SATUJABAR, BANDUNG–Ramai di media sosial unggahan video sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menangkap empat remaja membawa senjata tajam dituduh begal dan diserahkan ke kantor polisi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tuduhan dengan narasi laporan ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ternyata tidak terbukti sebagai begal, dan tidak ditemukan senjata tajam.
Video aksi heroik sejumlah pengemudi ojek online (ojol) berhasil menangkap empat remaja yang dituduh sebagai begal, viral di dunia maya. Para pengemudi ojol menyerahkan keempat remaja tersebut ke kantor polisi, sekaligus melaporkan ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, alias KDM, dalam narasinya di media sosial.
Keempat remaja tersebut diserahkan ke Kantor Polsek Baleendah. Salah seorang pengemudi ojol dalam video, menyebutkan, para remaja tersebut masih berstatus pelajar dan membawa senjata tajam samurai.
“Pak Dedi, Pak Dedi, nih. Sampah masyarakat tertangkap. Tuh, jelasin dong. Anak-anak masih sekolah sudah bawa-bawa samurai, Pak Dedi,” ujar pengemudi ojol dalam video.
Rekaman video viral tersebut, memantik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang langsung merespons untuk memberikan apresiasi berupa uang tunai. Belakangan, pihak kepolisian memastikan, narasi penangkapan tuduhan begal dan membawa senjata tajam terhadap keempat remaja oleh pengemudi ojol, tidak terbukti.
Menurut Kapolsek Baleendah, AKP Noki Nurmansyah, aksi penangkapan keempat remaja dituduh begal oleh pengemudi ojol, di wilayah hukum Polsek Ciparay. Kejadiannya dilaporkan di wilayah hukum Polsek Bojongsoang, tapi keempat remaja diserahkannya ke Polsek Baleendah.
“Dibawanya ke Polsek Baleendah, karena ada yang kenal dengan anggota di Polsek Baleendah. Saat diserahkan, direkam disebut begal dan bawa senjata tajam, kemudian videonya diunggah ke media sosial,” ujar Noki, dalam keterangannya, Senin (27/07/2026).
Polsek Baleendah menyerahkan keempat remaja ke Polsek Bojongsoang sesuai tempat kejadian perkara (TKP). Saat dilakukan pemeriksaan di Kantor Polsek Bojongsoang, tuduhan keempat remaja sebagai begal tidak terbukti, dan tidak ditemukan adanya barang bukti senjata tajam seperti dituduhkan dalam video.
“Pada saat di Polsek (Bojongsoang) itu ternyata tidak terbukti, tidak ada senjata tajam, tidak ada sama sekali. Jadi, bagaimana mau mau memproses, tuduhannya tidak terbukti, dan tidak ada barang buktinya,” ungkap Noki.
Meski sudah diselesaikan dengan musyawarah dan keempat remaja dibebaskan, pihak keluarga tetap memprotesnya. Orangtua mereka tidak menerima anak-anaknya dicap pelaku kejahatan jalanan tanpa ada bukti.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjanjikan hadiah uang tunai masing-masing Rp.10 juta untuk pengemudi ojol. Perwakilan dari Dedi Mulyadi sudah berupaya memfasilitasi ruang klarifikasi, karena tuduhan tersebut tidak terbukti.
Agenda klarifikasi terkendala, karena pengemudi ojol berinsial Y mendadak tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya. Pihak kepolisian memilih tidak menghadiri undangan klarifikasi tersebut, karena alasan tidak bisa sembarangan tanpa ijin pimpinan.
Sementara itu, Kapolsek Bojongsoang, Kompol Undi Kurnia, memastikan, telah mengembalikan keempat remaja tersebut ke keluarga masing-masing. Mereka tidak terbukti melakukan tindak pidana.
“Sudah dikembalikan ke keluarganya, tidak ada yang ditahan, tidak ditemukan senjata tajam,” tegas Undi.
Undi menjelaskan, sudah dilakukan pertemuan melibatkan perwakilan pengemudi ojol dari komunitas, dan sepakat menyelesaikan kesalahpahaman ini secara kekeluargaan. Pengemudi ojol yang telah menuduh begal diminta bertanggung jawab dan melakukan klarifikasi atas narasi sudah telanjur disebarkan di media sosial.







