• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Garut Jadi Percontohan Pengembangan Kentang

Editor
Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:39
Kunjungan Project Completion Review Mission Proyek UPLAND Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jumat (17/7/2026).(Foto: Humas Pemkab Garut)

Kunjungan Project Completion Review Mission Proyek UPLAND Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jumat (17/7/2026).(Foto: Humas Pemkab Garut)

SATUJABAR, GARUT – Kementerian Pertanian (Kementan) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) mengevaluasi pelaksanaan Program UPLAND di Kabupaten Garut yang dinilai berhasil dalam pengembangan komoditas kentang. Evaluasi tersebut dilaksanakan melalui kunjungan Project Completion Review (PCR) Mission Proyek UPLAND Tahun Anggaran 2026 yang diterima langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Jumat (17/7/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Purnoto, Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Tiara, serta Perwakilan Biro Kerja Sama Kementerian Pertanian, Rina Suprihati.

RelatedPosts

Presiden Prabowo Bertemu Menbud Fadli Zon, Bahas Usulan Gelar

Presiden Prabowo Subianto Hadiri Forum Ekonomi di Rusia

Penumpang Angkutan Udara Domestik Jabar Juli 2026 Naik

Kunjungan tersebut bertujuan menilai tingkat keberhasilan sekaligus membahas keberlanjutan (sustainability) Program UPLAND yang telah dilaksanakan di Kabupaten Garut, khususnya pada pengembangan komoditas kentang.

Program UPLAND merupakan program pengembangan pertanian terpadu di dataran tinggi yang diinisiasi Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani. Program ini mencakup dukungan dari hulu hingga hilir, mulai dari pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga penguatan akses pasar, termasuk pasar ekspor.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan Garut sebagai salah satu lokasi evaluasi program tersebut. Menurutnya, komoditas kentang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Perlu disampaikan bahwa komoditi kentang ini komoditi yang strategis yang juga sekarang seringkali disampaikan oleh Pak Presiden kita terkait dengan pangan, dan alhamdulilah dapat informasi bahwa selama ini kentang itu berkontribusi Kabupaten Garut kurang lebih hampir 80% untuk kuota di Jawa Barat,” ucap Bupati Garut seperti dikabarkan Humas Pemkab Garut.

Ia berharap Program UPLAND yang dilaksanakan Kementerian Pertanian bersama IFAD dapat terus memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani dan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Garut.

Sementara itu, Country Director IFAD Indonesia, Hani Elsadani, menjelaskan bahwa Program UPLAND yang dimulai sejak 2019 menunjukkan perkembangan yang sangat baik sejak 2022. Dari 14 kabupaten pelaksana di Indonesia, Kabupaten Garut dinilai memiliki capaian yang sangat baik hingga memperoleh perpanjangan hibah daerah fase kedua untuk periode 2025–2026.

“Salah satunya adalah infrastruktur karena kita ingin membangun pertanian, melihat apa yang bisa dikembangkan, kemudian potensinya seperti apa, dan kalau sudah berhasil menjadi sub modal yang sukses bisa direcover atau bisa diambil alih oleh pemerintah untuk di-scalling up sehingga bisa lebih berkelanjutan lagi,” kata Hani.

Hal senada disampaikan Manager Project Management Unit (PMU) UPLAND, Muhammad Ikhwan. Ia menjelaskan Kabupaten Garut dipilih sebagai lokasi evaluasi karena dinilai mampu mewakili keberhasilan pencapaian tujuan Program UPLAND.

“Kenapa Garut? Karena dianggap yang bisa mewakili sisi keberhasilan manfaat pencapaian tujuan daripada program. Dan juga Garut ini, paketnya lengkap yang diterima oleh kabupaten dari projek ini. Karena dari 14 kabupaten tidak seluruhnya mengambil paket lengkap pak,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menambahkan bahwa Program UPLAND telah mendorong perubahan pola usaha tani dari yang sebelumnya dilakukan secara individual menjadi berbasis kelembagaan melalui koperasi. Selain itu, pemanfaatan teknologi pertanian juga semakin meningkat sehingga berdampak terhadap produktivitas komoditas kentang.

“Dulu petani itu di dalam aktivitas khususnya untuk tanaman kentang itu kegiatannya rata-rata masih dilakukan secara personal atau secara masing-masing. Nah adanya projek UPLAND ini, seluruh petani yang tergabung dalam peserta kegiatan UPLAND ini secara otomatis tergabung dalam koperasi,” ungkap Ardhy.

Ia menambahkan bahwa peningkatan pemanfaatan teknologi pertanian menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani di Kabupaten Garut.

Tags: Abdusy Syakur Aminbupati garutKentangpengembangan kentang

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (01/09/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah usulan terkait pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan kepada tokoh dan insan masyarakat yang dinilai telah memberikan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Bertemu Menbud Fadli Zon, Bahas Usulan Gelar

Editor
2 September 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (01/09/2026). Pertemuan...

Presiden Prabowo menuju pertemuan Eastern Economic Forum di Rusia.(Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto Hadiri Forum Ekonomi di Rusia

Editor
2 September 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa (01/09/2026), untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 sebagai...

Penumpang penerbangan domestik Desember 2023 yang berangkat melalui angkutan udara komersial dari Jawa Barat sebanyak 22,05 ribu orang. Angka itu turun 3,96 persen bila dibandingkan November 2023

Penumpang Angkutan Udara Domestik Jabar Juli 2026 Naik

Editor
2 September 2026

BANDUNG - Penumpang angkutan udara domestik Jawa Barat pada Juli 2026 naik 5,84 persen disbanding Juni 2026. Sedangkan penumpang internasional...

Petani atau penambak udang.(Foto: Istimewa), Nilai Tukar Petani

Nilai Tukar Petani Jawa Barat Agustus 2026 Naik

Editor
2 September 2026

BANDUNG - Nilai Tukar Petani Jawa Barat pada bulan Agustus 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen dibandingkan Juli 2026, dari...

Pesawat terbang di Bandara Husein Sastranegara

Pesawat Terbang Bukan Hanya Karena Sayap, Tapi Ada Sistem yang Bekerja

Editor
2 September 2026

JAKARTA - Pesawat terbang dapat mengangkasa berkat perpaduan sejumlah komponen utama, yaitu fuselage (badan pesawat), cockpit (kokpit), sayap, dan engine...

Tersangka penjual satwa dilindungi.(Foto: Humas Kemenhut)

Tersangka Penjual Satwa Dilindungi Via Facebook Dilimpahkan ke Kejaksaan

Editor
2 September 2026

JAYAPURA - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Maluku dan Papua Seksi Wilayah III Jayapura menyerahkan tersangka MH...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.