layanan pendidikan secara lebih merata.

Diskominfo Jabar memaparkan, dari sisi infrastruktur teknologi informasi, pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan dengan baik. Sistem mampu menangani lonjakan akses masyarakat, bahkan melayani hingga puluhan ribu pengguna secara bersamaan. Kolaborasi dengan Disdukcapil juga memperkuat validasi data kependudukan. Kendala yang muncul lebih banyak disebabkan oleh ketidaksesuaian data administrasi maupun kesalahan pengisian data oleh pengguna, bukan karena gangguan sistem.

Di sisi lain, Disdukcapil Jabar menjelaskan, basis data administrasi kependudukan masih berbasis alamat administratif dan belum menggunakan data geospasial secara penuh. Kondisi tersebut menyebabkan proses penentuan titik koordinat masih memerlukan konversi tambahan yang berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian. Untuk membantu masyarakat, Disdukcapil membuka layanan administrasi kependudukan keliling selama masa pelaksanaan SPMB.

Berbagai satuan pendidikan juga menyampaikan masukan. Sekolah negeri menilai sistem baru telah membantu proses seleksi dan verifikasi, meskipun masih diperlukan penyempurnaan petunjuk teknis, penambahan waktu pelaksanaan, serta penguatan jumlah petugas verifikasi. Sementara itu, sekolah swasta menyampaikan perlunya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan sekolah swasta yang masih menghadapi tantangan akibat tingginya konsentrasi masyarakat memilih sekolah negeri.

Perwakilan orang tua murid turut menyampaikan aspirasi mengenai perlunya peningkatan transparansi sistem, perbaikan validasi titik koordinat domisili, percepatan pengumuman hasil seleksi, evaluasi terhadap jalur prestasi, serta pentingnya investigasi terbuka apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam proses SPMB.

Peserta Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah berfoto bersama.(Foto: Istimewa)
Peserta kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah berfoto bersama.(Foto: Istimewa)

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Agita menegaskan, seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan penting dalam pelaksanaan fungsi pengawasan DPD RI terhadap implementasi kebijakan pendidikan nasional.

“SPMB bukan sekadar proses administrasi penerimaan peserta didik, tetapi merupakan pintu masuk bagi setiap anak untuk memperoleh hak atas pendidikan yang adil dan berkualitas. Karena itu, setiap persoalan yang muncul harus menjadi bahan evaluasi agar sistem ini semakin baik dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Menurut Agita, salah satu persoalan yang banyak disampaikan masyarakat adalah harapan agar pelayanan kepada orang tua lebih cepat dan responsif, terutama ketika terjadi kendala dalam proses pendaftaran.

“Orang tua tentu menginginkan kepastian. Ketika menghadapi kendala, mereka berharap memperoleh perhatian dan solusi dengan cepat. Pelayanan publik yang responsif menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan SPMB,” katanya.

Agita juga menyoroti perlunya penyempurnaan mekanisme seleksi pada sekolah-sekolah unggulan, termasuk evaluasi terhadap standar penilaian akademik maupun asesmen lainnya.

“Kami menerima masukan mengenai pelaksanaan tes pada sekolah unggulan, termasuk penggunaan tes IQ yang dinilai perlu dilaksanakan secara lebih terukur agar hasilnya benar-benar akurat. Selain itu, perlu ada standarisasi yang lebih baik terhadap penilaian rapor maupun Tes Kemampuan Akademik sehingga seluruh peserta memperoleh kesempatan yang setara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agita menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh hanya terpusat pada sejumlah sekolah tertentu.

“Sekolah unggulan tidak boleh hanya dipersepsikan berada pada beberapa sekolah saja. Sekolah-sekolah lain juga harus terus didorong kualitasnya sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan pendidikan yang bermutu. Pemerataan kualitas pendidikan inilah yang pada akhirnya akan mengurangi kesenjangan dalam pelaksanaan SPMB,” tegasnya.

Kepala Kantor DPD RI Provinsi Jabar Herman Hermawan berharap hasil pertemuan tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan SPMB ke depan. Ia menekankan, yang terpenting adalah seluruh anak tetap memperoleh akses pendidikan yang layak serta tidak terjadi kesenjangan yang terlalu jauh antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

Masih terkait pendidikan, pada hari yang sama, Agita beserta jajaran juga melaksanakan Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah dengan tema “Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, terkait Penugasan Guru di Luar Bidang Keahliannya”. Pada pertemuan tersebut, disampaikan bahwa distribusi guru belum merata sepenuhnya dan masih banyak guru yang ditugaskan tidak sesuai dengan bidang keahliannya.

Agita mengatakan, hasil kedua pertemuan tersebut, baik mengenai SPMB maupun penugasan guru di luar bidang keahliannya, selanjutnya akan dibahas pada pertemuan di tingkat pusat bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, di Jakarta, untuk mendapat tindak lanjut di kementerian tersebut.

Tags: Agita NurfiantiDPDDPD RISPMB

Related Posts

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief memaparkan kinerja manufaktur Indonesia.(Foto: Istimewa)

Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif, Permintaan dan Produksi Juli 2026 Naik

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2026 terus mengalami peningkatan setelah mengalami tekanan pada dua sisi produksi dan...

Pengemudi ojol, Diki Akbari, saat dimintai keterangan di Markas Polsek (Mapolsek) Cibeunying Kidul.(Foto:Istimewa).

Pengemudi Ojol Diki Akbari Ditemukan, Tidak Pulang Alasan Cari Pekerjaan Lain

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Hampir sepekan sejak dilaporkan hilang, pengemudi ojek online (ojol), bernama Diki Akbari, akhirnya ditemukan. Diki Akbari pulang sendiri ke...

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (30/07/2026).(Foto: Setneg)

Stasiun Semarang Tawang Direvitalisasi, Presiden: Hidupkan Lagi Warisan Sejarah

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, SEMARANG - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (30/07/2026)....

Welcome Dinner Garut International Kite Festival 2026 yang digelar di Cisurupan, kaki Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Rabu (29/7/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Garut)

Garut International Kite Festival Dongkrak Pariwisata

Editor
30 Juli 2026

Garut International Kite Festival akan berlangsung di Cisurupan yang berada di kaki Gunung Papandayan SATUJABAR, GARUT - Bupati Garut, Abdusy...

Sumarna (42), satpam ditemukan tewas dengan tangan terborgol di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.(Foto:Istimewa).

Keluarga Satpam Sumarna Dapat Santunan Rp.418 Juta dan Beasiswa Pendidikan Kedua Anaknya

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Ahli waris satpam Sumarna, yang ditemukan tewas mengambang dengan tangan terborgol di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat,...

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara bank bjb dan Yayasan Adi Upaya (Yasau), yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026, di Menara bank bjb, Bandung.(Foto: Dok. bank bjb)

bank bjb Perluas Potensi Bisnis Melalui Kemitraan Strategis Bersama Yayasan Adi Upaya

Editor
30 Juli 2026

BANDUNG – bank bjb terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses layanan keuangan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi. Langkah tersebut...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat